Menjadi Figuran Novel

Menjadi Figuran Novel
Episode 12 : Terkejut


__ADS_3

Notes : Episode ini harus dibaca dari awal sampai akhir , kalau engga bakal bingung nanti.


***


Stacey bermuka sedikit masam sembari menatap ke arah punggung Morgan yang menjauh. Ia kemudian mengingat alasan dia berlari sedari tadi. Stacey menyelingak ke belakang. Menatap Alexia penuh perhatian. Mata Stacey yang berwarna emas berbinar. Ia tersenyum lebar lalu berlari kecil ke arah Alexia.


" Nona Alexia ." Lontar nya dan langsung memeluk gadis bernama Alexia itu. " Nona , Saya benar-benar khawatir dengan Anda. Saya pikir Nona dijahili oleh Nona Cireth." Stacey semakin mengeratkan pelukan nya hingga Alexia merasa sesak nafas.


" S-Stacey , aku tid-tidak bisa bernafa-s." Alexia terbata-bata. Stacey sangat menyesal , ia dengan cepat melepaskan pelukan mereka dan menunduk. " Maaf Nona." Ujar nya pelan.


Alexia mengambil nafas dengan tersengal-sengal. " Ya hosh , ya hosh tidak ma-salah." Ujar gadis itu. " Tapi , apa yang membawa mu kemari ? Apa hanya karena takut Cireth mengganggu ku?" Alexia menerka-nerka. Ia menatap Stacey dengan penuh tanda tanya.


Perlahan , gadis berambut cokelat itu mengangkat kepala nya. Memberanikan diri untuk menatap ke manik biru Alexia yang jernih.


" Saya tidak tenang jika belum bertemu Anda." Ujar Stacey tulus. Jemari nya bermain antara selipan gaun sederhana yang ia pakai. " Saya sangat senang karena bertemu dengan seseorang yang saya harapkan." Lanjut gadis itu malu-malu.


" Saya, Saya amat kagum dengan Anda , Nona Alexia." Ujar Stacey cepat. " Anda tidak takut dengan Nona Cireth. Kalau itu saya , Saya pasti akan menciut." Lontar gadis bernama Stacey Hilbert.


Jantung Alexia berdebar kencang. Pandangan nya hanya fokus ke satu titik. Gadis rupawan di hadapan nya yang amat menawan. Tanpa Alexia sadari , hidung nya mengeluarkan darah.

__ADS_1


Stacey yang menyadari itu menjadi panik. " Nona , Anda mimisan." Ujar Stacey. Ia cepat-cepat menggumamkan sihir dan memunculkan sekotak kain lalu mengelap hidung Alexia. Gadis itu sangat telaten dan hati-hati.


Apa ini. Ini nyata ! Pemeran utama wanita mengungkapkan perasaan nya tentang diriku. Aku sungguh tersentuh. Batin Alexia menggelora. Ia terus mematung.


Setelah selesai mengelap hidung Alexia , Stacey kembali membaca mantra dan kain bekas darah itu sudah berada di tempat pembuangan sampah.


" Stacey , terima kasih." Satu kalimat itu terlontar dengan sangat penuh kasih. Ia tak berkedip sedikit pun.


Stacey membalas dengan senyum mengembang. " Iya Nona." Timpal nya sembari menepuk kepala Alexia. Sebenar nya , Alexia merasakan perbedaan sikap Stacey yang mendadak begitu dekat dengan


" Stacey , aku penasaran , kau sama sekali tidak takut dengan Morgan. Tetapi mengapa kau takut dengan Cireth." Tanya Alexia sembari pergi untuk mengelap meja.


" Itu karena Nona Cireth orang yang berbahaya." Ujar Stacey, nada nya lemah. " Dia punya kekuasaan." Sambung gadis bermanik emas itu. Stacey memainkan jemari nya. " Anda tau , kekuasaan itu lebih berbahaya dibanding kekuatan sihir level atas. Asal punya kekuasaan , maka kekuatan sihir pun akan tunduk." Terang Stacey.


" Kau tau banyak hal ya , Stacey." Sahut gadis bernama Alexia.


Stacey tampak malu. " Saya hanya pernah membaca nya di surat kabar." Lontar Stacey.


Setelah Stacey mengatakan itu , pintu ruang majelis siswa masuk lah seorang lelaki . Tampilan nya tampan , rambut nya biru dengan topi kecil di kepala nya. Lelaki itu memiliki aura yang amat memikat.

__ADS_1


" Hai sayang , rupa nya takdir terus mempertemukan kita." Lontar Pangeran Sofanus sembari melepas topi nya. Ia berjalan ke arah Alexia dan mencoba mengalihkan atensi gadis itu yang tampak tidak memperdulikan kehadiran nya. Alexia justru sibuk mengelap meja. Ia sudah mengenali suara Pangeran Sofanus. Itu sebabnya , Alexia berpikir untuk menjadi butiran debu sementara agar Pemeran Utama Wanita bisa mendapatkan adegan dengan Pemeran Utama Pria.


Namun , sikap Alexia itu malah membuat Pangeran Sofanus tidak sabaran. " Bunga ku , kau mengabaikan aku hah." Pangeran Sofanus mengambil tangan Alexia dan menghentikan kegiatan nya. Mata nya bertubrukan langsung dengan gadis itu. " Gadis ku , seperti nya kau tambah cantik saja." Ujar Pangeran Sofanus. Ia merapikan rambut merah Alexia.


" Terima kasih banyak atas pujian nya!"Lontar Alexia datar. " Tolong lepaskan tangan saya." Pinta gadis itu.


" Pangeran Sofanus , tidak bisakah Anda melihat kehadiran gadis lain disini ? Dia jauh lebih menarik dibanding dengan Saya." Alexia beralih ke arah meja , tetapi , Stacey tidak ada disana. Benar juga , semenjak Pangeran Sofanus datang , suara Stacey tidak terdengar. Jangan-jangan Stacey kabur !


Melihat reaksi kebingungan dari gadis dihadapan nya , Pangeran Sofanus ingin tertawa. " Sejak awal , teman mu yang bernama Stacey memang tidak ke ruangan ini ! Dia pingsan di ruangan sihir akibat cairan sihir yang tumpah dan terhirup oleh nya." Terang Pangeran Sofanus.


" Jangan bercanda ! Baru saja Stacey berbincang dengan ku !" Tegas Alexia yakin.


Pangeran Sofanus menyela. Ia mengeluarkan sihir dan dalam sekejap , wujud Pangeran Sofanus berubah menjadi seorang gadis cantik yang sangat dikenali Alexia. Itu wujud Stacey !


Setelah mengurutkan satu persatu kejadian yang dialami nya. Alexia berhasil menyimpulkan satu hal.


" Apa ini! Orang tadi itu , KAU!" Pekik Alexia. Oh Ya Ampun ! Pantas saja kontak fisik yang dilakukan Stacey sangat aneh. Sangat sensual dibanding sebelum nya ! Ternyata itu Pangeran Sofanus yang menyamar menjadi Stacey !


***

__ADS_1


Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~


Terima kasih ❤ ^_^


__ADS_2