
Mendengar tawaran Sofanus, nya ini menjadi sangat misterius. Ia mengintip ekspresi Pangeran Sofanus sekali lagi. Gadis berambut merah itu mengernyit. Kenapa mendadak lelaki tampan dihadapan di depan nya ini benar-benar sangat berbeda.
“ Apa tidak masalah jika Anda memberitahu rahasia Anda pada Saya?” Tanya Alexia pelan.
Pangeran Sofanus mengibaskan tangan nya di depan wajah nya sendiri. “ Tentu tidak masalah , Dear.”
“ Kalau begitu , tolong beritahu Saya.” Sahut Alexia cepat. Ia sangat tidak sabar dengan hal yang akan disampaikan seorang pemeran utama lelaki dalam novel. Bahkan ketika ia sadar bahwa lelaki itu bisa saja menyakitinya.
Setelah mengatakan kalimat itu, Pangeran Sofanus lantas berdiri dan merapalkan mantra yang terdengar sangat asing bagi gadis di hadapan nya. Lelaiitu kemudian menggenggam tangan Alexia dan berkata . “ Kuharap kau baik-baik saja, my dear.”
Alexia hanya bisa menghela nafas kaku.
Detik berikut nya, gumpalan asap biru menyelimuti mereka berdua dan Alexia terseret ke sebuah tempat.
BRUK. . .
Tubuh Alexia ambruk ke lantai dingin di dalam sebuah ruangan temaram. Ruangan itu gelap dan ventilasi nya sangat kecil sekali. Pengap. Itu kesan pertama yang terlintas di benak Alexia. Gadis itu menyapu pandangan ke sekitar. Mencari keberadaan Pangeran Sofanus.
Karena tidak menemukan, Alexia mencoba berdiri dengan kaki yang terasa kelu. Nafas nya tidak beraturan. Jujur saja , Alexia tidak tahan berada di ruangan tertutup yang sempit dan gelap. Ia bisa terkena serangan panik dan sesak nafas.
Gadis berambut merah itu segera berlarian penuh kalang kabut. “ Pangeran , Anda dimana?” Ia berteriak sekuat tenaga. Tetapi hasil nya nihil, Alexia tidak mendapatkan jawaban dari orang yang di harapkan nya.
Lalu , pandangan nya teralihkan pada sebuah kain yang menutupi benda berukuran besar.
Alexia beregegas mendekati kain yang terletak di tengah ruangan. Samar-samar, gadis itu mendongak dan dapat melihat lampu gantung usang di atas kain itu. Dengan segala keberanian yangia dedikasikan , Alexia menyibakan kain putih itu.
“ Aaaaaaa.”Ia berteriak sekecang mungkin ketika mendapati seorang wanita yang membeku menjadi boneka lilin. Dari leher dan hidung nya keluar darah yang tersumbat karena pembekuan.
__ADS_1
“ Itu adalah Rickaypel van Coll.” Ujar seseorang dengan suara bariton. Alexia terhenyak. Ia segera menyelingak ke belakang. Mata nya membulat sempurna ketika menangkap sosok Pangeran Sofanus dengan gelagat layak nya pembunuh.
“ K-kau!” Pekik Alexia. Ia melanjutkan dengan tegas “ Apa maksud nya ini hah !”
Pangeran Sofanus tidak menjawab. Ia justru menyeringai tajam. Menunjukan deretan gigi putih rapih di bagian kiri. " Masih belum paham ?"
Alexia kikuk. Ia mundur menjauhi Pangeran Sofanus. Tangan nya yang mungil mulai memilah energi sihir di sekitar. Alexia memejamkan mata.
" Minggat kau Pangeran !" Alexia melepaskan sihir nya yang berupa gumpalan bola batu. Ia tidak perduli lagi dengan etiket perkataan formal khas bangsawan. Gadis itu semakin panik saat Pangeran Sofanus berhasil menghindar dari serangan sihir nya. Lelaki itu berjalan mendekat ke arah Alexia.
" Ayolah Dear , selama aku masih tertarik dengan mu. Kau tidak akan aku jadikan salah satu dari mereka." Lontar Pangeran Sofanus tanpa penyesalan.
'Mereka' itu adalah kalimat yang di garis bawahi oleh Alexia. Ia tidak percaya bahwa Pangeran Sofanus yang dikenal sebagau playboy level akut , kini menjadi sangat menakutkan. Bukan hanya satu gadis ,melainkan beberapa gadis yang ia jadikan patung lilin. Sungguh kejam.
Setitik cairan bening menetes ke pipi nya. Dipikiran nya hanya satu. Lari secepat mungkin.
***
" Sayang ku , Alexia. Bagun lah , dear." Pangeran Sofanus memainkan rambut merah Alexia. Menggumpalnya di jari telunjuk dan memutar itu dengan lembut.
Gadis bernama Alexia itu tengah terlelap di sebuah kursi panjang setelah Pangeran Sofanus mengeluarkan mantra untuk mengasah sihir nya. Ia sengaja membuat Alexia tertidur dan bermimpi aneh agar gadis itu dapat menggunakan sihir di saat darurat. Dengan kata lain, semua hal menyeramkan yang dialami Alexia hanya lah mimpi.
Karena Alexia tak kunjung bangun juga , Pangeran Sofanus memutuskan untuk memindahkan gadis nya ke ranjang yang empuk. Ia mengulurkan tangan nya yang kekar dan meraih tubuh kecil milik Alexia. Pangeran Sofanus kemudian menggendong gadis itu dengan penuh kasih. Membawa nya ke arah ranjang.
Lelaki berambut biru lalu meletakan Alexia di ranjang nya. Pangeran Sofanus mengambil kursi kecil untuk dileatakan di dekat ranjang , ia duduk di situ. Menatapi Alexia dengan penuh perhatian.
" Apa yang membuat mu tidak menyukai ku? Apa aku kurang tampan ? Bagaimana kriteria ideal mu ? Andai saja aku bisa menanyakan nya langsung. Hahaha, harga diriku masih terlalu tinggi." Gumam Pangeran Sofanus. Bagaimana bisa , seorang lelaki yang digandrungi banyak perempuan bertanya hal memalukan seperti itu ?! Pangeran Sofanus tentu tidak akan melakukan nya.
__ADS_1
" Pangeran , baj*ngan ! hmmm, pergi kau!" Rancau Alexia yang masih tertidur pulas.
Pangeran Sofanus sedikit sakit hati. " Apa aku seburuk itu , bahkan dalam mimpi." Ia seperti ingin menangis.
Merasa kesal , Pangeran Sofanus memutuskan untuk membangun kan Alexia menggunakan sihir. Ia membaca mantra dan detik berikut nya , Alexia terbangun.
" K-kkkkau ! Pangeran ba---" Kalimat gadis itu tergantung tatkala Pangeran Sofanus menutup rapat bibir Alexia dengan kedua tangan nya.
" Tidak baik ada seorang gadis yang berkata kotor." Lontar Pangeran Sofanus tenang.
" Aku akan jelaskan , dear. Semua yang kau alami itu tadi hanya mimpi belaka ! Mimpi yang bisa membangkitkan sihir mu. Bagaimana pun kita adalah manusia , di saat panik dan terancam , kita cenderung melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk menghindari ancaman. Aku baru saja menanamkan mantra supaya kau tertidur dan bermimpi aneh. Saat kau terancam , kau akan sadar bahwa kau bisa menggunakan sihir mu dengan maksimal." Terang Pangeran Sofanus panjang lebar.
Lelaki itu melepaskan tangan nya dari bibir Alexia. Gadis berambut merah merasa pipi nya panas. Warna wajah nya menjadi merah padam karena malu.
" Pangeran Sofanus , jadi dengan kata lain , Anda ingin membantu saya berlatih sihir?" Terka Alexia. Ia berpikir , pantas saja ia bisa menggunakan berbagai macam sihir. Ternyata hanya mimpi.
" Ya tentu saja. Apapun akan aku lakukan untuk gadis ku." Pangeran Sofanus tersenyum menawan. Sinar dari jendela memantul langsung ke wajah nya.
Lelaki bernama lengkap Sofanus Jaiden de Veros itu berdehem keras. " Ekekm! Soal rencana pertunangan kita , aku sama sekali tidak bercanda. Aku akan bicarakan dengan ayah mu."
Alexia menyahut. " Ayahku super sibuk. Dia tak ada di rumah."
Pangeran Sofanus menggeleng. " Aku sudah mengundang nya kemari. Besok , temui aku lagi disini. Kita akan rapat bertiga. Kau , aku , dan ayah mu."
" Pangeran , kenapa kau selalu membuatku jantungan !" Pekik Alexia.
***
__ADS_1
Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~
Terima kasih ❤ ^_^