Menikahimu Sebuah Kesalahan

Menikahimu Sebuah Kesalahan
MSK-Bab 23


__ADS_3

Semakin hari, Della semakin tidak bisa mengendalikan dirinya. Rasa sayang nya pada Yasmin semakin berlebihan. Dan sifat pilih kasihnya semakin kentara. Hingga puncaknya, Alvin sakit perut karena sering terlambat makan saat ayahnya ke luar negeri selama dua bulan.


Diapun di larikan ke rumah sakit, Della tidak memberitahu suaminya dan memilih untuk menghandle semuanya sendiri. Dia takut suaminya marah saat tahu apa yang terakhir dia lakukan pada Alvin. Satu hari sebelum perutnya sakit, dia tidak memberinya sarapan dan makan siang karena sayur panas yang tumpah dan mengenai tangan mungil Yasmin.


note...


(Versi nyata : Satu Minggu dirawat, Alvin semakin kritis dan akhirnya meninggal dunia saat ayahnya dalam perjalanan kembali)


Versi author


Karena kondisi Alvin semakin kritis, maka Sella berinisiatif untuk diam-diam menelpon ayahnya.


"Papah, cepatlah pulang, Alvin dirawat dirumah sakit," kata Sella dengan terisak.


Begitu mendengar kabar jika Alvin dirawat dirumah sakit, Agam langsung memesan tiket pesawat dari Arab Saudi dan kembali.


Dia langsung ke rumah sakit dan Sella sudah menunggu di depan rumah sakit tanpa sepengetahuan Della.


"Papah....!" Panggil Sella saat melihat Agam berjalan cepat tanpa menoleh kanan dan kiri. Pasti dia sangat cemas saat ini.


"Sella....dimana Alvin?" Sella langsung memeluk ayahnya dengan berurai airmata.


"Dia kritis pa...." kata Sella lirih.


"Bagaimana bisa terjadi?" Agam heran kenapa ada masalah sebesar ini Della tidak memberitahu nya.


Sella lalu menceritakan seperti apa kelakuan ibu sambungnya ketika ayahnya pergi ke luar negeri selama dua bulan. Mereka disuruh bersih-bersih rumah, mencuci dan sering terlambat makan.


Agam tercengang dan menatap tajam wajah putrinya yang beranjak remaja itu.


"Maafkan papah....mamahmu sudah membuat kalian menderita,"


"Jangan bilang pada mamah jika aku mengatakannya. Tapi aku takut terjadi apa-apa dengan Alvin. Aku sangat menyayangi nya..." kata Sella terbata.


"Tidak akan terjadi apa-apa dengan adikmu. Papah ada disini sekarang...." kata Agam lalu mengajak Sella masuk kedalam.


Disana dia melihat Della sedang duduk bersama Yasmin di luar ruangan dimana Alvin dirawat.


Melihat Sella berjalan disampingnya, hatinya menjadi cemas. Della menatap tak berkedip wajah suaminya.

__ADS_1


"Mas.... bagaimana kamu kembali lebih cepat?"


"Aku merasa tidak tenang selama bekerja. Dan ternyata kau mengkhianati kepercayaan ku....!" Agam geram saat menatap Della.


"Mas, apa maksud perkataan mu? Aku tidak mengkhianatimu. Aku selalu setia pada hubungan kita," kata Della berdiri tepat di hadapan Agam.


"Kau setia padaku. Tapi kau tidak menepati janjimu untuk menjaga kedua anakku dari Tiara dengan baik,"


"Mas....kau salah paham...."Della berkata lembut.


"Jangan memeras kesabaran ku. Kemasi barangmu dan pergilah dari rumahku...!" kata Agam dalam emosi yang dia tahan.


Sella kaget saat ayahnya akan mengusir ibunya. Dia pikir, ayahnya hanya akan menasehatinya saja. Tapi ternyata justru akan mengusirnya.


"Papah....." panggil Yasmin dalam gendongan Della dengan ceria. Dia tidak tahu apa yang terjadi karena masih kecil.


Sesaat Agam terkejut.


"Mas....aku mohon, jangan usir aku. Aku minta maaf, aku khilaf," Della langsung bersimpuh di kaki Agam.


Namun di waktu yang bersamaan, Agam masuk kedalam ruangan dimana Alvin dirawat.


Agam melangkah gontai melihat begitu banyak selang bagaikan selimut ditubuh Alvin.


Alvin menutup matanya. Dia mendengar suara ayahnya tapi mulutnya sulit untuk terbuka. Dia merasakan kehadiran keluarganya tapi badanya masih sulit digerakkan. Antara sadar dan tidak dia mendengar suara tangisan disekitarnya.


Karena tidak lama setelah Agam masuk, kakek dan neneknya semua datang untuk melihatnya. Agam yang memberi tahu mereka saat sampai di bandara tadi.


Semua keluarganya menatap Della dengan tajam bak pedang siap menikam.


Orang tua Agam menatap tajam wajah Della yang tertunduk di pintu ruangan itu. Sedangkan Agam, saat ini Yasmin berada didalam gendongan nya.


"Tindakan mu bisa aku laporkan pada polisi jika saja aku tidak ingat kau ibu dari Yasmin...." kata ibunya Agam menatap tajam wajah menantunya seakan ingin menelannya saat ini.


"Maafkan aku...ibu....aku minta maaf...." Della akan bersimpuh dikaki ibunya Agam, tapi ibunya langsung meninggalkan dirinya.


Dan orang tua Tiara juga datang untuk menjenguk Alvin, saat tahu mereka tidak di beri kabar sedangkan cucunya dalam keadaan kritis, mereka menjadi sangat berang dan marah.


"Bagaimana pun, kami adalah mantan mertua Agam, dan mereka berdua, anak-anak yang kau sia-sia, mereka adalah anak putri kami Tiara. Tindakan mu sangat buruk pada mereka....!" mantan ibu mertua Agam berdiri dihadapan Della. Menunduk menatap wajah Della yang bersimpuh di ruangan itu namun tidak ada yang mempedulikan nya.

__ADS_1


"Maafkan aku......" Della menunduk, menangis dan menyesali perbuatannya, namun tidak ada yang mau mendengarkan dirinya saat ini.


Yasmin turun dari gendongan Agam dan berjalan ke arah ibunya yang terbuat sendirian.


"Mamah..." Yasmin mengambil salah satu tangannya dan mengajaknya berdiri.


.......


Dua Minggu kemudian,


Alvin sudah kembali dari rumah sakit. Dan Agam sangat marah pada Della hingga mengembalikannya pada kedua orang tuanya.


Apa yang dia lakukan sangat menyakiti hatinya. Dia belum bisa memaafkan Della. Yasmin karena masih kecil, dia tidak mau di pisahkan dari ibunya. Hingga Agam terpaksa tinggal berjauhan dengannya.


Alvin dan Sella nampak sangat bahagia saat ini, selain karena mereka telah remaja, saat tidak ada ibu sambungnya, ayahnya sangat memperhatikan mereka berdua.


Kini Agam mulai menyadari jika kedua anaknya tidak membutuhkan ibu sambung lagi. Ibunya Tiara mencarikan pembantu di rumah mereka untuk merawat kedua cucunya.


Saat Alvin, Sella dan Agam sedang duduk di teras sambil bersenda gurau, tiba-tiba Della dan Yasmin berdiri di pintu pagar rumahnya. Menatap mereka bertiga dengan mata sendu.


Mereka hanya berdiri dan takut untuk melangkah masuk. Agam, Sella dan Alvin saling berpandangan.


Tamat


Kemungkinan satu...


Agam mungkin memaafkan kesalahannya, dan Della berjanji untuk mengubah sikapnya.


Kemungkinan dua...


Agam dan kedua anaknya sudah bahagia, karena mereka sudah besar, maka tidak membutuhkan kehadiran ibu untuk mengurus keperluan mereka.


Kemungkinan ketiga...


Agam menceraikan dirinya dan dia memilih untuk hidup bersama kedua anaknya saja. Dan Yasmin tetap bisa bertemu dengannya sesuka hatinya, setelah bercerai.


 


Terimakasih banyak buat semua teman-teman yang sudah mendukung semua karya "Mona Al" 🙏😁😍😘

__ADS_1


Maaf mak, kadang halunya berlebihan 🙈


__ADS_2