Menikahimu Sebuah Kesalahan

Menikahimu Sebuah Kesalahan
MSK- Bab 22


__ADS_3

"Sella, jajan yuk!" ajak teman sekolahnya. Waktu istirahat telah tiba.


"Nggak ah, kalian saja. Aku mau baca buku di perpustakaan aja,"


"Biasanya kamu langsung lari begitu bel bunyi. Atau mau nitip apa, nanti aku beliin?" tanya temannya lagi.


"Ngga usah. Kalian kalau mau jajan ya udah sana!" Sella berjalan ke perpustakaan.


Sampai disana dia tidak membaca buku. Tapi dia sejak tadi memang ingin menangis karena sedih. Dan dia sudah lama menahan hasrat ingin menangis itu.


"Hiks...hiks...!"


"Ternyata teman-teman benar. Aku mulai merasakan perbedaan itu. Mamah Della kini sudah berubah," keluhnya sedih. Bahkan hari ini, Sella tidak diberikan uang saku oleh mamahnya itu. Dan itu semua karena masih berlangsung rasa kesal Della pada Sella yang di anggap sudah nakal pada Yasmin.


...


"Mah, aku mau main di kamar Mbak Sella ya....!" kata Yasmin berlari ke kamar kakaknya. Sedangkan Della sedang memasak karena sebentar lagi suaminya pulang.


tap tap tap


Suara langkah kaki suaminya terdengar memasuki ruang tamu.


"Mas, kamu sudah pulang? Kok cepat Mas..." kata Della yang baru akan mencuci piring bekas masaknya.

__ADS_1


"Iya, ngga jadi rapat sore ini. Jadi aku pulang cepat," kata Agam dan melihat Yasmin turun dari tangga.


"Papah......!" Yasmin berlari memeluk Agam. Agam langsung mencium kening bocah itu dan memeluknya.


"Kok sepi sekali. Dimana Sella dan Alvin mah?" tanya Agam pada Della yang sedang memindahkan piring ke meja makan.


"Entahlah mas. Mereka sering pulang terlambat sekarang ini. Aku sebenarnya ingin ngomong ke kamu. Sella dan Alvin mulai banyak main sekarang ini," kata Della menoleh pada suaminya.


"Kenapa kamu ngga nasehatin mereka mah? Ini sudah terlambat dua jam," kata Agam.


"Pasti main ke rumah temannya dulu mas. Aku ini kan ibu sambung. Jika aku takut jika terlalu keras pada mereka. Kau pasti tidak suka. Jadinya ya seperti ini. Mereka menjadi semaunya sendiri," imbuh Della lagi.


"Ini tidak bisa di biarkan!" baru pulang dari kantor, perut terasa lapar, dan mendapat laporan kenakalan Sella dan Alvin membuat darahnya naik ke ubun-ubun.


"Mereka harus di beri pelajaran! Aku menyekolahkan mereka di sekolah terbaik, agar mereka disiplin dan bukan malah sering pulang terlambat seperti ini!"


.....


Tap tap tap!


"Sella! Alvin! Kalian darimana saja!?" Teriak Agam yang sudah di bumbui oleh Della hingga dia marah begitu melihat Sella dan Alvin masuk ke dalam rumah.


"Kami belajar kelompok pah...!" jawab Sella.

__ADS_1


"Memangnya kalian belajar kelompok setiap hari?" imbuh Della mencibir.


"Iya mah. Ada beberapa pelajaran yang sulit. Dan kami mengerjakan PR bersama-sama," jawab Sella dan Alvin.


"Jangan membuat alasan. Kalau main ya bilang main, jangan berbohong pada orang tua..." kata Della menatap Agam.


"Kalian pasti bohong ya! Kalian main setelah pulang sekolah?" timpal Agam.


"Tidak pah. Kami tidak bohong!" Sella mulai ketakutan melihat kemarahan ayahnya.


"Ini peringatan buat kalian. Jika kalian berbohong lagi. Papah akan menghukum kalian berdua!"


Sella dan Alvin hanya tertunduk di dekat tangga.


"Iya pah....." jawab mereka lirih. Mereka lalu naik ke atas.


Di meja makan.


"Maaf mas. Lauknya hanya ini saja. Tadi pagi di bawa semua sama Sella dan Alvin untuk bekal sekolah," kata Della yang sudah menggoreng semua udangnya tapi malah di makan layaknya cemilan oleh Yasmin.


"Ya sudah, seadanya saja mah," jawab Agam.


Sella dan Alvin lalu turun akan makan bersama keluarganya. Tiba-tiba Agam menegur mereka berdua.

__ADS_1


"Lain kali, jangan jadikan lauk buat cemilan. Kasihan adik kamu, dia jadi ngga kebagian jika kalian habiskan buat bekal lauknya..." kata Agam pada kedua anaknya.


Sella dan Alvin saling berpandangan. Lauk apaan? Mereka ke sekolah hanya di bekali sayur sama tempe? batin mereka berdua dan menoleh pada Della. Della menatap tajam hingga membuat Sella dan Alvin ketakutan lalu terdiam.


__ADS_2