menikahi tuan dingin dan posesif

menikahi tuan dingin dan posesif
Ganti


__ADS_3

Pukul 6 yuna terbangun dan langsung menyiapkan diri lalu bergegas kedapur takut angga bagun bisa ribet urusannya.


Yuna menyapa semua pelayan yang ada,para pelayan sangat senang karena yuna adalah gadis yang baik dan sopan pada semua orang.


"Bibi udah lama kerja dirumah ini."tanya yuna yang sedang memotong sayuran.


"Lumayan lama lah non sekitar 7 tahunan gitu."kata bibi.


"Wah lama juga ya bi..oh iya bi yuna mau nanya lebih tepatnya kepo sih hehe."kata yuna terkekeh.


"nona ingin bertanya apa silahkan sebisa mungkin bibi jawab."kata bibi semangat.


"Apakah tuan angga tidak memiliki kekasih."tanya yuna serius.


Bibi dibuat heran dengan pertanyaan yuna,bukankah nona yuna ini kekasih tuannya bahkan nyonya sendiri yang bilang nona yuna calon istrinya tuan muda angga.


"Maksud nona dulu."tanya bibi takut salah bicara.


"Duluu..jadi sekarang tidak punya,tidak masalah aku bisa dapat info dari mantannya itu."batin yuna yang mengangguk pada bibi.


"Saya juga kurang tau non soalnya tuan muda tidak pernah membawa wanita kerumah ini kecuali nona."kata bibi.


"Oh begitu ya bi."kata yuna.


"Bibi tidak tau..apa sekertaris leo tau ya,baiklah aku akan coba cari tahu."batin yuna.


"Bi ini tinggal ditumis aja ya habis itu langsung hidangkan saya mau kekamar membangunkan tuan angga."kata yuna pada bibi yang langsung bergegas kekamar angga.


Cklek...


Yuna membuka pintu kamar ia melihat ranjang sudah kosong tidak ada angga dan mendengar suara air didalam kamar mandi tandanya angga sedang mandi.


Yuna keruang ganti mengambil pakaian kerja angga ntahlah tiba-tiba yuna ingin melakukan itu untuk angga.


Angga keluar kamar mandi menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya,terlihatlah roti sobek angga yang begitu sispek ditambah ada buliran-buliran air yang masih menempel dibadan angga


"Air liurmu itu sudah jatuh."kata angga.


Yuna reflek mengusap mulutnya dan itu hanya tipuan angga saja.


"iss tuan ini."kata yuna kesal.


"Kau begitu terpesona melihat tubuh suamimu ya."kata angga tanpa sadar mengakui dirinya suami yuna.


"Haha tuan ternyata anda pintar bercanda juga ya hampir saja tadi saya terkena serangan jantung akan kata anda."kata yuna terkekeh.


Angga hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal bagaimana bisa ia berkata seperti itu tadi,untung otak yuna dangkal.


"Dasar bodoh."batin angga untuk dirinya sendiri,angga langsung menuju ruang ganti.


Dan ia tersenyum melihat baju yang sudah disiapkan yuna.


"Tuan kapan baju saya datang,saya mau kuliah masa pakai baju ini."kata yuna yang menarik baju angga seperti anak kecil yang meminta sesuatu.


Angga tidak menjawab malah memeluk yuna seperti suami istri saja.


"Pakaikan aku dasi ini."kata angga yang masih memeluk yuna dan memberikan dasinya.


"Tuan kau sangat tinggi..menunduklah sedikit."kata yuna yang kesusahan karena tinggi yuna hanya sedada angga.


Angga menundukan badannya kini tinggi mereka sejajar yuna fokus memasang dasi angga.


Cup..


Angga mencium pipi yuna sekilas membuat yuna tersenyum,entahlah semenjak kejadian tadi malam saat angga bertingkah manja yuna merasa gemas,ia sudah tidak marah lagi jika angga mencium pipinya.


"Sudah selesai."kata yuna kegirangan ia belum pernah memasang dasi kepada seseorang dan ternyata ia bisa memasang dasi untuk angga itu adalah suatu kelebihan yang yuna punya..


"haha aku ternyata bisa memasang dasi sungguh yuna kau sangat hebat dan pintar."puji yuna pada dirinya sendiri.Angga yang mendengarnya tersenyum.


"Bajumu ada dilemari disebelah lemari bajuku."kata angga yang kembali mencium pipi yuna.


Yuna langsung berlari keruang ganti angga dan melihat begitu banyak baju cantik dan mahal yang ada dilemari tersusun rapi.

__ADS_1


Yuna menghampiri angga dan langsung memeluk angga,ia sangat senang dengan baju pemberian angga.


"Tuan terimakasih."kata yuna yang memeluk angga.


"kau harus memberiku hadiah sebagai balasannya."kata angga.


"Apa..jadi dia tidak iklas memberikan baju itu,aku kira dia memang baik tapi dia ternyata memang gila."batin yuna.


"Tapi tuan hadiah apa yang tuan mau dari saya,semua sudah tuan miliki."kata yuna.


"kau hanya perlu memberikan aku kiss morning saja."kata angga.


"Oh cuman itu..baiklah tidak masalah hanya ciuman dipipi."batin yuna.


"Baiklah tuan saya akan memberikan cium pagi setiap harinya."kata yuna tersenyum.


"Wah..padahal aku cuman minta hari ini saja,tapi jika kau memaksa baiklah akan aku penuhi permintaanmu."kata angga tersenyum.


"Apah..kenapa aku menjadi yang meminta dia mencium ku,bukankah tadi maksud nya aku harus melakukan tiap hari atau aku saja yang berpikiran begitu. "batin yuna.


"Lakukanlah."kata angga pada yuna.


Cup..


Yuna mencium pipi angga,tapi angga mencium bibir yuna sekilas.


"Itu baru kiss morning."kata angga yang dilirik tajam oleh yuna.


"cepat mandi kita akan pigi bersama."kata angga yang dianggukin yuna yang langsung berlari kekamar mandi.


Skip selesai mandi..


Yuna menggunakan dres putih berlengan pendek dan baju yang panjang selutut terlihat sangat cantik,bahkan angga tidak berkedip menatap yuna.


"Tuan ayo."kata yuna menyadarkan lamunan angga.


"Ganti bajumu..kenapa kau menggunakan itu."kata angga.


"kenapa tuan bajunya cantik kok dan saya juga terlihat cantik juga cocok menggunakan baju ini."jawab yuna.


Yuna berjalan menghentakan kakinya karena kesal dengan perkataan angga.ia menganti bajunya dengan rok putih selutut dan baju rajut berwarna kuning berlengan panjang yang mangkin memperlihatkan wajah putinya yang begitu cantik.


Angga semangkin gusar melihat penampilan yuna yang masih terlihat sangat cantik.


"Ganti."begitulah titah angga pada yuna yang kembali mengganti bajunya dengan celana jins dan hodie tapi kali ini yuna terlihat imut menggunakan hodie.


"Dia itu benar-benar gila,apa katanya tadi aku memakai baju ini agar menggoda seluruh kampus,aku tidak menggunakan baju ini saja sudah banyak yang tergoda dasar gila."kata yuna.


Yuna keluar dari ruang ganti dengan wajah yang sangat cemberut karena ia kesal kepada angga.


Sebenarnya angga ingin menyuruh yuna menganti bajunya lagi yang kini ia terlihat sangat imut namun angga melihat wajah yuna yang sudah cemberut padanya lalu ia biarkan.


"ayo kita turun."kata angga yang tiba-tiba menggendong yuna.


"Tuan turunkan saya..saya bisa berjalan."kata yuna.


"Diamlah lah..nanti mami akan mengatainku lelaki tidak pekaan jika melihat kau turun tangga dengan kakimu itu."kata angga.


"Huh..aku sudah benar-benar tidak tahan dengan semua ini,ingin rasanya aku kabur saja."batin yuna.


Angga menggendong yuna turun tangga dan meletakan tubuh yuna dikursi makan.


"Ya ampun soswet banget anak mami..gini dong sayang kamu harus pengertian sama yuna apa lagi tadi malam habis tempur."kata mami.


"Apasih mi gak ada tempur."kata angga dingin.


"Anak ini..memangnya mami tidak tau apa kalian tadi malam ngapain aja."batin mami kekeh.


"Yuna bagaimana apa kamu ngerasa gak enak."tanya mami pada yuna.


"iya mi yuna ngerasa gak enak."kata yuna.Ya memang ia tidak enak jika tinggal disini apa lagi sekamar dengan angga.


"Itu biasa diawal sayang nanti kamu juga terbiasa kamu cukup makan yang teratur dan jangan banyak pikiran."kata mami membuat yuna heran tapi yuna mengangguk saja.

__ADS_1


"Angga mami minta sama kamu jangan terlalu memaksakan yuna itu sangat beresiko sayang."kata mami.


"Terserah angga mi."kata angga dingin.


"Kamu itu..awas saja jika sesuatu terjadi pada yuna mami sendiri yang akan menghukummu."kata mami.


Angga mengantar yuna pergi kekampus karena yuna juga tidak membawa motornya,Sebenarnya yuna ingin menolak tapi apalah dayanya ia hanya bisa patuh saja.


"Terimah kasih sekertaris leo tumpangannya."kata yuna tersenyum pada leo.


"Kenapa kau berterimakasih pada leo dan bukan padaku."kata angga.


"Kan yang mengemudi sekertaris leo tuan dan saya hanya diam saja seperti penumpang,jadi saya harus berterimakasih pada nya."kata yuna.


"Tapi mobil ini milikku."kata angga.


"Tapi anda tidak menyetir dan hanya duduk diam saja."jawab yuna.


"Kau sekarang sudah pandai ya melawan padaku."kata angga marah.


"Nona kenapa kau bangunkan singa yang sedang tidur."batin leo.


"hehe bukan begitu tuan..baiklah saya ucapkan terimakasih banyak atas tumpangan yang telah kau berikan hari ini."kata yuna dengan tersenyum.


"mengalah saja yuna kalau berhadapan dengan sigila ini."batin yuna.


Angga yang mendengar itu tersenyum dan mengelus kepala yuna.


"Baiklah aku memaafkanmu kali ini."kata angga yang mencium kening yuna.


Yuna segera keluar dari mobil ia takut jika angga sudah menyosorkan bibirnya bakalan tidak ada habisnya.


Angga dan leo melajukakan mobilnya menuju kantor karena hari ini ada rapat.


Bima melihat yuna turun dari mobil seseorang ia curiga apakah itu mobil kekasih yuna tapi apa mungkin,selama ini yuna tidak mau menerima laki-laki manapun.


"Yunaaa."teriak bima dan langsung menghampiri eva.


"Eh bima..udah dari tadi."tanya yuna gugup apakah bima melihat ia keluar dari mobil tuan angga.


"emm lumayan sih,eh Yun tadi kamu diantar siapa kok tumben naik mobil gak naik motor."kata bima.


"emm anu..tadi itu om ku yang mengantar karena motorku rusak nah kebetulan kantor dia dan kampus sejalan makanya aku nebeng."bohong yuna


"maaf ya bim aku bohong sama kamu,aku gak mau kalau kau tahu aku bersama seseorang,bagaimanpun kamu suka sama aku dan aku gak mau liat kamu sakit hati."batin yuna.


Ya Yuna tau selama ini Bima menyukainnya ,tapi Bima tidak pernah menyatakan perasaannya dan itu membuat yuna lega ternyata bima mengerti Yuna,dan Yuna juga tau Bima berteman dengannya hanya untuk dekat dengan yuna dan menjadi sahabatnya,itu sudah lebih dari cukup untuk Bima.Namun kadang Yuna merasa takut jika suwaktu-waktu Bima menyatakan perasaannya dan Yuna tidak bisa membalas cintanya.


"Oh begitu..aku kira tadi itu gebetan kamu yun."kata bima.


"Haha mana mungkin bim,kau kan tau aku tidak memiliki kekasih."kata yuna membuat bima tersenyum.


"Benar juga..lagian siapa yang mau denganmu yang cerewet dan ngeyel begini."kata Bima yang mengacak rambut yuna gemas.


"Kampret kamu bim..hampir semua pria dikampus ini tergila-gila padaku ya."kata yuna kesal.


"Mereka kan tidak tau kau yang asli bagaimana."kata Bima kekeh.


"Bimaaa kau benar-benar teman sialann."teriak yuna dan langsung meninggalkan bima menuju kelas.


"Haha yuna jangan ngambek ah aku hanya bercanda..tunggu aku jangan cepat-cepat jalannya."kata bima kekeh yang tak dihiraukan yuna.


"Ayolah yun senyum..kamu kalau cemberut jelek banget tau ihh."kata Bima gemas dan mencubit pipi yuna.Para lelaki yang ada dikampus merasa iri dengan bima yang sangat dekat dengan yuna bahkan Bima bisa seenaknya mencubit pipi caby yuna.


"Sakit tau bim..aku tu jijik sama kamu sana jangan dekat-dekat."kata Yuna kesal.


"Ayolah tuan putri jangan ngambek lagi ya..janji deh aku traktir es krim."kata Bima.


"Aku masih marah."jawab yuna ketus.


"Baik gimana abis ngampus kita makan bakso mang asep."kata Bima yang membuat yuna tersenyum.


"Baiklah aku memaafkan kan mu."kata yuna girang.

__ADS_1


Bima benar-benar jatuh cinta pada sifat polos yuna,biasanya jika wanita lain ngambek mereka akan meminta barang mahal tapi yuna berbeda dan sangat sederhana.Dan itu yang membuat Bima terpesona.


__ADS_2