
Sella dan Alvin berbisik-bisik dan mereka tertawa-tawa. Lalu mereka keluar dari kamarnya dan mengintip apa yang sedang dilakukan mamah barunya.
Ternyata mamah barunya sedang duduk sambil baca majalah. Melihat hal itu timbul keisengan dalam benak kedua anak sambungnya itu.
Mereka berdua menoleh dan saling berpandangan lalu tersenyum. Mereka menuruni tangga dan mendekati mamah barunya.
"Aku mau makan seafood," kata Alvin tanpa menyebut atau memanggil mamah.
Della menoleh kearah mereka. Sesaat dia terdiam. Dia tidak percaya anak sambungnya mau berbicara padanya. Karena biasanya mereka akan cuek dan menganggap nya tidak ada.
"Mau seafood? Kalau begitu mamah masak dulu ya?" kata Della sambil beranjak bangun. Untuk pertama kalinya Alvin meminta dia memasak masakan kesukaannya, dan Della sangat senang karena nya.
Diapun segera membuka kulkas dan mengeluarkan udang serta yang lainnya. Dia membawanya kedapur dan mulai memasak. Sesekali dia menoleh pada mereka berdua yang menonton televisi sambil menunggu masalahnya matang.
Della berharap ini adalah awal yang baik untuk hubungan ibu dan anak sambung. Dia harap, mereka mulai menyukainya dan menerima dia sebagai ibu sambungnya. Della sangat mencintai Agam, karena itu dia berusaha mencintai semua orang yang di cintai juga oleh Agam.
Tidak lama kemudian, masakan Della sudah matang. Dia lalu menghidangkan untuk kedua anaknya.
"Ini, ayo dimakan...." kata Della dan melayani kedua anaknya dengan hati yang bahagia karena sikap Alvin dan Sella yang mulai berubah menjadi baik.
"Aku mau jus mangga, kamu buatkan ya?" kata Sella ketika Della baru saja duduk.
Della pun tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya. Tidak lama kemudian, dia datang dengan jus mangga segar dan memberikannya pada Sella. Della lalu duduk dan ingin menatap dua bocah itu dari dekat saat makan masakannya.
Namun batu saja duduk, Alvin juga meminta di buatkan jus olehnya.
"Aku mau jus jambu," kata Alvin. Della terhenyak.
"Kenapa tidak sekalian tadi memintanya? Mamah sudah mencuci blender ya,"
"Jika kau tidak mau buatkan ya sudah!" jawab Alvin ketus.
"Baiklah, mamah akan buatkan. Tunggu ya..." Della akhirnya berdiri dan pergi kedapur untuk membuat jus jambu. Dia mengambil blender dan yang lainnya yang baru saja dia cuci. Jika bukan karena mereka anak Agam, pastilah Della akan memarahi Alvin karena seperti tengah mengerjainya.
__ADS_1
Andai anak kandung sendiri, pasti dia sudah mengomel. Namun karena ini anak sambung, maka dia menahan rasa kesalnya.
Beberapa menit kemudian dia datang dengan jus jambu, namun Alvin tidak ada dimeja makan. Dan saat dia menoleh ke atas, Alvin berteriak dari lantai dua.
"Bawa kemari jusnya!" teriaknya lalu masuk ke kamar.
Della menarik nafas dalam dan panjang melihat sikap bocah itu. Namun dia tetap tegar dan sabar karena semua ini adalah bagian dari proses pendekatan. Diapun menaiki anak tangga satu demi satu. Sebenarnya badannya masih belum benar-benar fit, namun dia memaksa kan dirinya.
Dia ke lantai atas dengan hati-hati dan mengetuk kamar Alvin. Setelah itu membukanya dan masuk kedalam. Dia meletakkan jus itu di meja belajarnya. Karena dia lihat Alvin sedang membuka pekerjaan rumahnya.
"Jika sudah kau boleh pergi!" usir Alvin dan Della yang sedang menatapnya hanya tersenyum getir. Jangan harap mereka akan mengucapkan terimakasih, karena nada bicara mereka juga masih ketus.
Della lalu turun kebawah. Dia menelpon Agam karena sangat merindukan dirinya. Tiba-tiba saja Agam harus ke luar kota karena tuntutan pekerjaan dan semua itu terjadi dengan mendadak. Orang yang harusnya bertugas disana sedang sakit, jadi kata atasan Agam, dia harus menggantinya karena proyek ini sangat penting.
Karena itu, Della harus menjaga kedua anak Agam dengan baik. Dan Della berharap, mereka tidak membuat kenakalan selama ayahnya pergi.
.
"Kau! Kemarilah!" panggil Sella dengan tidak sedikitpun menghormati Della. Namun karena Della tahu ini ujian untuknya, maka dia tidak tersinggung ketika mereka tidak memanggil nya mamah.
"Aku dan Alvin mau nasi goreng tek-tek. Kau bisa belikan untuk kami?"
"Apa!?" Sesaat Della tertegun. Dia baru saja Operasi melahirkan. Dan jika harus berjalan ke gang yang sempit untuk membeli nasi goreng, maka dia belum pernah kesana.
"Mamah pesan lewat go food aja ya. Nasi goreng yang lainnya," kata Della merasa jika itu lebih praktis.
"Tidak mau! Kami maunya nasi goreng Tek Tek mang Umar!" kata Alvin dan Sella kompak.
"Tapi mamah...."
"Jika kau tidak mau ya sudah! Kami tidak akan makan malam ini!" ancam Sella dan di ikuti anggukan kepala Alvin yang cepat.
"Ehm, baiklah. Mamah akan membeli nasi goreng untuk kalian," kata Della melihat kedua anak Agam keras kepala dan tidak mau pesan yang praktis saja.
__ADS_1
"Atau...mamah bisa membuat yang lebih enak untuk kalian...."
Mereka berdua malah menatap Della dengan tajam.
"Tiiiiidaaaakkk!" Mereka berdua kompak menjawabnya.
Della sampai terhenyak kembali dan akhirnya mengalah.
"Baiklah, aku akan pergi membelinya," Della lalu keluar dan berjalan kira-kira dua ratus meter dari rumahnya lewat gang yang hanya bisa di lewati satu motor saja.
Gang itu sempit dan Della memilih untuk berjalan kaki pelan-pelan.
Tiba-tiba dia melewati sekelompok ibu-ibu yang sedang duduk santai di bawah pohon jambu air.
Begitu mereka melihatnya dari kejauhan, mereka langsung berbicara pelan setengah berbisik-bisik. Tadinya begitu rame, namun suara mereka mendadak menjadi lirih begitu dia lewat.
"Permisi Bu...." sapa Della saat melewati mereka.
Tiba-tiba satu dari mereka menghentikan langkahnya.
"Ada apa ya Bu....?" tanya Della kaget.
Satu ibu-ibu yang sangat gemuk berdiri dan menghalangi langkahnya. Matanya menatap Della dan ujung rambut hingga ujung kaki. Ternyata mereka adalah hatersnya. Mereka membenci para pelakor yang berselingkuh dengan suami orang. Dan mereka adalah grup arisan Tiara, mendiang istri pertama Agam.
"Kau....apakah kau istri barunya pak Agam?" tanya ibu itu. Della tersenyum ramah dan mengangguk.
"Jadi....kau yang membuat Tiara meninggal dunia?"
"Apa!? Maksud ibu?" Della kaget dengan tuduhan yang tidak benar itu.
"Kami adalah teman baiknya Tiara. Dan kami tahu jika kau adalah orang ketiga dalam rumah tangganya,"
"Bu, jangan asal kalau ngomong. Ini jalanan. Ini tempat umum. Lagian, siapa kalian hingga ikut campur urusan orang lain?" Della tidak ingin membuat keributan, namun jika dia di hina di tempat umum, dia tidak terima.
__ADS_1