Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 32


__ADS_3

Jefford melihat kepergian Queny dan dokter Ridwan.


" Jack jaga kakakku, kak aku pergi dulu" kata Jefford, meninggalkan mereka yang melihatnya pergi dengan heran.


" Dokter" panggil Jefford. Mendengar suara Jefford Queny dan dokter Ridwan berhenti.


" Maaf dok apakah saya bisa bicara pada anda" kata Jeffrod, menatap ke arah Queny.


" Kalau begitu saya pamit" kata dokter Ridwan, menuju ke ruangannya diikuti suster.


" Tuan ingin bicara mengenai nona Avi? " Queny, Jeffrod dengan dinginnya menanggukan kepalanya.


" Kalau begitu kita bisa bicara di ruangan saya" Queny, melirik arlojinya ternyata ia masih memiliki waktu sebelum memulai prakteknya.


Mereka sudah berada di ruangan Queny Jeff melihat ruangan yang bersih warna putih, Queny mempersilahkan Jeff duduk.


" Apa yang ingin anda ketahui, tuan? " Queny.


Jeff menghela nafasnya. " Apakah kakak saya perlu melakukan CT Scan.


" Ya, karena pasien sudah lima tahun dalam keadaan koma dan selama itu otaknya tidak bekerja saya hanya ingin memastikan apakah sakit kepala nona Avi di akibatkan karena itu, tuan tahu sendiri otak kita sangat berpengaruh dalam keanggota tubuh kita" kata Queny, Jeff terus mendengar penjelasan dari Queny.


" Dan nona jangan membiarkan memikirkan sesuatu yang berat yang dapat berakibatkan otaknya berfikir dan kepalanya merasakan sakit" kata Queny.

__ADS_1


CT Scan adalah pemeriksaan medis yang menggabungkan teknologi sinar X dengan sistem komputer untuk menghasilkan gambar berbagai jaringan dan struktur dalam kepala seperti tengkorak, otak sinus paranasal dan rongga mata.


Setelah dijelaskan oleh Queny mengenai keadaan kakaknya Jeffrid pergi tanpa pamit.


" Dasar aneh" kata Queny, memanggil suster untuk memanggil pasiennya.


Setelah tiga jam Queny praktek ia bersiap untuk pulang hari ini ia tak ke perusahaan dan meminta Wefina dan Rega mengurus perusahaan jika ada urusan bisa melalui email.


Queny keluar dari ruangannya menyapa para dokter dan suster yang ia temui, Queny mengendarai mobil menuju rumahnya.


Di Rumah Queny.


Kedua anaknya mengerjakan tugas dari sekolah Andrean mengerjakan matematika ia sangat pintar dan banyak guru memuji kepintarannya.


Fina gadis kecil berusia lima tahun ini sangat ceria dan tak kalah pintar dengan kakaknya.


" Terima kasih mbak" kata Fina, dengan senyuman berbeda dengan Andrean hanya menanggukan kepalanya.


" Kak kok mama belum pulang hari udah sore" kata Fina.


" Mungkin mama sibuk Fina" Andrean, melanjutkan pekerjaannya. Dianggukan oleh Fina.


Dapur

__ADS_1


Bibi dan mbak Ila sedang menyiapkan makanan malam, Andrean dan Fina sudah menyelesaikan tugasnya dan meletakan bukunya di atas meja.


" Bibi, mbak" panggil Fina. Mereka mendengarnya langsung menghentikan kegiatannya beruntung masakannya sudah selesai.


" Ya nona muda" kata bibi, mbak Ila berdiri di dekatnya.


" Bi lihat hari sudah gelap kok mama belum pulang " kata Fina, sedih Queny belum juga pulang. Andrean menyusul adiknya dia juga mencemaskan mamanya.


' Mungkin mama banyak pekerjaan, nona tuan" seru mbak Ila dianggukan oleh bibi.


" Tapi mama selalu menghubungi jika terlambat" kata Abdrean, suaranya sudah gemetaran sedangkan Fina sudah menangis memanggil mama.


" Hwa mama dimana. Hiks hiks hik"


Bibi dan mbak Ila saling memandang mereka juga tak mengetahui dimana Quenny, memang biasanya Queny selalu menghubungi mereka kalau terlambat.


" Mbak telepon nona Wef mungkin ia tahu dimana nona Queny" kata bibi, ia segera membawa mereka ke ruang makan.


Bibi mencoba membujuk mereka untuk makan tapi tak mau bahkan Andrean melempar piringnya.


" Nggk mau Fina mau mama" Fina, menangis menutup mulutnya dengan bibirnya.


" Tuan muda" panggil bibi. Andrean menggelengkan kepalanya dan melempar piringnya di atas meja, ia menangis memanggil mama.

__ADS_1


" Kalian"


Wefina yang baru saja pulang dari perusahaan terkejut saat mendapat telepon dari mbak Ila, ia segera menemui Andrean dan Fina.


__ADS_2