
Setelah makan pagi yang penuh konflik , Pangeran Sofanus dan Duke of Carl beserta Alexia akhir nya memutuskan untuk berdiskusi mengenai waktu pertunangan di ruang meeting.
Ruangan nya besar , lampu gantung terletak di tengah dan meja nya juga panjang. Duke of Carl duduk di paling depan , memimpin rapat ini.
" Saya ingin , acara pertunangan kami dilaksanakan bersamaan dengan Alexia masuk ke akademi. Sedangkan pernikahan nya , setelah Alexia lulus." Usul Pangeran dengan menatap Alexia penuh kasih.
Duke sedikit memincingkan mata nya. " Apa Anda yakin ? "
" Ya tentu saja !" Balas lelaki bernama Sofanus penuh semangat.
Duke menyela. " Bukan itu maksud Saya. Maksud Saya, apa Anda yakin bahwa Anda tidak akan berubah pikiran ditahun ketiga dan tetap menikahi putri saya ?" Tanya lelaki berjanggut itu serius. Ini sangat penting karena harga diri nya juga dipertaruhkan.
Pangeran menutup mata nya sejenak. Membuka nya dan berkata dengan yakin. " Putri Anda amat menarik. Seperti nya , justru saya yang akan terus bersaing untuk mendapatkan Alexia sepenuh nya. " Sahut Pangeran Sofanus.
" Baik Pangeran. Jika anda seyakin itu. Tetapi , demi menjaga martabat keluarga Carl yang sudah saya jaga bertahun-tahun , maka bertepatan dengan pertunangan , saya juga akan menyelipkan surat penjanjian tentang pernikahan yang harus anda tandatangani." Duke of Carl membuat keputusan.
Pangeran Sofanus terdiam. Begitupun dengan Alexia.
__ADS_1
***
Beberapa hari berlalu bagai lembaran kertas , kini sudah waktu nya bagi Alexia untuk berkemas dari rumah dan menetap di Akadami Eral selama tiga tahun kedepan.
Belakangan ini banyak sekali yang berubah. Pakaian , makanan , bahkan gaya hidup Alexia menjadi lebih sehat dan baik. Tyra juga sudah tidak tampak di dalam mansion. Entah kemana menghilang nya pelayan itu. Alexia tak banyak memikirkan nya.
Gadis bermanik biru itu tengah bersiap menata semua gaun nya ke dalam tas kuno dan memasukan itu ke kereta kuda yang lumayan besar.
Sekarang musim dingin. Salju putih jatuh menutupi permukaan tanah. Alexia terpaksa menggunakan pakaian tebal dan syal bulu domba.
Sebelum berangkat , Alexia berpelukan dengan Grace. Pengasuh tua mengusap usap punggung Nona Alexia nya dengan lembut bagai melepas kepergian anak nya ke perantauan.
Alexia mengangguk patuh. " Ya , tentu saja , Grace." Timpal nya .
" Satu hal lagi , buktikan pada Tuan Duke of Carl bahwa Nona sangat berbakat dan pantas menjadi anak resmi dari Tuan Duke." Grace sedikit berbisik. Takut jika pelayan lain mendengar percakapan nya.
Alexia kembali mengalunkan kepala nya ke atas dan bawah. " Baik , Grace."
__ADS_1
" Nona , Kereta kuda nya sudah siap !" Ujar paman kusir agak keras.
Alexia yang telah mengenakan jaket dan syal tebal berpamitan pada Grace. Ia melangkah menuju kereta kuda . " Sampai jumpa , Grace." Alexia melambaikan tangan nya di jendela kereta kuda.
Grace dengan penuh haru menyambut nya. " Sampai jumpa kembali , Nona. " Sahut pengasuh beruban itu.
" Jangan lupa untuk hadir di pertunangan ku sore ini , Grace. Datanglah tepat waktu." Pekik Alexia .
***
Disisi lain ,
Cireth membereskan barang-barang nya dengan wajah lesu. Dia tidak berani mengganggu Alexia lagi setelah beberapa hari yang lalu muncul kabar bahwa Alexia adalah anak dari Duke of Carl dan akan segera bertunangan dengan Pangeran Sofanus.
Sial ! Tidak ada target lagi bagi Cireth. Tidak ! Tunggu ! Cireth mengingat ada seorang gadis lagi yang masih bisa diganggu. Stacey ! Gadis sialan itu patut untuk diganggu. Cireth menyeringai.
***
__ADS_1
Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~
Terima kasih ❤ ^_^