
" Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya. "
WaktuNya bukan waktu kita.
Sekeras apapun kita berusaha berlari jika bukan kehendakNya, tak mudah untuk kita terlepas. Tetapi jika sudah kehendakNya, apapun akan dipermudah dalam segala jalan kita.
🌻🌻🌻
" Mami gila ! Mana ada ibu kandung jual anaknya sendiri Mi ? Yang bener saja ? " sembur Queenza dengan marah. Tangannya terkepal dengan kuat.
Quennza menggigit bibirnya kuat saat tangan wanita setengah baya yang ada di belakangnya mulai memutar jalinan rambut Quennza di tangannya, menariknya lebih kuat ke belakang. Quennza hanya meringis perih merasakan kulit kepalanya yang ikut tertarik bersamaan dengan jalinan rambutnya.
" Kurang ajar, " jerit wanita itu marah sambil memukul dan menendang Queenza dengan kaki dan tangannya. Bahkan semua rambut Queenza yang panjang pun sudah ada dalam genggamannya.
__ADS_1
Wanita setengah baya itu tampak kesetanan memukul gadis remaja anak pertamanya dengan membabi buta. Sesekali bahkan kakinya menendang remaja 15 tahun itu yang tersungkur di lantai.
Wajahnya nampak lebam dan sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah
Ini bukan peristiwa pertama, tetapi sudah kerap terjadi setelah Papi Queenza meninggal karena sebuah kecelakaan beberapa bulan lalu.
Qiara Queenza, anak pertama dari pasangan Sebastian Wijaya dan Larasati. Seorang gadis remaja 15 tahun yang cantik dan cukup pintar. Ditunjang tubuhnya yang bagus dan terlihat dewasa di usia yang masih remaja menjadi daya tarik tersendiri sehingga Sang Mami yang melihatnya menjadi berpikir untuk menggunakan kelebihan sang putri untuk mendapatkan uang dengan cara yang cepat dan mudah.
Nama Arxello William sudah sangat terkenal, tersohor dan sangat di puja tetapi sangat sedikit orang yang bisa berjumpa dengannya. Dia lelaki yang tak tersentuh dan publik tidak mengenal wajahnya hanya sepak terjangnya di dunia bisnis yang mengharumkan namanya.
Menurut berita yang tersebar, Arxello William adalah lelaki yang usianya sudah hampir berkepala lima. Itu artinya usianya sudah tak muda lagi. Dia sendiri sudah mempunyai tiga orang anak yang bahkan ada yang sudah kuliah. Isterinya meninggal tiga tahun lalu karena sakit jantung.
Queenza masih tersungkur di lantai. Diam tak bergerak. Matanya terpejam rapat. Hatinya terasa perih, bahkan tubuhnya terasa remuk, sakit sekali.
__ADS_1
" Dasar anak kurang ajar. Tak tahu balas budi, Mami sudah lahirkan kamu, rawat kamu dari kecil, sekolahin kamu. Masa Mami cuma minta kamu temenin Om Herman saja tidak mau. Hanya temenin minum gak mau, temenin Om Farhad teman Papi kamu juga tidak mau. Om Aldo atau Om Byan juga gak mau. Maumu apa ? Kan lumayan Queen, mereka janjiin kasih duit banyak kalau kamu mau. Lumayan buat bayar SPP Bryan dan Ana. Kamu juga bisa shoping, " rengek Sang Mami dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.
" Wajah Om Herman dan Om Farhad juga gak jelek - jelek amat, Queen. Yah walau perut buncit tapi yang penting uangnya Queen. Uang. " Mami Laras masih meraung menangis mencoba meluluhkan Queenza. " Om Aldo dan Om Byan bahkan sangat gagah dan tampan, kaya lagi. Kurang apa coba, Queen ? Kamu saja yang bodoh, dikasih duren kaya gak mau. "
" Kalau kamu gak mau dengan Om Herman dan Om Farhad, paling tidak Om Arxello harus mau. Mami gak mau dengar penolakan kamu, Queen. Tolong Mami, Queen ! Adik - adikmu gak bisa ujian. Uang makan sudah habis Queen. " sang Mami kembali mengguncang tubuh Queenza yang masih terduduk dengan perasaan linglung.
" Queen ! Dengar Mami tidak ? " sentak Sang Mami lagi dengan menendang ujung kaki Queen.
" Mami, jangan keterlaluan ! Tidak ada ibu yang tega menjual anaknya demi segepok uang, Mi. " seru Queenza tak tahan.
🌻🌻🌻
~ Bersambung
__ADS_1