
Lima tahun kemudian,
Della dan Agam sudah dikaruniai anak perempuan yang cantik, namun entah kenapa dia sedikit nakal. Dia sering membuat Sella dan Alvin di marahi oleh ibunya karena kenakalan nya.
"Dik, kembalikan buku itu. Itu buku pr, jangan sampai sobek...." kata Sella ketika adiknya tiba-tiba masuk kamarnya dan memegang buku itu seakan ingin merobeknya.
"Aku mau buku ini. Buat main," katanya dan salah satu tangannya mulai menyobek satu lembar halaman buku itu.
"Dik, jangan! Nanti aku di marahi ibu guru...." Sella mulai berkaca-kaca.
"Biarin!" adiknya ini memang kelewat di manja oleh Agam serta Della. Hingga dia super nakal dan mulai terbiasa mengadu pada ibunya.
"Dik, kembalikan!" Della merebut buku itu dari tangan Yasmin. Dan Yasmin berteriak sangat keras hingga membuat Della berlari kearah suara itu.
"Yasmin! Ada apa nak...." teriak Della lembut.
"Mamah. Mbak Sella nakal! Aku di pukul. Sakit sekali....."
"Loh, siapa yang mukul. Kok bilang aku mukul sih dik. Aku kan ngga mukul kamu," Sella membela diri. Dan apa yang terjadi selanjutnya? Della terbelalak dan menatap tajam anak sambungnya.
"Jadi begini yah kelakuan mu terhadap adikmu. Kenapa kamu memukulnya. Dia masih kecil," Della tanpa sadar berubah dari kebiasaan bicara lembut dan mulai bicara dengan nada tinggi.
"Mah, sumpah! Aku tidak memukulnya. Aku hanya bilang jika dia tidak boleh main buku pr ku. Nanti aku bisa di marahi oleh Bu guru," kata Sella mulai menitikkan airmata.
__ADS_1
Sejak Yasmin lahir ke dunia ini, perhatian kedua orang tuanya mulai berubah. Mereka sangat meng anak emaskan Yasmin, terutama mamahnya. Dan lambat laun, Yasmin menjadi sangat nakal dan senang jika kedua kakaknya di marahi oleh ayah dan ibunya.
"Jadi kamu di pukul? Disebelah mana kakakmu memukulmu?" tanya Della dengan emosi. Dia sedang memasak dan baru saja mencuci piring. Dalam keadaan lelah, emosinya sangat mudah sekali meledak.
"Disini," ternyata Yasmin kecil sudah pandai berbohong. Dia senang melihat kakaknya di marahi oleh ibunya.
"Ohh, begitu ya. Karena dia adik tiri maka kau seenaknya memukulnya? Jadi kau sering memukulnya seperti ini?" Tiba-tiba Della mengambil penggaris dan memukul Sella berkali-kali.
"Aduh! Sakit mah! Jangan mah.....! Aku tidak memukulnya...aku benar-benar tidak memukulnya...." Della langsung menggendong Yasmin pergi. Sementara Sella memegang kepalanya yang sakit karena di pukul oleh ibu sambungnya.
"Mah, kenapa kau memukulku?"
Sella menangis terisak-isak. Dan tiba-tiba Alvin datang untuk meminjam penghapus darinya. Karena miliknya hilang entah kemana.
Sella segera mengusap airmatanya. Dia tidak ingin adiknya sedih karena dia baru saja di pukul oleh mamahnya.
"Ambil saja," jawab Sella dengan suara parau.
"Kak, kau baik-baik saja?" tanya Alvin saat mendengar suara serak kakaknya seperti baru saja menangis.
"Aku tidak papa...."
Alvin lalu kembali ke kamarnya.
__ADS_1
.....
Malam ini dimeja makan.
"Mas, uang bulanan sekarang lebih cepat habis, Sella dan Alvin lebih baik pindah sekolah saja. Disana biayanya terlalu mahal," kata Della dan membuat Agam terhenyak.
"Tapi itu adalah sekolah impian Tiara untuk mereka. Dan jika tiba-tiba kita pindahkan mereka, mereka akan sedih," kata Agam.
"Mas, kita punya tiga anak. Harusnya kau juga bersikap adil pada Yasmin. Teman-temannya sekolah di TK favorit. Dan dia hanya di TK biasa. Aku juga ingin dia seperti mereka," kata Della terlihat sedih.
"Tapi Yasmin masih kecil Della. Jika ingin sekolah ditempat yang mahal, tunggu nanti kalau sudah sebesar Sella dan Alvin,"
"Ah kamu mas. Kamu lebih sayang sama mereka daripada Yasmin,"
"Della...."
"Sudahlah mas. Jangan diteruskan. Aku malah tambah sedih jadinya...."
Agam hanya bisa menatap bingung dengan sikap Della kali ini.
Mas Agam memang tidak adil! batin Della dalam hati.
.........
__ADS_1