
Alexia turun dari kereta kuda dengan hati-hati , bersamaan dengan salju yang langsung melekat ke jaket bulu nya. Gadis itu menghembuskan nafas. Ini adalah waktu nya memulai segala nya. Alur cerita akan ditentukan disini. Dia akan terus dibully atau melawan.
" Eral's Academy , I'm coming." Gumam Alexia sembari masuk ke dalam gerbang akademi dan membawa barang-barang nya yang ia masukan ke dalam koper kuno.
Ketika gadis itu baru memasuki asrama akademi , Alexia langsunh disambut dengan tatapan teman-teman nya yang amat tajam. Mata mereka seakan bisa melahap habis Alexia sampai ke akar-akar nya.
Gadis bergaun jingga itu berusaha bersikap tenang. Manik biru nya menangkap sosok Stacey yang juga tengah mencari nomor kamar asrama. Alexia menyapa dengan girang. " Stacey !" Pekik nya. Senyum Alexia mengembang.
Stacey membalas dengan spontan. " H-Hai." Lontar nya. Tangan Alexia yang sebelah kanan merangkul pundak Stacey dengan terus berjalan mencari kamar.
" Berapa nomor kamar mu , Stacey ?"
" No. XXI."
" Wah , benarkah ? Sayang sekali kita tidak sekamar." Alexia sedikit kecewa.
" Anda dikamar nomor berapa , Nona Alexia."
" Jangan panggil aku dengan sebutan 'Nona'! Kita kan sudah berteman ! Jangan gunakan ungkapan formal." Risih Alexia.
__ADS_1
" Baik , Alexia , kau berada di kamar nomor berapa?" Lontar Stacey malu-malu.
Alexia berwajah bingung. " Nomor XI , tapi aku juga tidak tau , siapa teman sekamar ku." Lontar gadis itu.
" Oh iya , Stacey , tolong kau hadir di pertunangan ku sore ini ya. Jangan sampai lupa loh , atau aku akan marah padamu." Kikik Alexia. Mata nya tiba-tiba bertubrukan dengan nomor kamar XI , gadis itu berhenti mendadak.
" Stacey sayang , seperti nya aku sudah menemukan kamar ku." Celoteh gadis berambut merah dengan raut puas sekali.
Stcey ikut melongok ke arah pandang Alexia , dia hanya tersenyum simpul. " Benar , Alexia." Sahut gadis bermanik emas itu sekenanya.
" Kalau begitu , aku akan menemani mu untuk mencari kamar mu !" Alexia berkata dengan antusias.
" Stacey temanku , apa kau ada masalah ? Kau tampak lesu." Tanya Alexia dengan wajah khawatir.
Gadis bernama Stacey sangat pintar menyembunyikan sesuatu , jadi dia tersenyum dan berkata dengan manis. " Memang nya masalah apa yang akan menyerang gadis baik seperti ku." Lontar Stacey.
Alexia tahu bahwa Stacey merahasiakan suatu hal dari nya. Namun , Alexia tidak akan ikut campur lebih jauh jika memang Stacey tidak menginginkan itu.
" Baiklah , jika memang kau ada masalah , jangan ragu untuk memberitahuku , kau paham ?" Lontar Alexia penuh penekanan.
__ADS_1
Stacey mengangguk kecil. Dia membungkuk hormat dan kembali berkata formal. " Saya pamit mencari kamar saya dulu." Ujar gadis itu.
Alexia hanya mengangguk anggukan kepala nya. " Dia berkata formal lagi." Gumam Alexia.
***
Salju bulan ini terasa lebih dingin dibanding sebelum nya. Entah itu karena perasaan Alexia yang gugup , atau memang fakta nya begitu. Gadis berambut merah itu tengah bersiap ke acara pertunangan nya sendiri. Ia terbalut dalam gaun putih sederhana yang ia pilih. Hiasan di wajah gadis itu pun sangat sederhana. Alexia bukan tipe orang yang ribet , dia suka hal simple. Jadi, diri nya hanya menggerai rambut dan meletakan beberapa aksesoris di kepala.
Saat gadis itu berjalan melewati lorong , tanpa segaja , Alexia mendengar rintihan kesakitan seseorang. Tadi nya Alexia akan mengecek siapa orang itu , namun , tiba-tiba saja , Grace datang tanpa terduga. Fokus Alexia jadi terpecah. Ia tidak memperdulikan suara itu dan memilih untuk pergi ke aula.
Disisi lain , Stacey merasa tubuh nya remuk. Setelah mendapat perlakuan tidak mengenakan dari Cireth , Stacey hanya bisa diam tanpa melakukan perlawanan. Stacey diancam jika sampai ia membuka suara dan mengadu , maka Stacey akan dikeluarkan dari Akademi lalu Cireth akan kembali mengganggu Alexia.
DUAK
Tendangan Cireth berhasil mengenai perut Stacey. Gadis itu hanya meringis. Menahan semua nya.
***
Mohon dukungan nya untuk like , komen , vote , dan follow noveltoon ANWi ya ~
__ADS_1
Terima kasih ❤ ^_^