Menikahimu Sebuah Kesalahan

Menikahimu Sebuah Kesalahan
MSK-Bab 6


__ADS_3

Ayahnya Agam turun dari lantai atas dan sesaat mengamati tamunya yang baru saja masuk. Dia tidak mengenal mereka berdua, sedangkan Asti berjalan ke dapur untuk menemui ibunya. Asti lalu membisikkan sesuatu ke telinga ibunya.


"Mereka datang!" katanya lirih.


"Siapa?" tanya ibunya.


"Orang tua gadis itu," jawab Asti.


Mereka lalu menemui tamu dan duduk berbincang. Orang tua Della ya g pertama kali membuka pembicaraan dan mengatakan maksud kedatangannya.


"Kami datang karena anak kami, dia hamil, dan yang melakukannya adalah putra kalian. Jadi kami selaku orang tua Della ingin agar Putra anda bertanggung jawab dan menikahi putri kami,"


Sesaat hening dan kedua orang tua Agam saling berpandangan.


"Itu yang sedang kami pikirkan," kata ayah Agam.


Lalu istrinya ikut berbicara,"menantu kami baru saja meninggal dan Agam masih berduka karenanya, jadi itulah kenapa kami masih mempertimbangkannya," kata ibunya Agam.


"Jadi putra kalian sudah menikah?" sekarang kedua orang tua Della terbelalak kaget.


"Iya....dan dia Ayah dari dua anak," jawab ibunya.


Sekarang kedua orang tua Della benar-benar malu karena putrinya telah berhubungan dengan pria yang sudah menikah.


"Apa mereka berselingkuh?" istrinya bergumam dan kakinya diinjak oleh suaminya. Mereka lalu pamit dan menunggu keluarga Agam datang melamar di saat waktunya tepat.


.


Tiga bulan kemudian,


Karena tidak bisa lari dari masalah begitu saja, Agam memutuskan untuk bertanggungjawab dan menikahi Della. Kedua orang tua Agam juga tidak bisa berkata apa-apa lagi. Pada kenyataannya, anaknya memang sudah membuat wanita itu hamil.


Kedua orang tua Della, awalnya juga bingung, mengingat Agam bukanlah perjaka. Ternyata dia adalah duda dengan dua orang anak. Mereka khawatir jika putrinya tidak bahagia dan tidak bisa beradaptasi dengan kedua anak Agam. Namun, Della meyakinkan orang tuanya jika dia pasti bisa membuat kedua anak Agam menyukai dan menerima dirinya.


Pernikahan akhirnya dilangsungkan secara sederhana. Hanya di hadiri oleh dua keluarga besar. Tidak ada tamu dan perayaan. Setelah ijab maka mereka pulang kerumah Agam.


Sella dan Alvin hanya bisa diam dan sedih melihat ayahnya menikah lagi. Apalagi dia dengar tidak lama lagi ibu sambungnya itu akan punya anak dan menjadi adiknya. Kasih sayang ayahnya akan terbagi, dan mereka takut, kehilangan kasih sayang dari ayahnya setelah pernikahan ini.

__ADS_1


Saat ini Della dan Agam sudah berada dikamar Agam yang sudah di cat ulang. Semua itu dilakukan untuk menghilangkan kenangan lama dalam benak Agam. Sekarang istrinya adalah Della, dan Tiara adalah masa lalu baginya.


Agam lalu keluar untuk melihat kedua anaknya sebelum dia sendiri tidur bersama istri barunya itu.


"Kenapa wajah kalian murung seperti ini?" tanya Agam ketika melihat wajah kedua anaknya murung dan tertunduk menatap lantai dikamar Alvin.


"Kenapa kau menikah lagi ayah?" tanya Alvin mendongak dan berpandangan dengan ayahnya.


"Hmm..." Agam berfikir untuk mencari jawaban yang bisa diterima oleh kedua buah hatinya.


"Ayah berfikir jika ayah sibuk bekerja, maka kalian membutuhkan ibu untuk menjaga dan mengurus semua keperluan kalian," kata Agam.


"Apakah semua akan berubah setelah dia ada disini?" Sella nampak cemas jika dia tidak bisa dekat dengan ibu barunya itu.


"Tidak! Tidak ada yang akan berubah. Semua akan tetap sama.... kalian tidur sekarang ya...sudah malam..." ucap Agam sembari tersenyum kecil pada kedua buah hatinya.


.


Agam kembali ke kamarnya dan dia lihat Della baru saja berganti gaun pengantin dengan baju tidur yang indah. Della menoleh kearah Agam. Dalam hati berkata, jika dia sudah lama menunggu saat indah seperti ini. Takdir berpihak padanya.


"Agam, kau tahu, aku selalu berharap takdir mempertemukan kita dalam hubungan pernikahan. Dan sekarang semua itu benar-benar menjadi kenyataan," kata Della berbisik dan tanganya merangkul leher Agam dari belakang. Hingga dadanya merasa hangat saat menyentuh punggung Agam.


"Hmm," Agam terdiam, dia menarik nafas dengan berat dan menghempaskan nya perlahan.


"Kau tahu, aku sangat bahagia karena akhirnya menjadi istrimu. Biasanya aku hanya membayangkan nya saja lalu saat malam hari, bermimpi tentangmu. Dan saat bangun, aku sedih, karena ternyata itu hanya mimpi," Della mesih merangkulnya dan bercerita tentang apa yang selama ini dia rasakan.


"Hmm, begitu ya..."


"Kau bahagia dengan istrimu, dan aku merasa tidak nyaman dengan hal itu. Setiap kali melihatmu makan siang dengan bekal yang di siapkan oleh istrimu, aku merasa andai aku yang melakukannya," ucap Della lagi teringat akan beberapa peristiwa yang membuatnya tidak nyaman ketika memendam cinta diam-diam pada suami orang.


"Sekarang kau adalah istriku. Kau yang akan menyiapkan semua itu untukku," kata Agam dan Della melepaskan rangkulannya.


"Hehe, ya kau benar. Aku menjadi istrimu sekaligus ibu untuk kedua anakmu. Aku akan menyiapkan makanan untuk kalian setiap hari,"


"Tentu, kau bisa melakukannya,"


Della lalu berpindah duduk di samping Agam dan menggenggam erat kedua tangannya.

__ADS_1


"Apakah, kau menikahiku karena terpaksa? Jika aku tidak hamil, mungkinkah kita akan menikah?" tanya Della karena saat awal mengetahui kehamilannya, Agam sempat menolaknya dan menyuruhnya menggugurkan kandungannya.


"Kenapa bertanya seperti itu?"


"Karena, ah, tidak. Lupakan saja, kau pasti lelah, aku akan memijit mu...." kata Della tersenyum tipis.


Agam lalu berbaring dan Della mulai mengusap punggungnya. Tiba-tiba, terdengar pintu diketuk dari luar.


"Papah...maaf...tapi Alvin....dia menangis!" kata Della didepan pintu kamar ayahnya.


Mendengar suara Della di luar kamarnya, Agam segera duduk dan membuat Della terperanjat kaget.


"Ada apa?" tanya Della menatap Agam.


"Apakah kau tidak mendengar? Itu suara Sella, diluar kamar," kata Agam dan segera bangun untuk melihatnya. Della memijat sambil melamun, sehingga dia tidak mendengar apapun.


Kreeekkk!


"Ada apa?"


"Alvin, dia menangis dan tidak mau berhenti sejak tadi...." kata Sella menjelaskan.


"Ayo kita lihat!" kata Agam dan menutup pintu kamarnya lalu pergi kekamar Alvin.


Dikamar itu, dia melihat Alvin menangis dengan memeluk bantal dan juga foto ibunya. Agam lalu berjalan mendekatinya. Dia tahu ke apa Alvin tiba-tiba seperti ini. Alvin memang sangat dekat dengan Tiara, dan sekarang dia pasti sedang merindukan ibunya.


"Ada apa? Kenapa menangis?"


Alvin sesenggukan lalu memeluk ayahnya.


"Papah...aku kangen sama mamah..." ucap Alvin dan foto itu terlepas dari tangannya.


Agam mengambil foto itu dan tersenyum melihat foto Tiara dan Alvin yang sedang tertawa bersama.


"Besok, kita akan ke sana untuk menabur bunga. Ayah akan mengantarmu kesana," maksudnya adalah ke kuburan. Jika Alvin kangen maka dengan melihat tempat pembaringan terakhir ibunya dan menabur bunga, maka akan mengurangi kesedihannya.


"Papa...tidurlah disini..." pinta Alvin sambil memeluk papanya.

__ADS_1


"......" Agam terpaku dan lama dia berfikir hingga akhirnya mengangguk. Malam ini adalah malam pengantin untuknya dan Della. Namun dia juga tidak bisa menolak permintaan anaknya.


Della melihat jam di dinding berulang kali, dan menunggu suaminya datang. Namun hingga jam itu berputar dua kali yang artinya sudah dua jam dia menunggu, Agam tidak datang juga. Karena lelah dan mengantuk, Della pun tertidur tanpa sadar.


__ADS_2