
Gadis berambut merah itu termenung di meja belajar yang mengarah langsung ke jendela luar. Suara hewan malam saling bersahutan. Angin malam berhembus pelan ke pori-pori gadis bernama Alexia itu. Ia sedang memikirkan bagaimana bisa Pangeran Leander tiba-tiba muncul dan bagaimana bisa Grace tidak bisa melihat nya. Jawaban nya hanya satu , yaitu : Pangeran Leander sudah menanam sihir telepati antara diri nya dengan Alexia.
" Andai saja aku adalah Stacey , aku pasti akan memilih rute Pangeran Leander. Ah , jadi kangen lagi sama tatapan Pangeran Leander." Tanpa sadar ia kembali menggumamkan nama Pangeran itu.
Lagi-lagi , Alexia merasa punggung nya panas. Saat ia bangun dari posisi dan menyelingak ke belakang , Alexia amat terkejut! Pasal nya , Pangeran tampan idaman nya itu sudah berada disana dengan hanya terbalutkan handuk di pinggang.
" Akhhhh." Pekik Alexia spontan.
Merasa berisik , Pangeran Leander segera mengeluarkan mantra agar ruangan itu kedap suara dan tidak menarik perhatian banyak orang.
" Kenapa memanggilku lagi hah? Merepotkan saja!" Cetus Pangeran Leander dengan dingin. Ia menatap Alexia lekat-lekat , kemudian mendekati gadis itu.
Sontak , Alexia mundur secepat mungkin. Tetapi , ia tidak bisa mundur lebih jauh lagi ketika tubuh nya bertabrakan dengan meja belajar.
" Pangeran , bisakah Anda pergi?" Pinta Alexia dengan senyum canggung. Lelaki dihadapan nya justru semakin mendekat dan kemudian menghilang dari pengelihatan.
Alexia menelan ludah nya kasar. " Hah." Gumam nya.
***
Pagi hari nya , Alexia tengah bersiap-siap untuk makan. Diri nya beranjak ke ruang makan yang amat polos. Disana dihidangkan beberapa makanan berkabohidrat.
Alexia duduk di meja makan. Ia mendapat tatapan sengit dari para pelayan yang berjaga disana. Grace tadi ijin tidak ikut menemani makan pagi karena harus menghadiri acara keagamaan di Katedral.
Seorang pelayan menyajikan piring dan menaruh sebuah roti di piring Alexia.
Roti busuk !
Alexia menatap tajam ke wajah pelayan yang tadi menaruh roti di piring nya. " Kenapa kau memberiku makanan tidak layak makan?!" Kecam Alexia yang kesal.
__ADS_1
Pelayan itu memutar bola mata nya. Malas. " Semenjak Anda bersekolah di Akademi Eral , Duke sudah tak lagi memberi stok makanan di dapur belakang. Jadi , terima saja roti ini." Ujar pelayan itu sinis.
" Benarkah? Aku pikir Duke sama sekali tidak kekurangan uang!" Desak Alexia. " Siapa yang dipercayakan Duke dalam mengatur keuangan untuk ku?" Tanya Alexia datar.
Pelayan itu kembali memandang Alexia dengan hina. Ia tak menyangka , seorang anak haram berani bertanya begitu. Ditambah lagi , sikap Alexia sama sekali tidak mencerminkan diri nya yang biasa nya lemah lembut.
" Kalau Anda memang amat penasaran , tanyakan saja pada Tyra ! Dia yang mengatur keuangan untuk Anda." Ujar pelayan yang rambut nya dicepol itu.
Alexia merenung sejenak. Jadi , posisi Tyra sebagai pelayan ternyata cukup penting bagi Duke. " Dimana Tyra?" Tukas Alexia.
Pelayan itu memincingkan mata nya. " Tyra pergi ke klinik untuk mengobati tangan nya." Balas si pelayan. " Saya dengar Anda yang membuatnya terluka." Lanjut pelayan itu. " Tapi mana mungkin sih , anak haram berani melakukan itu. Anda kan hanya ditampung." Pelayan itu terkekeh meremehkan.
Kuping Alexia panas. Acara makan pagi yang seharus nya berjalan dengan lancar , justru membuatnya makin naik pitam. Alexia menggebrak meja makan dan kemudian bangun dari posisi. Ia menatap pelayan yang masih terkekeh itu dengan tajam.
" Jadi kau ingin pembuktian?" Tegas Alexia menyeringai. Tangan nya mengepal dan ia bangun dari duduk nya. Menatap pelayan itu tajam. " Akan aku tunjukan!" Ujar nya. Pelayan bernama Rin itu ketakutan setelah mendapati tatapan yang mengancam.
" A-apa yang akan anda lakukan hah." Lontar Rin gugup.
Rin tambah gugup. " Itu , itu , saya diberi kan gaun oleh seorang teman " Ia mulai beralasan.
Alexia menyeringai. " Benarkah? Siapa nama teman mu? Apa dia orang kaya?"
" Heh , apa urusan nya dengan Anda hah!"Sinis Rin. Saat Rin sedang gugup menyusun alasan , Alexia menelaah gaun itu lebih lanjut dan menemukan merek 'Phine' di gaun itu.
" Nah , lebih baik kau saja yang makan roti busuk itu!" Alexia memilih untuk menyelidiki toko gaun nya.
Aku harus mencari bukti bahwa para pelayan melakukan korupsi. Pikir Alexia sembari berjalan pergi meninggalkan ruang makan.
***
__ADS_1
Suasana pagi masih menyinari Kekaisaran Veros. Alexia memakai topi bulu nya dan gaun jingga yang amat polos. Alexia belum bisa menggunakan sihir nya untuk hal yang lebih luas seperti mengubah makanan atau teleportasi.
Ia memutuskan untuk berjalan menggunakan peta yang ia temukan di dekat pasar. Ya benar , untuk mencari infomasi tentang gaun yang dipakai pelayan nya , Alexia rela menempuh jarak lumayan jauh sendirian. Dia mungkin akan dijuluki bangsawan paling mandiri.
Alexia mengelap keringat di dahi nya dan tersenyum lega tatkala menemui sebuah toko mewah yang bertuliskan 'Phine' di depan nya yang tertera di pahatan kayu.
Ia masuk ke dalam toko itu.
Di dalam sana , nampak berbagai gaun dipamerkan dengan apik. Busana kelas atas yang menawan. Pikir Alexia.
Manik biru nya sontak saja terarik dengan gaun warna merah mencolok dengan rumbai di bagian atas dan bawah. Gaun nya pasti akan cocok jika ada bangsawan wanita yang memiliki tubuh melengkung bak gitar.
Saat ia akan menyentuh gaun merah itu , tangan nya ditepis oleh tangan seorang lelaki.
" Ouch." Alexia merasakan tangan nya kesemutan.
" Ini milik ku!"Tukas lelaki tampan bernama Morgan Rent de Maximo itu.
Alexia setengah melongo. " Ka-kau! Kau pake gaun. Ja-jangan - jangan kau seorang femin---"
" Aku membeli nya untuk ibuku!" Timpal Morgan kesal. " Ah , aku hampir tidak mengenali si culun yang mengesalkan ini ! " Lanjut Morgan. Ia tersenyum jahat. " Hei gadis culun ,kau pikir kau akan cocok dengan gaun ini heh? Badan mu saja kurus kering seperti itu. Yang ada kau akan tenggelam di dalam gaun nya hahahaha." Ejek Morgan dengan tawa puas.
Alexia hanya datar menanggapi pemeran utama menjengkelkan di hadapan nya. Detik berikut nya , Alexia menyumpal mulut Morgan dengan sisa kain yang terletak di kardus dekat sana.
" Kurang ajar!" Hardik Morgan kesal.
***
Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~
__ADS_1
Terima kasih ❤ ^_^
Up diusahakan setiap hari.