Menjadi Istri Simpanan Pria Dewasa

Menjadi Istri Simpanan Pria Dewasa
BAB. 4. Pilihan Sulit


__ADS_3

Bab. 4 Pilihan Sulit


" Bagaimana mungkin Mami yang adalah ibu kandung Queen menjual Queen pada lelaki tua yang lebih pantas Queen sebut Papi atau malah layak dipanggil Kakek, usia mereka jauh di atas Queen, Mi. Mami gila? Apa Mami gak ada ide yang lebih baik yang dapat di sarankan untuk putrinya ? Apa mami memikirkan perasaan Queen ? Apa karena kemiskinan sampai Mami tega berbuat seperti ini ke Queen ? Apakah Queenza bukan anak Mami ? Sampai Mami tega melakukan ini pada Queen ? " batin Queenza. Rahang gadis itu mengetat sempurna menahan segala kesedihan dan rasa perih yang semakin menjalar.


" Jujur Queenza ingin lari dari Mami. Queen gak tahan dengan sikap Mami. Tapi Bryan dan Ana juga terlalu kecil untuk menerima perlakuan Mami yang seperti ini. Tuhan, please kuatkan Queen ! " batin Quennza dengan sesak.


Wanita setengah baya itu terduduk di samping anak gadisnya. Tangannya dengan gemetar sesekali menepuk Queenza. " Queen, Queenza ! Bangun ! Jangan diam saja ! Mami gak mau kamu cuma diam saja sama seperti Papimu yang diam saja saat Mami minta cerai ... . "


Deg.


Hati Queenza teramat sangat terkejut. Usianya masih remaja. Masih belasan tahun, tapi masalah keluarganya sungguh menghabiskan energinya. Hatinya berdenyut bertanya.

__ADS_1


" Mami minta cerai semasa Papi hidup ? Ada apa ? Bukankah keluargaku selalu baik - baik saja ? Selalu harmonis ? " batin Quenza penuh dengan pertanyaan. Ingin sekali rasanya Queenza bangun dan bertanya kepada Maminya tapi untuk saat ini rasanya tidak mungkin. Maminya sedang seperti orang lain, yang di penuhi dengan kemarahan dan sifat bengisnya terasa sangat menyakitkan dan mengerikan bagi Queenza.


Suasana terasa lengang hanya sesekali suara tangisan Maminya masih terdengar menyayat hati.


" Mami tahu, Mami salah. " suara Mami Laras terdengar bergetar di sela - sela suara tangisnya. Sedikit lirih dengan gumaman tak jelas, seperti terdengar meracau.


" Mami yang gak becus urus kalian. Mami gak bisa urus keluarga. Mami ... Mami tidak punya kemampuan apa - apa. Mami tidak bisa kerja. Bukan. Bukan, Mami tidak bisa kerja. Mami memang tidak biasa kerja Queen ... Perusahaan, cafe, counter Mami kasih ke Paman Albert, adik Papimu. Karena bangkrut. Mami stres. Mami bingung harus bagaimana, Queen. Isi rumah sudah habis di jual untuk biaya pengobatan Papi kamu, perusahaan sudah bangkrut, sedangkan adik - adikmu masih sekolah. Mereka butuh biaya besar untuk sekolahnya, Queen. Mami masih punya tunggakan arisan di Tante Meta, Tante Bellinda. Bahkan di Tante Ayu sudah nunggak tiga bulan. Mami gak bisa cari uang banyak dengan cara cepat Queen. Cuma kamu yang Mami harapkan. Cuma kamu Queen. " tangis Mami Laras semakin kencang. Sesekali tangannya memukul - mukul Queenza dan memukul dadanya dengan frustasi.


Queenza dalam umurnya yang masih remaja dapat memahami betapa peliknya masalah dalam keluarganya. Keuangan keluarganya sedang terpuruk. Entah apa yang terjadi selama ini. Yang Queenza tahu semua baik - baik saja. Sampai enam bulan lalu Papinya mengalami kecelakaan dan membutuhkan banyak uang untuk pengobatannya. Tiga bulan di Rumah Sakit dalam masa kritis dan pengobatan tentu sangat menguras keuangan apalagi sang Mami yang terbiasa hidup mewah sungguh tidak bisa memanage keuangan dengan baik.


Keluarga Wijaya sebenarnya adalah keluarga yang cukup berada saat sang Papi masih ada.

__ADS_1


Sebastian Wijaya adalah seorang pengusaha yang cukup berhasil, dengan beberapa usaha yang dia miliki. Beberapa cafe dan counter handphone yang sangat terkenal bahkan perusahaan furniture yang Papinya bangun entah bagaimana keadaannya. Tapi semua seperti tidak ada apa - apanya lagi. Mami Laras yang menjadi dalang semuanya, memindah tangankan kepada Paman Albert Wijaya, adik sang Papi tanpa pikir panjang hanya karena merasa tak sanggup bekerja. Sifat Pamannya yang memang ingin menguasai hartanya dengan senang hati menerima kebodohan Mami Laras.


" Cuma kamu harapan Mami. Kamu hanya tinggal turuti kata Mami, semua beres Queen. " tanpa tahu malu Larasati meminta Queenza menuruti semua perkataannya. " Kita sudah kehilangan segalanya. Perusahaan, cafe, counter, kekayaan semua hilang. Tinggal rumah ini. Tapi surat - suratnya pun sudah Mami gadai. "


Deg.


Kembali hati Quennza terasa perih. Mengapa sang Mami masih ingin menginginkan kekayaan lagi dengan cara menjual anaknya ? Jika semua sudah hilang bagaimana dengan sekolahnya, bagaimana dengan Bryan dan Ana. Bagaimana hidup mereka selanjutnya ?


" Atau kalau kamu tidak mau, biar Ana saja yang menggantikan. Walau dia masih kelas dua tapi Ana cukup cantik dan memiliki tubuh yang bagus walau tidak sep ... . "


🌻🌻🌻

__ADS_1


bersambung


__ADS_2