
Avi hanya bisa bersabar benar yang dikataka adiknya dia harus menyelidiki semuanya apakah mereka benar anak-anaknya atau bukan, jika itu benar dia bahagia karena kedua anaknya dirawat penuh kasih sayang walau tak terlalu lama mengenal Quenny tapi Avi percaya Quenny akan merawat mereka penuh kasih sayang.
" Jeff, kamu harus memastikannya ingat jangan membuat gadis itu sedih mommy yakin dia merawat cucu mommy dengan baik" kata nyonya Devira, Jeffrod menanggukan kepalanya.
Mereka akhirnya keluar dari kamar Avi membiarkannya istirahat.
" Kalian ikut daddy ke ruang kerja ada yang daddy bicarakan" kata Tuan Alfred.
Jeffrod, Jack mengikuti tuan Alfred ke ruang kerja sedangkan nyonya Devira menyiapkan makanan untuk putrinya.
Ruang kerja.
" Jack beberapa hari ini kamu menyelidiki dokter Queny apa yang kamu ketahui tentangnya? " Tuan Alfred.
" Dad untuk apa mengetahuinya bukankah kita sudah tahu kalau ia seorang dokter" kata Jeffrod, heran dengan pertanyaan daddynya.
" Daddy hanya ingin tahu tentang keluarganya saja apakah keluarganya memperlakukan mereka dengan baik jika benar mereka itu cucu daddy, daddy tak ingin mereka dilukai" kata tuan Alfred.
Jeffrod mengiyakan perkataan tuan Akfred dan menatap ke arah Jack.
__ADS_1
Jack menghela napasnya. " Saya sudah banyak bertanya pada rekan kerja dokter Queny, Queny Friska F seorang yatim piatu orangtuanya sudah lama meninggal, ketika ia membawa tuan dan nona kecil waktu itu dia baru saja lulus sekolah dan dia hanya memiliki seorang sahabat bernama Wefina" Jack, menceritakan tentang kehidupan Queny yang dia ketahui.
Memang Jack tidak menngetahui kalau Perusahaan Frederic Group adalah milik Queny karena ia hanya mengurusnya dari balik meja. Hanya Rega Syahreza yang merupakan orang kepercayaan ayahnya yang diketahui oleh orang.
" Yatim piatu? " tuan Alfred.
" Benar tuan besar selama lima tahun ini tuan dan nona kecilah yang selalu menemaninya saat bahagia maupun sedih" kata Jack.
" Sekarang apa yang harus kita lakukan Jeff daddy merasa kasihan padanya" kata tuan Alfred.
" Tapi dia berhak tahu dadd kalau Andrean dan Fina masih memiliki ibu kandung aku yakin dia pasti bisa menerimanya dan kita tak mungkin memisahkan mereka " kata Jeffrod.
" Jeff, apa maksudmu. Apa kamu ingin menikahinya " Tuan Alfred menatap kearah putranya.
".Jeff, daddy belum selesai bicaranya jelaskan apa yang kamu maksud tadi" teriak tuan Alfred, dia hanya bisa menghela napasnya.
Jika putranya memang ingin menikahi dokter Queny dia juga bahagia dan merestuinya tapi apakah putranya mencintainya dia tak ingin putranya melukai hati gadis muda itu.
" Kita mau kemana tuan? " Jack. Mereka sudah berada dalam mobil.
__ADS_1
Jeffrod menghela napasnya ia meminjit keningnya tak percaya dengan apa yang ia katakan pada daddy.
" Kita ke taman saja kepalaku pusing" kata Jeffrod. Jack segera membawanya ke taman.
Taman
Jeffrod duduk di kursi sambil memperhatikan anak bermain Jeffrod senyum melihat tingkah anak kecil bermain bersama orangtuanya.
Tiba saja Jeffrod membayang ia dan Queny bermain di taman bersama kedua keponankannya.
" Astaga apa yang aku fikirkan" kata Jeffrod, menghela napasnya. Jack hanya memperhatikannya dari jauh.
Di kediaman Queny.
Queny dan Wefina sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.
" Queny, kapan kamu ke perusahaan? " Wefina.
" Memangnya ada sesuatu yang mengharuskan aku hadir " kata Queny.
__ADS_1
" Tidak sih hanya para karyawan itu membuatku kesal hanya karena kamu tak ada mereka suka berbuat sesuka hati" kata Wefina.
Queny tersenyum, makanan sudah siap Andrean dan Fina sudah menunggu di meja makan mereka makan malam bersama.