Menikahimu Sebuah Kesalahan

Menikahimu Sebuah Kesalahan
MSK- Bab 19


__ADS_3

Di malam yang gelap dan sunyi, nampak dua orang anak kecil tengah meringkuk di trotoar didepan toko yang sudah tutup dengan beralaskan kardus bekas. Mereka berdua sesekali terbangun karena gigitan nyamuk yang mengganggu.


Alvin terbangun dan nampak ketakutan saat melihat dua pria yang tengah berjalan sempoyongan kearah mereka. Dadanya berdebar hebat dan dia membangunkan kakaknya dengan menggoyang badannya.


"Kak, bangun kak, ayo kita pergi dari sini. Ada orang jahat berjalan kesini....!" kata Alvin terlihat panik sambil duduk disamping kakaknya.


Entah kenapa dia mengkhawatirkan kakaknya karena dia anak perempuan. Alvin khawatir dua pria itu akan mengganggu kakaknya.


"Uhhh, apaan sih. Kakak masih mengantuk..." jawab Sella sambil matanya terpejam.


"Kak, ada orang jahat. Ayo kita pergi...." kata Alvin dan menarik kakaknya sedikit keras karena dia pria itu semakin dekat saja.


Sella bangun dan duduk sambil menatap dua pria yang berjalan kearah mereka dengan berbicara.


"Mereka sepertinya punya niat jahat..." bisik Alvin ketika Sella sudah bangun.


Sella diam dan mengamati kedua orang itu. Sesaat kemudian dia menatap Alvin dan memegang tangannya sedikit menarik paksa.


"Ayo tinggalkan tempat ini....!" ucap Sella tiba-tiba.


"Hei! Kalian akan lari kemana?" nampak pria itu kaget melihat incaran kabur. Benar saja, dua pria itu punya niat jahat pada dua bocah yang baru saja menjadi gelandangan. Sejak site hari mereka sudah mengintainya. Dan akan beraksi saat malam hari. Namun untunglah Alvin terbangun dan segera menyadari jika dua pria itu adalah orang jahat.


"Ayo Alvin! Kita harus lari ke pos polisi!" kata Sella yang melihat ada pos polisi tidak jauh dari tempat itu saat sore hari.


"Tunggu! Jangan lari!" Mereka terus mengejar dua bocah itu dan jarak mereka semakin dekat.


Tiba-tiba saat akan menyeberang jalan, sebuah mobil patroli lewat dan hampir saja menabrak dua bocah itu karena mereka menyeberang secara tiba-tiba.


Ciiiittt! Suara ban berdecit.


Dia pria itu segera berhenti dan balik arah lalu lari saat melihat jika yang hampir menabrak kedua bocah itu adalah mobil patroli.


"Apa yang kalian lakukan malam-malam begini?" tanya polisi itu menatap dua bocah yang bernafas dengan tersengal-sengal.

__ADS_1


"Kami dikejar penjahat!" ucap Alvin.


"Ayo masuk ke mobil! Jangan main hingga tengah malam begini! Dimana rumah kalian?" tanya salah seorang polisi sambil membuka pintu belakang untuk mereka berdua.


Sella dan Alvin nampak diam saja. Tiba-tiba polisi itu teringat akan berita hilangnya dua bocah yang di laporkan boleh salah seorang rekan kerja mereka.


"Kita bawa mereka ke kantor. Jangan-jangan mereka adalah dua bocah yang kabur itu," kata polisi yang duduk di belakang kemudi.


"Ya pak!" Mobil patroli itu mengarah ke kantor. Sementara Sella dan Alvin saling berpandangan. Dalam hati mereka menyesal karena telah kabur dari rumah. Mereka tidak makan dengan kenyang dan tidak tidur dengan tenang. Diluar banyak sekali orang jahat yang membuat mereka berdua ketakutan.


Mereka sampai dikantor polisi. Dan Agam yang dikabarkan salah seorang personel dikantornya disuruh datang ke kantor malam ini juga. Karena mereka menemukan dua bocah itu.


Agam dengan cepat memarkir mobilnya dan masuk ke dalam kantor. Sampai disana dia melihat Sella dan Alvin dengan wajah kusam, rambut berantakan, dan benar-benar mirip anak jalanan padahal mereka baru pergi dua kali dua puluh empat jam.


"Sella...Alvin.....!" Agam langsung mendekati anaknya dan hatinya sangat trenyuh, airmatanya sampai jatuh menetes ke lantai melihat keadaan buah hatinya seperti itu.


"Papah.....!" Sella dan Alvin langsung memeluk ayahnya. Mereka juga menyesali perbuatannya, dan ternyata hidup di luar sangat keras dan sulit. Masih lebih baik dimarahi mamah dan papah ya tapi mereka bisa tidur nyenyak dan makan kenyang.


"Maafkan kami....." kata Alvin memegang tangan Agam. Sepertinya kali ini kerasnya hidup di jalanan telah membuat kedua bocah itu sadar pentingnya kasih sayang orang tua.


Mereka bertiga kerumah semula. Dan nampak kedua bocah itu mencari-cari seseorang saat tidak melihat kehadiran ibu tirinya yang menyambut mereka berdua.


"Kalian mandilah. Lalu ganti baju. Papah akan masak mie instan untuk kalian...." kata Agam yang memang diapun hanya makan mie instan karena tidak ada Della yang masak untuknya.


Dimeja makan.


Kedua anaknya makan mie instan dengan lahap hingga Agam terheran-heran melihat bagaimana mereka menghabiskan mie didalam mangkok itu dalam waktu singkat.


"Kalian mau nambah?" tanya Agam saat melihat mangkok itu sudah kosong.


"Tidak, kami sudah kenyang," jawab Sella sesekali melayangkan matanya ke arah tangga. Seakan dia memikirkan sesuatu. Ada yang janggal, kenapa mamah barunya itu tidak terlihat sejak tadi? batin Sella dan juga Alvin.


"Lain kali jangan mencoba kabur lagi. Diluar sana sangat banyak orang jahat. Rumah adalah tempat yang paling aman. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan kalian? Apakah kalian pikir kami tidak akan sedih? Atau ibu Tiara yang sudah tiada tidak sedih melihat kalian seperti ini?" Nasehat ayahnya.

__ADS_1


Mereka berdua diam sambil tertunduk tidak membantah sedikitpun. Karena memang yang ayahnya katakan itu adalah benar.


"Naiklah ke atas. Dan segera tidur..." kata Agam yang tidak tepat jika dia menasehati terlalu panjang dan lebar sementara kedua anaknya terlihat lelah dan mengantuk.


.


Pagi harinya, Agam sudah bangun lebih pagi dan masak sebisanya untuk kedua anaknya sebelum dia berangkat kerja.


Nampak Sella dan Alvin saling berpandangan saat duduk dimeja makan dan melihat papahnya mondar-mandir di dapur.


"Kemana dia?"


"Entahlah. Aku juga tidak melihatnya," kata Alvin.


"Karena mamah kalian tidak ada, maka papah masak sebisanya. Kalian sarapan dulu, papah akan mandi sebentar..." kata Agam dan berjalan cepat naik ke atas.


Sella dan Alvin membuka piring dan melihat lauk yang disediakan ayahnya. Sebenarnya ini sangat sederhana sekali. Telur goreng dan tumisan sayur.


"Kenapa hanya seperti ini?" tanya Alvin.


"Karena papah yang masak," jawab Sella.


Mereka akhirnya mengambil nasi dan lauk dengan perasaan yang aneh. Saat ada mamah barunya, ada lima macam mangkok diatas meja dengan aneka lauk yang dia masak. Sekarang entah dia ada dimana hingga mereka hanya makan seperti ini.


"Jika setiap hati makan telur dan sayur, kita akan bosan," kata Alvin bergumam setelah terpaksa dia makan apa yang ada dimeja.


"Aku juga...." kata Sella dengan sedikit memonyongkan bibirnya.


Agam turun dari lantai dua dan sudah siap ke kantor.


"Papah akan berangkat ke kantor, nanti untuk makan siang, papah kirim dari kantor ya..." kata Agam yang merasa sudah terlambat dan segera keluar.


Sella dan Alvin lagi-lagi berpandangan bingung. Mereka seakan ingin mengungkapkan sesuatu namun tidak bisa dikatakan.

__ADS_1


Terasa rumah begitu sepi dan hampa. Mereka kini merasa ada yang hilang dari kebiasaan rumah ini. Lantai nampak kotor dan piring juga menumpuk di dapur.


__ADS_2