Menjadi Istri Simpanan Pria Dewasa

Menjadi Istri Simpanan Pria Dewasa
Bab. 14


__ADS_3

Nani mengembalikan sendok bubur kembali ke dalam mangkuknya dan menaruh mangkuk ke atas nakas. Kemudian tangan wanita setengah baya itu menyentuh tangan Queenza, merengkuhnya dan meletakkannya di atas pangkuannya. Memijatnya perlahan dan kembali tersenyum untuk mengajak gadis pucat di depannya berbicara.


" Non Queen, itukan nama Anda ? Perkenalkan nama saya bibi Nani. Nona bisa panggil saya Bibi Nani, " suara Nani perlahan memperkenalkan diri. Senyum hangat yang ramah tersunggih di bibirnya.


Bibi Nani, wanita setengah baya itu melanjutkan bicaranya, " apakah ada yang Nona rasakan ? "


Bibi Nani masih memijat lembut pergelangan dan telapak tangan Queenza. Gerakkannya yang lembut dan sesekali menekan terlihat ingin mengembalikan kesadaran gadis di depannya yang masih asyik melamun.


Queenza masih melamun, tatapan kosong yang terlihat menyedihkan. Bibirnya pucat dengan sudut bibir pecah.


" Nona harus makan, supaya cepat pulih. Jika kesehatan Nona sudah membaik, Nona bisa lakukan apa saja untuk bisa kembali menikmati hidup. Berjuang untuk mencapai cita - cita Anda. Nona harus tetap kuat dan tegar, semuanya terjadi atas seijin Tuhan, " ucap Nani sekali lagi dengan kata - kata yang lembut.

__ADS_1


Queenza mengerjapkan matanya sesaat, memandang wanita setengah baya yang sedang merengkuh tangannya di pangkuannya. Dirasakannya pijatan yang lembut tetapi terasa kuat menekan, hingga perlahan menarik Queenza kepada realita.


Queenza mengerjapkan mata sekali lagi, seakan sedang menyesuaikan penglihatannya akan sinar pagi yang masuk dari jendela yang sudah terbuka lebar. Pintu balkon sudah terbuka hingga angin dan udara pagi menyeruak masuk dengan leluasa.


Kulit Queenza meremang seketika. Tubuhnya terasa tidak nyaman, ada rasa gemetar yang kini mulai menyergap tubuhnya.


" Apakah Tuhan mengijinkan Queen mengalami semua ini, Bibi ? Dijual maminya demi setumpuk uang ? " Queenza bertanya dengan tatapan sendu. " Ini tidak adil bagi Queen, Bi. Mengapa harus Queen ? Apakah ini hukuman Tuhan buat Queen ? Queen bukan anak tang baik ya ? Hingga Tuhan menghukum Queen dengan cara demikian, " suara Queenza tercekat di tenggorokan. Ada rasa sesak dan tidak terima akan kesulitan hidup yang begitu rumit yang sedang di rasa remaja cantik itu.


Queen sedih. Dirinya masih belum genap 16 tahun, baru lulus sekolah menengah pertama minggu lalu, tetapi nasib buruk bertubi di rasakan Queenza.


" Tuhan mengijinkan Non Queen mengalami semua ini bukan karena Tuhan tidak adil Non, semua memang harus terjadi. Seperti sudah di gariskan. Dan saya yakin Non Queen bisa melewatinya. Non pasti akan mengalami kebahagiaan suatu saat nanti. Jalani saja dengan ikhlas ! Non, harus tetap tegar dan kuat. Non pasti bisa, mungkin mami Non tidak bermaksud menjual ... . "

__ADS_1


" Mami menjual Queen berulang kali Bi. Queen itu baru lulus kelas tiga SMP, Bi. Bayangkan ! Mengapa Mami tega dengan Queen ? " suara Queen semakin parau. Air matanya sudah mengalir tak henti. Tubuhnya bergetar dengan hebat.


Nani, sang maid akhirnya merengkuh gadis remaja didepannya masuk dalam pelukannya. Membelai rambut dan mengusap punggungnya untuk menenangkan Queenza.


Queenza tergugu, menangis histeris dengan wajah pucat.


" Menangislah, non ! Jika itu bisa melegakan hati non yang sesak. " Bibi Nani membelai lembut rambut Queenza yang panjang. Ada rasa iba di hati wanita setengah baya itu.


Wanita itu melihat sang remaja dengan tatapan iba. Hatinya trenyuh melihat masa remaja Queenza yang kelam. Dijual oleh ibunya sendiri hanya demi setumpuk uang. Begitu tegakah wanita itu. Seperti apa ibunya yang tega itu.


Bibi Nani mengelus lembut punggung Queenza.

__ADS_1


" Hidup bukan kejam tetapi terkadang proses hidup masing - masing orang di buatNya berbeda sesuai kesanggupan. Kita manusia hanya di minta ikhlas menjalani. Bukan lari atau marah kepada sang pembuat takdir karena sesungguhnya Tuhan sudah menakarnya sesuai kesanggupannya masing - masing. " wanita setengah baya itu berujar dengan lembut. Tak bermaksud memggurui tetapi ia berbicara sebagai seorang ibu yang mencoba menenangkan putrinya.


__ADS_2