Menjadi Istri Simpanan Pria Dewasa

Menjadi Istri Simpanan Pria Dewasa
BAB. 7 Pilihan Sulit


__ADS_3

Bab. 7 Pilihan Sulit


" ***Hidup sejatinya adalah sebuah pilihan. Pilihan yang harus kita jalani dengan banyak konsekwensi.


Entah positif, entah negatif semuanya mempunyai dampak atas kehidupan kita. Hanya tanggung jawab yang menyertai dalam pilihan kita.


Yang terpenting jangan salah membuat pilihan***. "


🌻🌻🌻


Hati Queenza semakin terasa perih. Bagaimana bisa Sang Mami menjual anak gadisnya untuk kesenangannya. Hanya untuk sekedar mencukupi kebutuhan sosialitanya.


Hati Queenza meradang ngilu, tak terasa gadis manis itu menggigit bibirnya melampiaskan kesakitannya. Tangannya masih memegang pergelangan tangan Sang Mami berharap wanita yang sedang berdiri tegak di sampingnya sedikit memberikan pembelaan untuknya bahkan jika memungkinkan membatalkan transaksi gila sang Mami.


Nampak Antony Liem memandang ke arah Queenza dengan penuh minat. Matanya tajam menilai dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Bahkan senyum smirk sudah menghias sudut bibirnya yang penuh.


Pria itu sebenarnya adalah pria yang baik dalam pengenalan Queenza selama berteman dengan sang papi. Pria itu juga sudah memiliki seorang istri. Putranya, Adam Liem bahkan satu kelas dengan Queenza.


Pria itu masih menatap Queenza dengan tatapan menelanjangi, bahkan membuat gadis itu berdiri tak nyaman, hingga tanpa sadar tubuh Queenza sedikit bergerak ke belakang tubuh maminya.


Queenza itu memiliki wajah yang cantik, bibir merah cery yang ranum, rambut hitam panjang dan kulitnya yang putih halus serta bentuk tubuh sempurna walau usianya masih sangat belia. Tetapi lekuk tubuhnya sudah seperti gadis 19 tahun dengan bentuk tubuh ramping dan penuh di beberapa bagian yang di sukai para lelaki. Dua bukit kembar yang terlihat penuh dan besar, belum lagi bongkahan bulat sempurna di bokong seksinya dan kaki jenjang yang tinggi ramping.


Antony Liem menelan salivanya susah payah. Ada dalam dirinya yang mendadak terasa panas dan ingin mendapatkan pelepasan.


" Gadis yang sempurna, " gumamnya pelan dengan menahan kelelakiannya yang mulai memberontak di bawah sana.


" Bawa gadis itu ! " perintah Antony Liem dengan cepat. Dirinya tidak ingin ada masalah dari wanita istri sahabatnya ini, yang berujung pada pembatalan transaksi.

__ADS_1


Dua orang laki - laki besar mengangguk patuh dan bergerak cepat ke arah Queenza dan ibunya.


Tanpa di sadari oleh kedua wanita itu yang masih asyik dengan pikirannya masing - masing, dua orang lelaki besar, anak buah Tuan Antony Liem mendekati Queenza dan segera memegang lengan gadis itu dan menariknya menjauhi sang Mami yang masih diam melamun.


Queenza terhentak dari lamunannya sesaat setelah dirasakan cekalan kuat di kedua lengannya.


Queenza memandang kaget kedua laki - laki itu dan seketika ketika dirinya tersadar, pekikan marah segera terlontar dari bibir mungilnya.


" Akhhh, lepaskan ! Lepaskan Queen, Om ! Lepas ! Jangan bawa Queen ! " teriak Queenza histeris. " Lepaskan ! "


Sang Mami, Larasati tersentak kaget ketika dirinya mendengar suara jeritan putri sulungnya yang mulai menjauh dari dirinya.


" Lepaskan Queen, Tuan ! " jerit Larasati tersadar dan mengejar Queenza dengan rasa takut yang teramat.


" Oh, tidak ! Tuan Antony lepaskan Queenza ! Tolong ! Saya ... . " suara Larasati tercekat di ujung lidahnya. Nafasnya tersengal - sengal dan menjeda sejenak.


" Saya apa ? " gelegar marah dari Antony Liem sangat mengerikan sebelum tubuh besarnya memasuki mobil di sampingnya.


" Akh, Tuan. Tolong jangan Queenza yang di bawa ! Maafkan saya ! Ada Ana. Yah Ana saja. Ana juga sangat cantik, berkulit halus ... . " Larasati mencoba menawarkan anak gadisnya yang kedua, berharap sahabat suaminya mau menerima tawarannya.


" Atau bagaimana dengan saya ... ? " tawar Larasati dengan wajah memerah, antara ketakutan dan rasa malu yang luar biasa. Entahlah tapi yang jelas dirinya berharap bahwa lelaki mantan sahabat suaminya mau menerima tawarannya.


" Cih, " Antony Liem meludah ke samping dengan amarah yang semakin membuncah.


" Kau menawarkan dirimu ? Pelacur. Aku tidak sudi dengan dirimu, " jawab Antony Liem kejam sambil menarik helai rambut Larasati ke belakang. Tangan kasarnya menarik sekuat tenaga sehingga wanita itu jatuh terjengkang ke belakang.


Bruk.

__ADS_1


" Mami ! " seru Queenza memberontak melepaskan cekalan tangannya dari kedua laki - laki yang masih dengan erat mencengkeramnya erat. Tubuh kurusnya menerjang laki - lakindi sebelahnya yang tampak lengah karena terkejut ada seorang gadis yang berani melawan tuannya.


Queenza melompat, bahkan menabrak tubuh Antony Liem dengan kasar, gadis itu berlari dan menghampiri sang mami dan berjongkok membantu maminya berdiri. " Mami ! Bangun, Mi ! "


Wanita itu memandang wajah putrinya sekilas. Ada perasaan bersalah yang mulai menyerang hatinya. Wanita itu merutuk dalam hati, bagaimana bisa putri yang ia besarkan dengan tangannya sendiri, akhirnya ia berikan sebagai alat tukar 2M.


" Kau ! " teriak Antony Liem menunjuk Queenza dengan berang, " Kau boleh memilih Mamimu selamat atau mati sekarang ? Jika Kau pilih keluargamu selamat, ikutlah Aku tanpa paksaan karena pada dasarnya Mamimu sudah menukar dirimu dan counter ponsel di beberapa mall dengan uang 2M. Jika kau menolakku, aku akan bunuh Mami dan adik - adikmu di depan matamu. Pilih ! Waktumu satu menit dari sekarang ! " seru Antony Liem memberikan pilihan.


" What ? Hanya Dua milyar ? Mi ? " pertanyaan Queenza membuat mata sang mami mengembun dan berakhir dengan titik - titik air mata yang mulai membasahi pipinya.


" Mi, berapa nilaiku buat mami ? Apakah sepadan beberapa counter handphone Papi dan aku, Queen hanya di hargai dua milyar ? Mami gila ! Mami gila ! Ini sangat gila ! Mami jawab Queenza ! " habis sudah hati Queenza, hancur berkeping - keping. " Aaaarggghhh, "


Wanita itu berpikir sejenak, dalam diamnya. " Akh, iya, lima buah counter handphone dan Queenza dan aku hanya minta 2M. Akhh, harusnya aku minta lebih ... . "


Wanita itu nampak terlihat kecewa dengan dirinya sendiri, akh harusnya ia mendapatkan uang yang lebih banyak. Counter sang suami adalah counter yang terkenal di beberapa pusat perbelanjaan. " Tuann-"


" Jangan bilang kau akan minta tambah uang ? No. surat jual beli sudah kau tanda tangani, tidak ada penambahan nilainya... . " Pria itu tersenyum meremehkan, kemudian,


" Tapi karena aku baik hati, dan tidak sombong. Aku adalah teman suamimu, aku akan berikan kebaikan padamu." Kalimat itu terjeda, pria itu tersenyum sekali lagi dengan senyum yang mengerikan, " Ini, " teriaknya setelah menarik beberapa lembar lembaran uang berwarna biru dan melemparkan ke udara tepat di depan wajah Larasati.


" Aku sangat murah hati bukan ? " tawanya meledak dan, " bawa gadis itu cepat ! "


Mata Larasati begitu takjub melihat puluhan lembar uang yang menghambur di udara. Dengan cepat wanita itu meraih dan mengumpulkannya menjadi satu.


Queenza menatap kelakuan maminya dengan tatapan tak percaya, bagaimana bisa maminya lebih menyukai uang dari pada dirinya, putrinya.


Untuk kesekian kalinya hati Queenza tercabik ngilu, perih, berdarah. Jika itu seperti kaca, pasti sudah remuk tak berbentuk lagi. Remuk menjadi serpihan - serpihan kecil yang tak bisa di satukan lagi.

__ADS_1


Queenza memberontak tak terima, ia menjerit frustasi dan masih berusaha melepaskan diri dari genggaman dua pria yang ada di sisi kanan - kirinya.


~ Bersambung ~


__ADS_2