Menjadi Figuran Novel

Menjadi Figuran Novel
Episode 10 : Adegan Pertama


__ADS_3

Pangeran Leander sebagai kepala yang mengurus organisasi Majelis Siswa memutuskan untuk melihat anak yang kata nya terlambat dan dihukum.


Ia berjalan dengan langkah tegas , mengabaikan para gadis yang rela keluar kelas hanya untuk melihat kehadiran nya. Aura Pangeran Leander memang kuat , tetapi , ada saja yang menggosip i nya.


" Sayang nya , hanya anak selir." Cibir salah satu dari mereka.


Pangeran Leander sudah terbiasa sakit hati. Sejak kecil , ia sudah dilatih untuk memiliki hati sedingin es agar mampu menghadapi dunia luar yang kejam. Semua itu telah terbukti , dia tidak lagi merasakan sakit hati yang sama ketika para pelayan pertama kali menghina nya.


Lelaki bermanik gelap itu membuka pintu ruang sihir. Ia melihat dua orang siswa tengah membersihkan lantai di ruangan itu tanpa sedikit perbincangan. Matanya sedikit terkejut bahwa salah satu dari mereka adalah Alexia.


" Ekhem. " Pangeran Leander berdehem.


Sontak , atensi Alexia langsung berpindah ke arah lelaki itu. Gadis itu menjadi salah tingkah.


Ih ganteng nya , jangan-jangan mau bantuin aku nyapu ya. Batin Alexia girang.


" Setelah selesai membersihkan ruang sihir , kalian bisa langsung membersihkan ruang kepala akademi dan ruang majelis siswa." Lontar Pangeran Leander yang mampu memukul telak kepercayaan diri Alexia.

__ADS_1


Kupikir mau membantu , hm. Alexia membatin dengan agak kecewa.


" Kalian tidak bisa menggunakan sihir tanpa izin dari kepala akademi ataupun ketua sihir. ingat!" Lontar Pangeran Leander agak ketus.


Morgan mencebik. " Menyenangkan sekali memerintah orang." Sindir lelaki itu.


Pangeran Leander hanya diam. Ia menatap ke arah Alexia sekejap lalu sedikit merasa kesal. Wajah lelaki itu datar." Kenapa terlambat?" Tanya Pangeran Leander.


Alexia menelan matang pertanyaan itu. " Saya terlambat karena harus pergi ke toko gaun." Balas gadis pelan. Ia menunduk.


" Aku tidak akan bisa menutupi kebenaran dari penyihir level atas." Gumam Alexia panik sendiri.


" Oohohoho , Pangeran Leander , Anda hebat sekali. Saya takjub !" Alexia menyanjung dengan tawa nya yang mirip saudagar kaya. Ia berharap , kalimat sanjungan nya itu benar-benar bisa membuat makhluk tanpa ekspresi di depan nya ini ---setidak nya---sedikit lebih berekspresi atau barangkali merasa senang.


Di luar ruangan , terdengar suara sepatu bergedup. Dalam hitungan menit , pintu ruangan terbuka menampilan sesosok gadis dengan rambut cokelat elegan dan mata emas yang memabukan. Itu Stacey. Tanpa memperhatikan jalan , Stacey berlari ke arah Alexia.


Karena tidak hati-hati , kaki nya tersandung meja yang berisi ramuan sihir. Tubuh nya akan terjatuh ke lantai , namun ...

__ADS_1


HAP.


Pangeran Leander menangkap tubuh mungil Stacey dengan sigap bak kisah dalam dongeng. Mereka saling bertatapan.


Sementara Alexia , gadis berambut merah itu menatap adegan tersebut dengan mata berbinar. Ah , romantis nya. Pikir Alexia yang ikut terbawa suasana. Meski adegan ini tidak ada dalam novel , tetapi Alexia merasa puas karena berkat keterlambatan nya masuk akademi , ia jadi bisa membuat pemeran utama wanita dan pemeran utama pria mendapatkan adegan romantis mereka lebih cepat ketimbang di dalam novel.


" Hei Morgan , kau tidak merasa cemburu?" Alexia mencoba memancing lelaki di sebelahnya yang justru sibuk membersihkan meja.


" Kenapa harus cemburu , aku lebih khawatir jika ramuan nya tumpah dan mengotori lantai." Lontar Morgan.


" Ayo." Morgan menggandeng tangan Alexia. Ia berniat untuk mengajak gadis itu tuang selanjut nya yang akan dibersihkan.


***


Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~


Terima kasih ❤ ^_^

__ADS_1


__ADS_2