Menjadi Figuran Novel

Menjadi Figuran Novel
Episode 7 : Kedatangan Tak Terduga


__ADS_3

" ...na"


" Nona ..."


Suara itu berdengung di telinga Alexia yang terkapar pada sebuah kasur empuk berukuran kecil.


" Nona." Sekali lagi , wanita tua bernama Rosseanne Grace atau biasa dipanggil 'Grace' itu berusaha menyadarkan sang nona nya.


Alexia setengah sadar. Ia perlahan mengerjap mata biru nya. " Siapa?" Tanya Alexia ketika membuka mata dan menatap intens ke arah wanita penuh uban di depan nya. Ia kemudian menyandarkan kepala nya di ranjang.


" Sa-saya Grace , Nona." Ujar Grace.


" Oh , biar kuingat. Em , Ah , Grace ! Kau juga figuran sama seperti ku ! " Pekik Alexia setelah menelaah bahwa tidak ada nama Grace di dalam novel. " Sungguh menyedihkan . Kita sama sama figuran." Ujar Alexia dramatis , nyaris mengeluarkan air mata.


" Apa maksud Anda , Nona?" Grace tampak bingung. Kepala nya miring sembari menunjukan ekspresi nya panik.


" Lupakan saja , Grace." Sahut Alexia yang sontak melihat ke sekeliling. Hm, ruangan yang amat membosankan. Semua nya berwarna hitam dan putih. Beginilah dunia seorang anak haram Duke. Pikir Alexia sedih.


" Apa sihir ku akan berguna. Ayo kita lihat!" Gumam Alexia. Ia beranjak dari ranjang layaknya kelinci. Gadis berambut merah itu tersenyum yakin kemudian menutup mata nya. Ia berusaha merasakan hawa sihir di sekitar. Dalam satu menit , Alexia mampu membuat gumpalan sihir dan dengan cepat ia arahkan ke penjuru kamar tidur nya yang sempit.


CRING

__ADS_1


Sungguh ajaib. Tolong katakan pada Grace bahwa ia hanya bermimpi sekarang. Faktanya , pengasuh tua itu melongo lebar-lebar karena ini adalah PERTAMA KALI nya Nona Alexia nya menggunakan sihir. Alexia memang memiliki keturunan sihir dari sang ibu. Tetapi , sejak mendaftar ke Akademi Eral , Alexia tidak pernah sekalipun menggunakan sihir yang rumor nya dibawah level satu itu. Ia berhasil masuk ke Akademi itu bukan dengan sebuah tes , melainkan berkat orang suruhan Duke.


Duke ingin menjauhkan Alexia dari kediaman , jadi dia menyekolahkan Alexia di Akademi Eral yang mana , setelah dua minggu , siswa akan tinggal di asrama Eral milik Akademi Eral selama tiga tahun ke depan.


" Ini sihir sungguhan." Gumam Grace. Ia menatap ke arah ruangan yang kini penuh dengan warna. Semua nya tertata lebih rapi dan lebih layak untuk ukuran bangsawan.


" Grace , tutup mulut mu atau lalat dari jendela akan hinggap di sana." Alexia terkikik pelan. Ia menghembuskan nafas lumayan panjang. " Ternyata tenaga ku terkuras habis." Lontar Alexia.


" Aku jadi ingin bertemu Pangeran Leander. Di novel , dia adalah pemilik sihir tertinggi di akademi." Ujar Alexia asal-asalan.


Ketika ia selesai mengatakan itu , angin seketika berhembus kencang. Menerobos ventilasi kecil di kamar Alexia.


Alexia merasakan ada seseorang di balik punggung nya. Ia berputar cepat dan mendapati sesosok lelaki berperawakan gagah dengan manik mata gelap yang menghanyutkan.


Pangeran Leander bersikap sedingin es yang membuat bulu kuduk Alexia meremang.


" Pangeran?" Alexia mencoba hati-hati.


Sementara , Pangeran Leander semakin dingin menatap gadis yang tinggi nya hanya sepundak nya.


" Ada masalah apa?" Satu kalimat dingin terlontar dari Pangeran Leander.

__ADS_1


Alexia mengerutkan kening nya. " Hah? Saya tidak ada masalah ."


" Lalu kenapa memanggilku ?"


Alexia tambah tidak mengerti. Kapan dia pernah memanggil Pangeran kemari hah. Tidak , tidak , Alexia harus meluruskan kesalah pahaman ini.


" Pangeran , sebenarnya saya tidak pernah memanggil---"


" Kau memanggilku !" Ketus Pangeran Leander yang membuat Alexia kesal sendiri. Ia menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan pelan. " Pangeran , bagaimana kau bisa berpikir bahwa Saya memanggil Pangeran kemari? Apa saya menggunakan burung merpati atau pengantar pos yang salah kirim?" Cerocos Alexia.


Mendengar jawaban Alexia , Pangeran Leander justru menjitak dahi gadis itu. " Dasar." Lontar nya. Ia kemudian menghilang dari pandangan Alexia yang tengah mengurut dahi nya.


" Nona , Anda bicara dengan siapa" Tanya Grace semakin khawatir. Ia takut jika nona nya berkelakuan aneh.


" Apa kau tidak lihat , Grace ?"


Grace menggeleng cepat. " Nona bicara sendiri." Tegas Grace ngotot.


Alexia hanya diam sembari meresapi dan mengurutkan kejadian satu persatu. " Aku tau!" Tukas nya kemudian.


***

__ADS_1


Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~


Terima kasih ❤ ^_^


__ADS_2