Menjadi Figuran Novel

Menjadi Figuran Novel
Episode 24 : Pangeran Jarvis


__ADS_3

Besok nya ,


Pangeran Jarvis adalah Pangeran nomor dua dari garis keturunan ratu. Dia merupakan anak kandung setelah Pangeran Sofanus. Tampilan amat mencolok , dia dijuluki lelaki paling tampan di akademi. Semua siswi langsung jatuh cinta ketika berhadapan dengan Pangeran Jarvis.


Sejak hari pertama , Pangeran Jarvis sudah menarik banyak perhatian , oleh karena itulah , dia memutuskan untuk berburu sejauh mungkin dengan tujuan menghindar dari para gadis.


Setelah beberapa minggu , Pangeran Jarvis memutuskan untuk pulang karena mendengar kabar bahwa saudara kandung nya yaitu Pangeran Sofanus baru saja melangsungkan pertunangan.


Disinilah ia sekarang , di depan gerbang belakang mengendap endap. Ia tidak bisa menggunakan sihir seenaknya , berbeda dengan Pangeran Leander dan Pangeran Sofanus yang telah memiliki ijin dari kepala sekolah.


" P-Pangeran Jar-Jarvis , itu benar Anda k-kan?" Gagap seorang siswi yang tidak sengaja melihat wajah lelaki berambut pirang itu. Siswi tersebut lantas mimisan dan dalam hitungan detik , dia pingsan. Pangeran Jarvis menghela nafas berat. Kejadian seperti ini sudah biasa. Dia akui bahwa dia memang tampan , tapi ketampanan nya ini cukup menganggu kehidupan nya yang tenang. Ayolah , Jarvis masih muda dan menginginkan kisah romansa percintaan Pangeran normal pada umum nya.


Saat Pangeran Jarvis terus berpikir , manik mata nya yang biru itu melihat seorang gadis berambut cokelat dan bermata emas yang terus menatap nya kosong. Pangeran tersontak , dia yakin bahwasan nya gadis itu tengah terpesona dengan ketampanan diri nya.


Gadis bernama Stacey Hilbert mendekati Pangeran Jarvis , ia lantas berkata. " Maaf , apakah anda maling atau pencuri dan sejenis nya ? Saya tidak pernah melihat anda. Lalu , anda terlihat begitu mencurigakan dengan mengendap-endap lewat gerbang belakang. Jika anda memang maling , maka cepatlah pergi dari sini. Saya janji , saya tidak akan memberitahu siapapun." Ujar Stacey panjang lebar.


Jleb. Ini pertama kali nya ada orang yang mengira Pangeran Jarvis sebagai maling. Hah ! Dilihay dari segi penampilan juga tidak ada unsur maling , bagaimana bisa gadis di hadapan nya ini begitu lancang menyebut nya maling ?!


Tetapi rasa nya aneh , Pangeran tidak merasa sakit hati. Justru debaran jantung nya semakin kuat dan rasa nya menggebu-gebu. Lelaki berambut pirang itu menyentuh dada nya yang bidang , mencoba mengatur degupan jantung yang tidak beraturan.

__ADS_1


" Siapa nama mu ?" Tanya Pangeran Jarvis.


Stacey tidak ingin terkena masalah , ia tiba-tiba saja menyadari bahwa orang yang ia ajak bicara adalah seorang bangsawan hanya dari nada bicara nya. Dengan terpaksa , Stacey membalas. " Nama saya Alexia. Saya bangsawan , jangan berani menemui saya lagi." Ujar gadis itu.


Stacey merasa tubuh nya akan ambruk. Dia merasa takut dan trauma dengan perundungan dari Cireth dan dua anak buah nya. Stacey diancam beasiswa nya akan dicabut karena ayah Cireth , Marquis Van Yorga merupakan salah satu penyumbang terbesar beasiswa akademi.


Tangan nya gemetaran hebat. Stacey mulai membenci para bangsawan.


***


Hari masih pagi , Pangeran Sofanus duduk di kursi kerja kamar asrama nya sembari mengawasi Alexia yang berendam di air hangat. Andai saja mereka cepat menikah. Pangeran Sofanus ingin sekali ikut ke dalam pemandian air hangat itu.


Sosok pengetuk pintu itu masuk. Dia Pangeran Jarvis yang menutup wajah nya dengan topeng setengah wajah.


" Jarvis ! Kau Jarvis Peèr kan !" Pekik Pangeran Sofanus. " Kenapa kau tidak pergi lebih lama saja ! " Cerocos lelaki itu terkesan mengusir.


Pangeran Jarvis berubah sedikit murung mendengar perkataan saudara laki-laki nya. " Kak , kau bercanda kan !"


" Aku serius ! Lebih baik kau pergi merantau saja. Aku tidak ingin ketampananku tersangi. " Ujar Pangeran Sofanus dengan ekspresi dilebih-lebihkan.

__ADS_1


" Diamlah kak ! Kau merusah suasana hati ku yang sedang berbunga-bunga ini. " Kesal Pangeran Jarvis.


Sebagai kakak yang baik dan pengertian , Pangeran Sofanus langsung menangkap maksud kalimat dari Pangeran Jarvis. " Siapa orang itu ? Tunggu , dia seorang gadis kan ?" Selidik Pangeran Sofanus.


Pangeran Jarvis membalas dengan wajah berbinar. " Dia adalah gadis pertama yang tidak terpesona padaku. Dia gadis impian yang selama ini aku dambakan."


" Lalu , siapa nama nya ?" Tanya Pangeran Sofanus santai.


Pangeran Jarvis berdehem. " Nama gadis itu Alexia." Ujar nya ringan.


Mata Pangeran Sofanus membelalak tajam. Pikiran nya ambrul adul dalam waktu seketika. Di otak nya berimajinasi bahwa Pangeran Jarvis telah mengintip tunangan tercinta nya saat sedang mandi dan itu membuat Pangeran Jarvis berbunga-bunga. Sontak saja , dengan amarah membumbung tinggi , Pangeran Sofanus menarik kerah Pangeran Jarvis dan berkata kasar. " Baj*ngan ini! Berani nya jatuh cinta pada kakak ipar sendiri !" Hardik Pangeran berambut biru itu.


Pangeran Jarvis kaget setengah mati. " K-kakak ipar? Hah." Pupus sudah harapan Pangeran Jarvis untuk langsung menikahi gadis itu.


***


Yah , pada dasarnya kesalahpahaman ini tidak terjadi jika Stacey mengatakan nama nya yang sebenarnya.


Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~

__ADS_1


Terima kasih ❤ ^_^


__ADS_2