Menjadi Figuran Novel

Menjadi Figuran Novel
Episode 20 : Makan Pagi


__ADS_3

Demi meredam perseteruan yang semakin dingin. Duke of Carl berserta keramah tamahan nya , berkata , " Hidangan makan pagi seperti nya sudah disiapkan oleh pelayan. Tidakah sebaik nya kita menyantap itu bersama." Tawar Duke sembari tersenyum.


Pangeran Sofanus menimpali. " Ya baiklah. Ayo , Dear." Lelaki itu menggandeng tangan Alexia dan akan beranjak pergi. Namun , Grace , pengasuh tua itu mencegat dengan gagap.


" Maaf Yang Mulia , tetapi Nona Alexia tidak bisa pergi kemanapun sebelum mengganti piyama tidur nya." Terang Grace. Kedua tangan nya bertaut di depan.


Pangeran Sofanus menaikan alisnya dan berbalik ke belakang. Ia tersenyum saat melihat yang mengatakan itu adalah Grace.


" Baiklah. Aku akan menunggu di depan sini." Timpal Pangeran berambut biru. Grace segera membimbing Alexia ke kamar. Sementara , Duke dan para pelayan pergi ke ruang makan.


Duke tentu mulai menyipit. Dia membatin. Pangeran amat perhatian pada gadis itu. Apa ada sesuatu yang spesial dari gadis itu. Sial , kalau aku ingin mendapat keuntungan dari Pangeran ini maka aku harus mendaftarkan gadis itu sebagai anak resmi ku. Pikir nya.


***


Alexia menuruni tangga didampingi Pangeran Sofanus. Mereka menuju meja makan . Disana , kedua nya disuguhkan hidangan yang sangat mewah. Ada beberapa puding kacang khas Veros , kue pai kacang , roti selai kacang dan kue manis kacang.


Entah kenapa , Alexia mendapat sekilas ingatan bahwa pemilik tubuh asli alergi dengan kacang. Tubuh nya menggigil parah. Selang beberapa menit , Pangeran Sofanus bertanya pada Alexia karena gadis itu tak kunjung memasukan sesuap roti ke mulut.


" Kenapa kau tak memakan nya , Dear ?" Tanya Sofanus penuh selidik. Ia tak mendapat jawaban apapun dari gadis berambut merah. Dengan rasa penasaran , Pangeran Sofanus akhir nya merapalkan mantra dan membaca pikiran Alexia.


Detik berikutnya , dia menggebrak meja. Membuat seluruh atensi berpindah ke arah lelaki bernama Pangeran Sofanus.


" Niat kalian sebenarnya ingin memberi Alexia makan atau malah mencelakai nya hah ! Dia ini alergi kacang. Bisa-bisa nya kalian hanya menghidangkan makanan yang berbahan dasar kacang. " Ia sangat marah. Wajah nya merah padam.

__ADS_1


" Sekarang katakan , siapa yang mengatur menu pagi ini !" Tanya Pangeran Sofanus. Matanya menyapu ke arah beberapa pelayan yang berjajar. Ia mendapati satu ekspresi yang ketakutan. Pangeran langsung dapat mengetahui siapa pelaku nya.


" Pelayan yang berdada bulat ! Kau kan yang menyiapkan menu nya!" Terka Pangeran itu.


Tyra terkejut bukan main. Bahu nya yang seksi tersentak ke atas. Kepala nya gemetar. " Saya tidak tau. Saya benar-benar tidak tau jika Nona memiliki alergi kacang." Sahut nya. Wanita itu memainkan kuku nya yang lancip.


" Oh benarkah ? Sudah berapa lama kau bekerja disini ? tidakah kau mulai menyesuaikan diri dengan Nona mu itu ? Kau harus nya paham tentang makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh disajikan. Duke , bagaimana Anda bisa seceroboh ini dalam memilih pelayan." Lontar Pangeran Sofanus panjang lebar.


" Tenang , Pangeran. Itu bukan masalah besar. Lagipula, putri saya juga tidak mempermasalahkan ini." Balas Duke sekenanya.


Pangeran Sofanus naik pitam." Masa putri mu sendiri kau hukum untuk kesalahan kecil , sementara pelayan mu justru kau biarkan. Dimana akal sehat mu , wahai Duke yang terhormat." Kecam lelaki itu tidak terima.


" Maaf Pangeran , aku tidak tahan dengan sikap ---" Kalimat Duke tergantung.


Alexia menyeringai. Ini sudah waktu nya kebusukan Tyra terungkap. Alexia berdiri dari kursi. " Maaf Duke , ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan tetang pelayan ini. Tyra melakukan korupsi uang yang Anda berikan kepada saya." Tegas Alexia mulai menyudutkan pelayan itu.


Alexia pikir ini waktu yang tepat , karena jika di hari-hari biasa , Duke tidak akan mendengarkan nya. Kali ini berbeda ! Kali ini dia memiliki pendukung yang kuat.


" Apa maksudku ! Aku tidak pernah melakukan hal keji itu !" Pekik Tyra sembari lari ke dapur.


Alexia melanjutkan dan memberi bukti nota pembelian baju ke Duke.


Duke murka. Dia menghampiri menuju dapur Tyra.

__ADS_1


" Tyra ! Apa maksud nya ini ! Pembelian gaun seharga dua puluh ribu koin emas ! Gajimu selama setahun bahkan tak sampai sebanyak itu !" Hardik Duke.


" Saya mendapat uang dari teman saya."


" Katakan padaku , siapa nama teman mu dan dimana tempat tinggal nya !" Kecam Duke marah.


" Sa-saya."


" Katakan." Ulang duke dengan intonasi tinggi.


" Saya tidak tau." Balas tyra asal. " Saya tidak tau dia tinggal dimana. Dia pindah ke kota lain tiga hari yang lalu."


" Oh , berarti kau tau tempat tinggal nya yang sebelum pindah ?"


Tyra mengangguk. " Iya. Distrik III No. XXI Kekaisaran Veros."


" Baiklah , kalau begitu aku akan pergi ke kantor sipil untuk melihat daftar orang yang baru pindah tiga hari lalu. Sebelum pergi dari kota ini , tentu dia telah mendaftarkan tempat kepindahan nya di kantor sipil." Lontar Duke.


Tyra kalut. Keringat dingin mengucur sangat banyak.


***


Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~

__ADS_1


Terima kasih ❤ ^_^


__ADS_2