
"Kau! Berani sekali bicara seperti itu?" Wanita gemuk itu tidak terima ketika Della melawannya.
Diapun mendorong Della hingga dia terjatuh dan dikakinya mengalir darah.
Wanita gemuk itu langsung kaget dan ketakutan. Dia cepat meninggalkan Della saat melihatnya kesakitan.
Sementara dua temannya tidak tega dan memilih menolong Della. Namun saat mereka mendekat, Della sudah pingsan.
"Mbak, gimana ini? Dia malah pingsan," kata Ratih temannya.
"Ayo kita bawa kerumah sakit!" ajak Nina dan minta bantuan tetangga untuk menolong Della.
"Tolooooong!" Teriak mereka berdua. Dalam waktu sekejap beberapa orang datang dan langsung mengangkat tubuh Della ke mobil salah satu tetangga yang menawarkan bantuan dengan mobilnya.
"Ayo cepat! Kita bawa kerumah sakit!"
Della akhirnya dibawa kerumah sakit terdekat dan langsung mendapat pertolongan dari dokter. Ratih menelpon orang tua Agam yang tidak lain adalah mertuanya Della. Rumah mereka dekat dengan rumah Agam, jadi mereka tahu nomor handphone nya karena satu RT dan juga satu grup arisan.
Mereka segera kerumah sakit begitu mendengar kabar Della dirawat. Karena Agam sedang tugas ke luar kota, maka mereka yang menemani Della dirumah sakit.
.
Dirumah, Sella dan Alvin gelisah karena menunggu ibu tirinya yang tidak kunjung datang.
"Apa dia pergi ke Hongkong?" decak Sella karena perutnya sudah sangat lapar.
"Kenapa pergi beli nasi goreng saja lama sekali!?" ucapnya kesal sambil menahan lapar.
"Iya kak. Sudah satu jam lebih tapi tidak datang juga!" Alvin juga sangat lapar. Ayahnya tidak ada dirumah.
"Apa dia berbohong?" tanya Alvin menoleh pada Sella. Mereka mondar-mandir di teras dan akan memarahi Della jika dia datang karena pergi nya sangat lama dan membuat mereka kesakitan karena menahan lapar.
"Entahlah!" sahut Sella sambil sesekali melongok ke jalanan.
"Dia mengerjai kita. Dia sengaja pergi lama, agar kita sakit perut!" kata Alvin.
"Awas saja jika dia sampai melakukan hal itu. Aku akan membuatnya semakin menderita," timpal Sella.
__ADS_1
Mereka terus mondar-mandir dan saling menatap dengan wajah kesal. Alvin berlari ke jalanan dan melihat ke kanan serta ke kiri. Dia kembali ke teras sambil mengangkat kedua bahunya.
"Tidak ada tanda-tanda dia akan datang," katanya.
"Ini pasti akal liciknya. Dia tahu kalau kita mengerjainya. Jadi dia membalasnya," kata Sella lalu masuk kedalam.
Alvin mengikutinya di belakangnya. Mereka lalu duduk di sofa dengan putus asa sambil menahan lapar.
"Aku sudah tidak tahan. Aku sangat lapar. Ayo kita makan apa?" tanya Alvin pada kakaknya yang lebih besar.
"Mie instan?"
"Boleh," sahut Alvin lesu. Dia sedang malas makan mie instan. Tapi karena tidak ada yang bisa dimakan, maka mereka terpaksa membuatnya.
Sella lalu beranjak ke dapur dan menyalakan kompor.
"Aku belum pernah membuatnya," kata Sella karena dia memang tidak boleh mendekati dapur saat ibunya masih hidup. Ibunya selalu mengatakan jika menyalakan kompor tanpa pengawasan orang dewasa itu berbahaya. Jika lupa, bisa menciptakan kebakaran.
"Kau pasti bisa kak. Aku sudah sangat lapar...." Alvin mulai memegang perutnya yang sakit.
Sella pun akhirnya memberanikan diri untuk menyalakan kompor dan masak mie instan dan ini adalah pengalaman pertamanya.
Saat airnya mendidih, dia akan mengecilkan apinya, tapi tiba-tiba salah satu tangannya menyenggol gagang panci, maka air panas itu menyiram perut dan paha nya hingga dia berteriak minta tolong.
"Aaawwww....Alvin....tolooooonggg!"
Alvin segera berlari dan saat melihat kakaknya tersiram air panas, dia kebingungan. Dan dia langsung berteriak minta tolong pada tetangga.
Kebetulan ada tukang sayur yang lewat. Dan saat mendengar ada anak kecil berteriak minta tolong, diapun berhenti dan menoleh ke arah rumah yang pintunya terbuka.
Dia mendekat dan mendengar jika suara minta tolong itu berasa dari rumah ini.
"Tolooongggg!"
Tukang sayur itu terburu-buru ingin menolong, dan dia segera masuk kedalam. Sampai didalam dia melihat kedua anak itu menangis menahan sakit. Ternyata, karena panik, Alvin mematikan kompor dan menyentuh panci yang menyiram kakaknya hingga tangannya terasa terbakar dan kemerahan.
Tukang sayur itu langsung berteriak dan tidak lama tetangga berdatangan. Mereka lalu membawa Alvin dan Sella ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.
__ADS_1
.
Sementara, Della sudah boleh pulang karena dia tidak mau rawat inap. Dia di antar oleh mertuanya hingga kerumah. Disana Della langsung berbaring dikamarnya. Dan mertuanya bingung saat melihat rumah terasa sepi.
"Kenapa sepi sekali? Dan pintu luar terbuka? Kemana Sella dan Alvin?" tanya ibu mertuanya.
Della terhenyak kaget.
"Mungkin mereka diatas. Dikamarnya," kata Della.
Ibu mertuanya lalu duduk disampingnya, dan menasehatinya agar tidak banyak beraktifitas.
"Kau harus banyak istirahat dulu. Tunggu sampai kondisimu pulih," kata ibu mertuanya.
"Iya Bu..." jawab Della. Dia terlihat melamun dan sedikit sedih. Sebenarnya dia juga ingin istirahat. Tapi suaminya keluar kota, dia punya anak sambung Alvin dan Sella. Dan ternyata kedua anaknya itu terus mengerjainya dan membuatnya kelelahan.
Tapi mau bagaimana lagi? Dan jika dia mengeluh pada Agam, maka apa yang akan dipikirkan oleh suaminya itu. Nanti dia malah disangka ibu tiri yang jahat. Yang suka mengadu padanya tentang kenakalan anak sambungnya. Lagi-lagi Della memilih untuk diam dan tidak mengeluh akan kenakalan kedua anak sambungnya itu.
"Jangan melamun. Apa yang kau pikir kan? Apakah kau mau aku memberitahu Agam?" tanya ibunya saat melihat Della melamun.
"Jangan Bu. Nanti Mas Agam malah jadi khawatir. Tidak papa. Aku hanya berfikir kapan aku bisa pulih dan beraktivitas normal kembali," kata Della pada mertuanya.
"Biasanya kalau sudah satu bulan. Karena masa nifas akan berakhir sampai satu bulan. Dan saat itu kau akan mulai pulih. Sementara ini banyak-banyak lah istirahat," kata ibunya.
Bagaimana pun, sebenarnya mertuanya tidak menyukai Della. Namun karena Agam mencintai nya maka orang tuanya bisa apa. Dan lagi, saat itu dia sudah mengandung anak Agam, walau akhirnya anak itu meninggal didalam kandungan.
Wanita yang mau berselingkuh dengan suami orang selalu dia cap tidak baik dari segi moral. Mereka dianggap tidak punya prinsip dan etika. Mereka menyakiti hati wanita lain dengan sengaja. Karena itulah, banyak orang membenci wanita perebut suami orang.
Namun lagi-lagi, wanita ini sekarang sudah resmi menjadi menantunya. Bagaimana pun dia harus menerima keadaan ini. Dan lagi, dia juga memikirkan jika kedua cucunya butuh ibu untuk menjaga dan mengurus makanan untuk mereka.
"Bu....apakah aku bisa menjadi ibu yang baik untuk Sella dan Alvin?" tanya Della tiba-tiba membuat mertuanya kaget.
"Apa maksudmu?" tanya ibu mertuanya.
"Aku berusaha meyakinkan mereka jika aku bukan ibu tiri yang jahat. Namun, apa yang sering mereka dengar tentang ibu tiri yang kejam, membuat mereka menjaga jarak dariku," kata Della sambil menahan nafas karena tidak mudah dia mengatakan hal ini pada nenek dari cucunya.
"Kau harus sabar. Mereka terbiasa dengan ibu kandungnya. Dan kalian juga tidak saling mengenal sebelumnya. Mungkin, mereka butuh waktu untuk bisa menerima dirimu. Kau harus lebih sabar dan terus berusaha mendekati mereka," nasehat ibu mertuanya.
__ADS_1
Della tersenyum masam. Dan menatap ke luar jendela kamarnya.