
Gadis itu berjalan dengan anggun ditemani seorang pengasuh nya yang sudah rentan. Memasuki aula pertunangan yang penuh dengan kemewahan. Di depan sana , calon tunangan gadis itu menunggu dengan sabar. Di dekat nya , ada seorang pria paruh baya yang baru-baru ini mendaftar kan anak gadis nya menjadi anak resmi.
Alexia berjalan diantara para teman nya yang dulu selalu hanya menonton jika terjadi pembulyan. Dia akhirnya tiba di depan tunangan nya yaitu Pangeran Sofanus.
Lelaki itu tersenyum dan langsung memakaikam cincin di jari manis Alexia. Gadis itu kemudian melakukan hal yang sama. Pertunangan selesai dengan penandatanganan surat perjanjian pra nikah oleh Pangeran Sofanus.
Di balik pilar yang membumbung tinggi , seorang gadis yang baru saja melakukan perundungan pada Stacey yaitu Cireth van Yorga hanya menatap dengan sengit. Dia mengepalkan tangan nya taktala menyadari bahwa ayah nya , Marquis of Yorga turut hadir dan memberi sebuah hadiah pada Alexia. Cireth benar-benar tersulut emosi. Bagaimana tidak ? Dirinya bahkan selalu diabaikan oleh Marquis , mengapa Marquis bergitu peduli pada Alexia.
Cireth menghentakan kaki dan pergi dari sana.
***
Setelah acara selesai tengah malam , Alexia berlenggang melewati koridor yang sepi karena semua orang sudah bersiap di kamar masing -masing. Gadis itu langsung teringat dengan kejadian tadi sore saat diri nya mendengar suara rintihan seseorang. Ia penasaran.
" Stacey. " Tiba-tiba Alexia bergumam. Ia jadi sadar bahwa Stacey dan Cireth tidak hadir di dalam pesta pertunangan nya. Entah karena apa , akhirnya Alexia lari tergesa gesa menuju kamar Stacey.
Gadis itu berderap cepat mencincing gaun putih nya. Setelah sampai di kamar Stacey , Alexia menelan ludah dan mengetuk pintu nya. " Stacey , apa kau di dalam ?"
__ADS_1
Satu ketuka pertama tidak menghasilkan apa pun. Alexia kembali mengetuk. " Stacey , apa kau baik-baik saja?"
Ketukan kedua juga tidak mendapat respon.
" Stacey , jika kau tidak menjawab , maka aku akan masuk dengan sihir." Ancam Alexia yang khawatir.
Mendadak pintu terbuka sedikit. Stacey hanya menampakan wajah nya yang tertutup rambut acak-acakan. " Stacey kenapa kau---"
Kalimat Alexia disela dengan kasar oleh Stacey. " Pergi sana ! Dasar menyebalkan ! Mengganggu saja !" Hardik Stacey. Nada bicara nya ketus sekali.
" Stacey , apa kau baik-baik saja " Alexia menyadari sebuah kejanggalan. Stacey tidak mungkin bersikap kasar bahkan saat ia amat membenci seseorang.
Alexia jadi berpikir bahwa Stacey sedang ada masalah rumit.
***
" Selamat pagi , dear." Sayup-sayup terdengar suara yang sangat Alexia kenal. Gadis itu mengerjap beberapa kali dan menyesuaikan cahaya di ruangan. Alexia langsung terjungkal dari ranjang ketika melihat wajah Pangeran Sofanus muncul di hadapan nya.
__ADS_1
" Se-sedang apa hah !"
" Aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja , dear." Ujar Pangeran Sofanus.
" A-anda bisa memastikan nya lewat sihir bukan ? Tidak biasanya Anda ---"
Perkataan Alexia tidak selesai karena Pangeran Sofanus menarik tangan nya dan membuat jarak mereka begitu dekat.
" Dear , apa kau tidak tau jika bukan hanya aku yang mengawasi mu ?" Tanya lelaki berambut biru tepat di telinga Alexia. Gadis itu merasa geli. Telinga dan wajah nya memerah.
" Memang nya siapa ?" Alexia balik bertanya.
Pangeran Sofanus menghela nafas. " Kau tidak perlu tau. Ah iya , Jarvis akan pulang besok dari perburuan nya. Dia agak sedikit tampan , jangan berani-berani untuk terpesona , kau paham , dear." Ujar Pangeran Sofanus.
Alexia menggedikan bahu nya.
***
__ADS_1
Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~
Terima kasih ❤ ^_^