Menikahimu Sebuah Kesalahan

Menikahimu Sebuah Kesalahan
MSK-Bab 14


__ADS_3

"Aku tidak menyangka kau bisa ceroboh seperti ini!" Agam marah pada Della saat dia mampir kerumah sebentar dan meninggalkan kedua anaknya dirumah sakit bersama Asti, kakaknya.


Della yang baru bangun tidur karena kondisinya yang belum fit, kaget. Suaminya tiba-tiba datang dan marah padanya. Memangnya apa salahnya.


"Kau tidak tahu dimana kedua anakmu? Mereka dirumah sakit?" kata Agam dan membuat Della terbelalak.


"Apa? Tapi bagaimana bisa?" Della jelas saja tidak tahu. Dia langsung istirahat tadi dan dia berfikir jika kedua anaknya bersama neneknya. Karena memang tidak ada suara sejak tadi dan Della belum turun ke lantai satu, dan tidak tahu apa yang sudah terjadi.


"Sudah ku bilang! Menikahimu adalah sebuah kesalahan! Kau tidak pecus menjaga kedua anakku!" Amarah Agam memuncak dan Della kaget dengan makian Agam yang sangat menyakiti perasaannya.


"Sebuah kesalahan kau bilang? Bukankah kita sama-sama suka, bahkan saat kau masih menjadi suami mbak Tiara, kau memang menyukaiku?" Della terbelalak dan hatinya serasa terbakar dari dalam.


"Kau menjebak diriku! Kau hamil dan memaksa agar aku menikahimu! Ini adalah kesalahan terbesarku!" teriak Agam emosional.


Agam membalikkan tubuhnya dan Della tidak percaya Agam tega sekali bicara seperti itu padanya. Della bangkit dan mendekati Agam lalu membalikkan badannya.


"Beginikah sikap pria? Saat belum menjadi istrinya, kau sangat manis dan hangat. Setelah menjadi istri, kau bilang hubungan kita sebuah kesalahan?" Della menatap tajam manik mata Agam.


Agam membuang wajahnya dan membalikkan badannya.


"Aku akan kerumah sakit lagi. Aku pulang karena aku ingin ganti baju!"


Agam tiba-tiba berlalu dan membiarkan Della yang berdiri seperti patung batu. Della menatap punggung suaminya dengan sejuta kehancuran. Impiannya menjadi istrinya begitu besar. Tapi kenapa sikap suaminya berubah setelah mereka menikah. Dulu saat berselingkuh, sikapnya sangat romantis dan hangat. Dan setelah menjadi suami istri, sikapnya kadang baik dan kadang kasar.


"Kau tidak bertanya apakah aku baik-baik saja? Kau tidak bertanya apakah dukaku karena kehilangan anakku sudah hilang? Kau juga tidak bertanya, dan tidak khawatir padaku. Kau hanya khawatir pada anakmu," Della terduduk diranjang dengan sedih. Dia berbicara lirih dan tidak ada siapapun di kamarnya.


Beberapa menit kemudian, dia mendengar suara mobil menunggu garasi Dan Della meneteskan airmata karena disalahkan atas apa yang terjadi.


"Kau bahkan tidak pamit kalau kau akan pergi....kenapa mencintai mu sangat menyakitkan seperti ini?"


Della beranjak bangun dan membuka tirai jendela. Menatap ke bawah dimana hanya ada sisa asap mesin mobil yang baru saja meninggalkan halaman.


.


Dua hari kemudian, Sella dan Alvin sudah kembali dari rumah sakit. Della dilarang pergi kerumah sakit oleh dokter karena kondisinya yang belum fit. Dia tidak boleh kesana karena disana banyak kuman dan virus. Jika tidak fit, maka akan mudah terkena virus. Akhirnya Della hanya menunggu mereka kembali dari rumah sakit.

__ADS_1


Mobil suaminya datang, dan mereka melangkah masuk kedalam.


Della yang mulai membaik menyambut mereka bertiga. Namun sepertinya mereka acuh padanya, dan membuatnya tertegun.


"Della, Alvin, syukurlah kalian sudah pulang. Maaf, mamah tidak menjenguk kalian dirumah sakit karena dokter melarangnya," kata Della pelan dan tersenyum hangat.


"Baguslah kalau begitu. Lebih baik kau tidak datang!" jawab Sella dengan ketus.


Agam menatap Sella dan menasehatinya.


"Kau tidak boleh bersikap tidak sopan pada mamahmu. Jawablah dengan sopan," nasehat Agam. Dia memang kesal pada Della, namun dia tidak ingin anaknya kehilangan sopan santunnya pada orang yang lebih tua.


"Minta maaflah pada mamahmu,"


Sella menoleh kearah mamah mudanya dan menatap tajam kearahnya. Dia kesal karena ayahnya menasehati nya didepan wanita ini, bisiknya dalam hati.


"Sella....." kata ayahnya lagi saat Sella diam saja.


"Maaf!" Kalimat singkat yang tidak diucapkan tulus dari hati di jawab anggukan kepala oleh Della.


"Sudahlah mas. Tidak papa," kata Della sambil menggandeng Sella untuk membantunya duduk. Namun Sella menolaknya dan memilih untuk berjalan perlahan tanpa bantuan mamah tirinya.


"Papah harus pergi lagi keluar kota. Pekerjaan disana belum selesai dan papah ijin karena kalian sakit," kata Agam pada kedua anaknya.


Mereka hanya diam tertunduk. Jika ayahnya pergi, artinya yang akan mengurusnya adalah mamah tirinya. Dan mereka berdua tidak suka dengan hal itu.


"Kok malah diam. Bagaimana? Tidak papa kan? Ada mamah yang akan mengurus semua keperluan kalian. Mintalah padanya jika ingin sesuatu. Jangan memasak di dapur lagi jika tidak ada orang dirumah," kata Agam panjang lebar sebelum berangkat ke luar kota lagi.


Mereka berdua akhirnya mengangguk. Agam lalu beranjak dan akan keluar lagi karena dia sudah ditunggu untuk rapat penting di luar kota masalah proyek yang sedang berjalan.


Della juga berdiri dan mengantarkan Agam hingga ke pintu depan.


"Kau harus menjaga mereka dengan baik. Jangan sampai terulang hal seperti ini," pesan Agam, namun entah kenapa tersirat rasa sedih dengan kalimat itu dalam hati Della.


"Iya mas," jawab Della.

__ADS_1


Dia sudah berdiri dan menunggu suaminya untuk mencium keningnya namun rupanya Agam malah langsung masuk kedalam mobil.


"Ohh," Della yang sudah menunggu menjadi kecewa. Mobil itu perlahan meninggalkan halaman rumahnya.


Lama Della berdiri terpaku di depan rumahnya hingga mobil suaminya tidak terlihat lagi.


"Mbak! Ambilkan aku minum!" Terdengar teriakan anak Agam dari ruang tengah.


Della tersentak dan langsung masuk kembali kedalam rumahnya.


"Masaklah nasi goreng seafood yang enak. Awas kalau tidak enak. Kami tidak akan makan!" seru Sella lagi dan di jawab anggukan kepala oleh Della.


Dalam hati rasanya sakit diperlakukan seperti itu oleh anak tirinya. Sebelum nya dia adalah wanita karir yang berdedikasi di kantor. Namun sekarang dia merasa sedang diperlakukan seperti pembantu dirumah suaminya. Namun, impiannya untuk menjadi istrinya Agam telah membutakannya.


"Aku harus sabar. Mereka hanyalah anak-anak. Jika sabar, maka aku akan mendapatkan keinginan ku..." Della berbicara didalam hati menguatkan dirinya sendiri.


Setengah jam kemudian, Della sudah keluar lagi dengan nasi goreng di atas nampan. Lalu memberikan nya pada kedua anak Agam.


Dan saat mencicipi nasi goreng buatan mamah barunya, Sella langsung melotot tajam!


"Kenapa pedas sekali!?"


Prangggg!


Piring serta nasi goreng itu dilempar dan jatuh di kaki seseorang.


Ternyata orang tua Della datang untuk melihat keadaan nya juga kedua anak sambungnya. Dan saat melihat apa yang terjadi, mereka sangat kaget.


Piring dilempar bersama makanan, itu penghinaan sekali, batin ibunya Della.


"Della......!" panggil ibunya mengagetkan Della.


Dellapun menoleh dan terdiam.


"Ayah, ibu....!"

__ADS_1


Sementara kedua anak Agam ketakutan dan berjalan terseok-seok meninggalkan ruangan itu.


Mata kedua orang tua Della menatap tajam wajah putrinya. Mereka sangat tertegun melihat apa yang baru saja terjadi. Sementara Della, kaget karena orang tuanya datang tiba-tiba. Dan mereka pasti sedih melihat keadaannya saat ini.


__ADS_2