Menjadi Figuran Novel

Menjadi Figuran Novel
Episode 18 : Morgan Tidak Terima


__ADS_3

Pangeran Leander memutar pena tinta di tangan nya dengan gelisah luar biasa. Ia tidak pernah sebimbang ini sebelum nya.


Dua puluh menit ia habiskan dengan berdiam diri di ruang kerja kerajaan. Ia akhir nya merapalkan mantra. mendeteksi keberadaan seseorang. Setelah melihat orang itu dipikiran nya , Pangeran Leander merasa cemas.


" Dasar si gila Sofanus." umpat lelaki berambut gelap itu. Ia menyisir rambut nya ke belakang dengan kelima jari . Mata nya yang berwarna gelap menyapu pandangan ke sekitar dingin.


" Kenapa Sofanus mendekati gadis itu terus ! Dia benar-benar tidak waras. " Cerca Pangeran Leander yang entah mengapa merasa kesal.


Ia melanjutkan dengan wajah cemberut. " ...dan kenapa aku justru merasa tidak nyaman jika mereka bersama." Pangeran itu bersungut.


" Akhhhhhh ! Perasaan macam apa ini !" Ia membanting pena yang diapit di tangan kiri nya.


***


" Hah ! Apa ! Berani-berani nya Pangeran Gadungan Hidung Belang mendekati si gadis penceramah itu." Pekik Morgan ketika membaca sebuah surat kabar terbaru pagi ini. Ia sedang duduk santai di balkon mansion sembari menikmati segelas teh. Persis seperti kakek tua.


" Anu , Tuan Morgan , bukankah julukan yang Anda berikan agak berlebihan." Ungkap Wen , pelayan perempuan pribadi nya. Usia Wen sama dengan Morgan. Ia dipungut oleh Duchess of Maximo saat berumur lima tahun. Wen merasa berhutang budi dan memutuskan untuk mengabdi pada Duchess of Maximo. Sang Duchess memerintahkan agar Wen menjadi pelayan pribadi Morgan , supaya bisa menjaga putra nya. Setelah mengemban tugas itu , Wen akhir nya berlatih pedang untuk menjaga Morgan , karena gadis itu sama sekali tidak memiliki bakat sihir.

__ADS_1


Ia meneruskan kalimat nya. " Anda tidak pernah bersikap begitu peduli pada para gadis , tetapi Anda nampak amat perduli dengan Lady Alexia. Apa Anda tertarik dengan Lady Alexia?" Tanya Wen dengan wajah datar. Ia memang dikenal tidak memiliki ekspresi sejak lima tahun belakangan.


" Aku ? Tertarik dengan gadis itu ?! Hahahaha , mana mungkin ! Sebalik nya , aku hanya kesal karena gadis itu bersikap begitu perhatian padaku , sok menasehati ku. Namun , mengapa dia malah menerima pinangan dari Pangeran yang tidak jelas itu. Bagaimana jika dia hanya dikerjai ? Bagaimana jika dia dipermalukan atau ditinggalkan." Terang Morgan. Raut wajah nya serius sekali.


Wen menghela nafas ringan. Melengkungkan bibir lalu berkata " Ternyata Anda memang tertarik." Gumam nya. Nyaris tidak terdengar.


" A-Apaa! Aku Morgan Rent de Maximo tidak mungkin tertarik pada gadis cerewet seperti dia !" Elak lelaki itu dengan wajah lesu. Ia kembali memandang surat kabar dan merobek nya kecil-kecil.


Morgan melirik ke arah Wen. " Jangan bicara sembarang an padaku lagi. " Perintah lelaki itu. Sorot mata nya tajam.


Wen menunduk . Entah kenapa hati nya terasa seperti ditusuk jarum dari berbagai arah.


***


Langkah kaki itu semakin dekat hingga berhenti tepat di depan kamar Alexia. Pintu dibuka paksa oleh dua orang pengawal. Sesosok lelaki berjanggut panjang dengan uban yang sedikit mencolok muncul di depan pintu. Wajah lelaki itu terlihat lelah , lingkaran mata hitam mengeliling mata nya. l


" Bangunkan dia !" Titah duke of Carl pada para pelayan wanita yang mengawal nya.

__ADS_1


Sontak , pelayan itu saling berpandangan satu sama lain dan kemudian beranjak ke ranjang Alexia. Mereka tidak sabaran hingga menyeret gadis itu hingga langsung berlutut di hadapan Duke of Carl.


Alexia yang baru terbangun dari tidur nya , merasa kebingungan. Ia mengucek kedua mata nya. Gadis berambut merah itu menangkap sesosok pria paruh baya yang menguarkan aura glamor.


Alexia kikuk. Siapa dia?! Pikir gadis itu sejenak. Setelah diteliti lebih jauh , Alexia berasumsi bahwa lelaki itu adalah Duke of Carl. Pemilik mansion mewah ini dan juga ayah nya.


" Ayah." Gumam Alexia.


Pelayan bernama Tyra yang turut hadir disana merasa marah. Ia menghardik. " Berani nya orang seperti mu menyebut Tuan Duke of Carl begitu ! " Kecam Tyra. Ia menghampiri Alexia yang masih berlutut dan menjedotkan kepala gadis itu.


" Awww." Alexia merintih.


***


Aduhhhhh , maaf banget karena sudah ngilang lama 😭🙏🏻


***

__ADS_1


Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~


Terima kasih ❤ ^_^


__ADS_2