Menikahimu Sebuah Kesalahan

Menikahimu Sebuah Kesalahan
MSK-Bab 13


__ADS_3

Sang ibu mertua merasa aneh dengan kondisi rumah ini setelah setengah jam menunggu di kamar Della dan tidak ada suara apapun. Sangat sepi seakan tidak ada orang lain selain mereka berdua.


Diapun keluar untuk melihat kedua cucunya. Dan saat dia melihat kamarnya, ternyata mereka berdua tidak ada disana.


"Sella, Alvin...." sang nenek memanggil mereka namun tidak ada sahutan.


Sang nenek lalu berjalan menuruni tangga. Dia pikir Sella dan Alvin ada di ruangan bawah.


"Sella, Alvin...!" Panggilnya lagi.


Masih tidak ada sahutan, sang nenek lalu berjalan ke dapur, dan dia sangat terkejut saat melihat dapur berantakan. Sisa air tercecer dimana-mana. Dan panci itu juga ada di lantai.


Deg. Tiba-tiba saja firasat buruk hinggap di benaknya.


Dan saat dia memikirkan nya, dia mendapat pesan dari Asti jika Sella dan Alvin ada dirumah sakit.


"Dirumah sakit? Astaga...!" Sang nenek sangat terkejut dan segera keluar untuk ke rumah sakit melihat cucunya.


Dirumah sakit, Asti sudah ada disana mengurus administrasi dan juga sedih menatap pada ibunya.


"Bagaimana bisa terjadi?" tanya Ibunya. Asti lalu menceritakan kejadian itu yang dia dengar dari Abang tukang sayur. Dan mendengar hal itu, sang nenek sangat sedih.


"Tadi ibunya, sekarang anaknya yang masuk kerumah sakit. Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi," keluh sang nenek.


"Sepertinya mereka belum bisa menerima kehadiran istri Agam yang baru Bu," kata Asti lirih.


Sang ibu nampak kaget dan menatap Asti dengan tajam.


Sang ibu jadi teringat pada perkataan menantunya tadi, jika kedua anaknya masih menjaga jarak dengannya.


"Ohh, sekarang ibu mengerti....."


Tap tap tap!


Tiba-tiba Agam muncul di pintu setelah Asti menelponnya.

__ADS_1


"Mbak, Ibu...apa yang terjadi dengan Della dan Alvin?" tanya Agam menatap ibu dan kakaknya.


"Mereka masak mie instan di dapur, dan tersiram air panas," sahut Asti.


"Ya Tuhan! Bagaimana bisa terjadi? Apa yang dilakukan Della dirumah? Tiara bahkan tidak pernah mengijinkan mereka masuk ke dapur. Dan sekarang, mereka dirawat karena tersiram air panas....?" Agam sangat terpukul dan sedih.


Ibunya dan kakaknya bisa melihat kesedihan yang dirasakan oleh Agam. Mereka hanya diam saja dan ikut masuk kedalam untuk melihat Sella dan Alvin yang sudah di obati oleh dokter.


"Papah........" panggil Alvin saat melihat ayahnya datang.


"Kenapa bisa seperti ini?"


"Kami memasak mie. Dan airnya tumpah," kata Alvin lirih. Alvin lalu menatap satu persatu keluarganya dan dalam hati dia senang karena mamah barunya tidak ada di ruangan ini. Dia benar-benar muak dan tidak suka melihat kehadiran nya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" Agam menatapnya teduh.


"Sakit...dan.....perih ..." ucapnya jujur. Nampak Agam menarik nafas dalam dan beralih menatap Sella yang membuang wajahnya ke jendela. Dia menyadari kehadiran keluarganya, namun ada amarah terpendam didalam hatinya.


Ayahnya menikah lagi dan kakek serta neneknya tidak mencegahnya, itu sangat menyakiti perasaannya.


"Sella.... bagaimana keadaanmu?" tanya Agam pada anak sulungnya.


Sella diam saja. Kedua pahanya lecet berat karena tersiram air panas. Kulitnya yang tadinya mulus menjadi perih. Dan semua ini karena mamah barunya itu, maka dalam hati, Sella semakin membenci istri baru ayahnya itu.


Sella masih diam saja seakan enggan berbicara.


"Sayang....kenapa tidak minta tolong pada mamahmu. Jika kau ingin makan mie instan?" tanya Agam.


"Jangan sebut nama wanita itu. Aku muak! Aku sangat membencinya! Karena dia aku menjadi seperti ini!" Teriaknya dan membuat Agam kaget.


"Apa?" Agam menatap wajah putrinya, Sella lalu menoleh dan mereka saling bertatapan.


"Aku meminta dia membeli nasi goreng. Tapi dia sangat lama sekali. Kami sudah sangat lapar, tapi dia tidak juga datang. Akhirnya kami masak mie dan aku jadi tersiram air panas," Sella bicara sambil berurai airmata.


Dan Agam, apa yang terjadi dengan nya setelah mendengar curahan hati Sella. Dia sangat marah pada Della. Dia sangat marah hingga giginya bergemericik.

__ADS_1


Tiba-tiba, terdengar suara orang tua Tiara yang juga datang untuk menjenguk kedua cucunya.


Dipintu, mereka berdiri bersama, mantan mertuanya, dan mereka menatap penuh kemarahan pada Agam.


Sejak tahu jika Agam mengkhianati putrinya, dan menikahi Della, hubungan nya dengan mantan mertuanya itu menjadi renggang.


Namun, karena sang cucu sakit, maka mereka datang, sebenarnya dalam hati, mereka tidak mau bertemu lagi dengan Agam serta besannya, namun Sella dan Alvin adalah anak mendiang Tiara. Maka karena itu, dengan hati yang pahit, mereka terpaksa datang dan bertemu dengan mantan besannya.


"Silahkan melihatnya...." kata Asti mempersilakan orang tua Tiara melihat kedua cucunya.


Ibunya Agam bangkit dari duduknya dan akan keluar dan memberikan ruang untuk mantan besannya.


Mereka berdiri berhadapan namun tidak bicara, hanya senyum terpaksa yang nampak sangat canggung.


"Silahkan....." kata ibunya Agam lalu keluar bersama Asti. Agam juga ikut keluar. Agam merasa sangat canggung saat ini bertemu dengan mereka. Dan juga hatinya merasa bersalah dan mengingatkan dirinya pada dosanya.


Orang tua Tiara bicara dengan kedua cucunya. Mereka nampak akrab.


"Nenek, kakek, kenapa.kalian tidak pernah datang?" tanya Sella dan Alvin.


"Ehm.....maaf kami jarang datang menemui kalian...." sahut neneknya.


"Bagaimana kabar kalian. Dan ... ibumu yang baru, apakah dia menyayangi kalian?" tanya ibunya mendiang Tiara.


"Kami tidak suka padanya. Kami tidak suka dia ada dirumah kami. Kenapa ayah harus menikah dengannya?" tanya Sella polos.


Nampak ayah dan ibu mendiang Tiara menghela nafas dalam dan panjang.


Mereka hanya saling berpandangan dan tidak menjawab pertanyaan cucunya.


"Jika kalian kangen dengan nenek dan kakek, datanglah kerumah. Minta papahmu untuk mengantarkan kalian," kata neneknya mengalihkan pembicaraan.


Kedua cucunya menatap nya dan mengangguk perlahan.


Tidak lama kemudian mereka keluar dan nampak berbasa-basi sebentar dengan Agam dan juga mantan besannya. Jelas itu hanya percakapan formalitas saja. Bukan pembicaraan dari hati ke hati.

__ADS_1


__ADS_2