
Hugo Hospital.
Suasana di ruang ICU menegang dikarenakan putri pemilik rumah sakit alat yang terpasang di tubuhnya berbunyi membuat dokter dan suster berlarian menuju ruang ICU, nyonya dan tuan Hugo yang Melihatny menjadi khawatir melihat dokter berlarian menuju ruangan putrinya.
Jefford yang mendapat kabar dari tuan Alfred segera meninggalkan perusahaan dan menuju rumah sakit.
" Mom, dad" seru Jefford, melihat orangtuanya di depan ruang ICU terlihat wajah khawatir, Jack mengukuti langkah kaki Jefford ia juga khawatir nyonya Avi sudah dianggap sebagai kakak olehnya.
" Jef, kakakmu alat di tubuhnya berbunyi mommy takut" nyonya Devira, memeluk putranya. Jefford hanya diam mengelus punggung nyonya Avi Ia juga khawatir.
" Kalian tenang saja Avi pasti baik saja ia wanita kuat" kata tuan Afred, sedih menghapus air matanya jatuh di pipi.
Dalam ruang ICU.
Dokter berusaha menyelamatan Nyonya Avi yang mana alat pacu Jantungnya berbunyi.
" Alhamdulillah, keadaan pasien sudah kembali stabil" kata dokter.
" Dok ini sudah lima tahun pasien belum juga sadar dari komanya" kata suster.
" Kita hanya berharap ada keajaiban yang datang agar nyonya Avi cepat sadar" kata dokter, mengajak suster keluar.
" " Gimana keadaan putri kami Dok? " tuan Alfred.
" Alhamdulillah, keadaan nyonya Avi sudah kembali stabil walau masih koma, ajaklah pasien bicara itu akan membantunya" kata dokter. Semua orang merasa Avi Hugo baik saja.
__ADS_1
Indonesia
Kediaman Quenny
Andrean sedang bersiap untuk ke sekolah ia tak ingin Quenny membantunya karena ia tahu kesibukan bundanya.
" Bunda" kata Fina, baru bangun. Quenny tersenyum dan membantu putrinya mandi.
" Bunda, kapan Fina sekolah, Fina ingin pintar seperti bunda dan kak Andrean" kata Fina.
" Jadi putri bunda tak sabar untuk sekolah" kata Quenny, tersenyum melihat putrinya bahagia Quenny menggendong putrinya dan membawanya ke kasur membantunya berpakaian.
" Nanti bunda cari TK untuk putri bunda ini ayo kita ke ruang makan kak Andrean pasti sudah menunggu kita" kata Quenny, memegang tangan putrinya menuju ruang makan.
" Kak, bunda akan mencarikan sekolah untuk Fina" dengan gembiranya memberitahu Andrean.
" Bunda" kata Andrean.
" Ya sayang usia Fina sudah lima tahun sudah saatnya bersekolah" kata Quenny, Andrean menanggukan kepalanya.
" Assalamualaikum, bos sudah saatnya kita berangkat ke perusahaan " teriak Wefia.
" Tante jangan beringsrik nanti telinga Fina sakit" kata Fina, cemberut.
" Oh sayang tante minta maaf" Wefia mencium Fina sampai kesal Quenny dan Andrean hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Wef, kamu tahu TK terbaik disini atau di dekat perusahaan " kata Quenny.
" Untuk siapa Quen bukannya Andrean sudah SD" kata Wefia.
" Tante bukan untuk kak Andrean tapi aku" kesal Fina, Wefia tersenyum menggoda Fina.
Andrean pamit ke sekolah dia diantar oleh supir tidak lupa ia mencium tangan Quenny dan Wefia.
" Mbak Ila, bibi aku berangkat dulu jaga Fina kalau ada sesuatu segera hubungiku" Kata Quenny.
" Baik nona" seru mereka, sebelum berangkat Quenny mencium pipi putrinya dan minta agar tak nakal.
Quenny dan Wefia menuju perusahaan. " Apa saja pekerjaanku hari ini karena siang aku harus ke rumah sakit? " Quenny.
" Tenang Quenny hari ini kamu hanya ada metting bersama bagian keuangan" kata Wefia, Quenny menanggukan kepalanya matanya tertuju pada arah jalan sambil memenjamkan matanya.
Perusahaan Frederic Group.
Semua karyawan menyambut Quenny yang sudah kurang lebih menjadi CEO mereka, walau ia masih muda kemampuannya tak bisa diremehkan.
" Nona" kata orang kepercayaannya.
" Kak " seru Quenny.
" Mereka sudah menunggu nona di ruang rapat". Quenny menanggukan kepalanya mereka bertiga menuju ruang rapat.
__ADS_1