
Avi menangis histeris dalam pelukan nyonya Devira tuan Alfred mengelus kepala putrinya sambil menghapus air matanya.
" Kami bangga padamu sayang kamu berhasil menahan amarahmu" kata tuan Alfred, pada sang putri.
Ketika dalam perjalanan pulang Jeffrod sudah memberitahu orangtuanya kalau mereka berhasil merebut perusahaan kak Zen dan Avi Hugo yang akan menjalaninya.
" Mom tadi Avi melihat dia yang telah menembak mas Zen, mereka tertawa bahagia" kata Avi, dengan suara lirih. Ia mengingat Doni dan Steve Emanuel tertawa.
" Biarlah mereka merasa senang saat ini tapi setelah ini kamu yang tertawa bahagia" kata nyonya Devira, menghapus air matanya.
Wilona berhasil mendapatkan berkas tentang kepemilikan perusahaan Felix Group segera ke tempat Jeffrod.
" Tuan muda, nona Wilona sudah datang" kata bibi.
" Suruh masuk bibi" kata Jeffrod. Bibi dan Wilona masuk menemui lainnya.
" Bibi tolong buatkan minuman" kata nyonya Devira.
" Baik nya" seru bibi, pergi ke dapur membuat minuman. Nyonya Devira meminta Wilona duduk.
" Gimana Wilona? " Jeffrod.
" Ini tuan saya sudah mengganti nama menjadi nama nona Avi Hugo" kata Wilona, sebelum menemui Jeffrod ia terlebih dahulu ke firma hukum yang biasa mengurus kasus keluarga Hugo ketika mereka ada di Indonesia.
" Kak terimalah ini milik kakak" kata Jeffrod, menyerahkan surat kepemilikan perusahaan Felix ke tangan Avi.
__ADS_1
Dengan tangan gemetaran Avi menerima berkas dari Jeffrod, ia memeluknya sambil menangis.
" Mas akhirnya aku bisa merebut kembali perusahaan dari kerja kerasmu" kata Avi, nyonya Devira senyum dan mengelus punggungnya.
" Kak bersiaplah esok kita akan beri mereka kejutan" kata Jeffrod, Avi menanggukan Kepalany dan untuk sementara Wilona akan menjadi Asistent sekaligus sekretaris Avi sebelum menemukan orang yang dapat di percaya.
Perusahaan Frederic Group
Dari tempat acara lelang Rega langsung ke perusahaan ia ingin segera menemui Queny untuk memberi kabar yang ia temukan.
Saat menuju ruang Queny tanpa sengaja ia melihat Wefina baru saja keluar dari ruangan Queny.
" Wef apa nona Queny ada di dalam? " Rega.
" Kakak telat lima belas menit Queny baru saja ke rumah sakit katanya ada operasi darurat" kata Wefina.
Melihat Rega diam Wefina menggelengkan kepalanya tiba saja ia teringat sesuatu.
" Kak gimana acara itu? " Wefina.
" Kamu lanjutkan saja kerja aku akan beritahu nona nanti" kata Rega, meninggalkan Wefina yang kesal.
" Dasar orang kaku entah siapa yang akan menjadi istrinya nanti" guman Wefina, kembali ke ruangannya.
Rumah sakit
__ADS_1
Beruntung operasi berjalan lancar dan tak membutuhkan waktu yang lama.
" Alhamdulillah, masih ada waktu untuk menjemput anak-anak" guman Queny, melihat arloji masih menunjukan jam 12 siang.
Tak ingin membuang waktu Queny segera berlarian menuju parkiran, ia mengendarai Mobilnya menuju sekolah.
Queny menghela napasnya ia merasa lega ketika sampai di sekolah ia melihat mbak Ila dan putrinya duduk di taman sambil menunggu Andrean
" Bunda" Fina, berlarian menuju Queny ketika baru saja keluar dari mobil.
" Sayang jangan lari" kata Queny, mendekati sang putri dan menyambut kedatangannya.
" Maaf bunda Fina senang karena tak sabar nanti kita ke mall" kata Fina, Quenny senyum dan mengajak putrinya duduk di samping mbak Ila.
" Mbak nanti ikut ke mall ya" kata Queny.
" Baik nona" kata Mbak Ila. Fina tak henti berceloteh kegiatan yang akan ia lakukan di mall.
Sepuluh menit kemudian bel berbunyi satu persatu siswa SD keluar.
" Kak Andrean" teriak Fina. Andrean senyum melihat bunda dan adiknya menunggunya.
" Sayang sudah siap pergi ke mall" kata Queny.
" Siap" seru keduanya, mereka tertawa bersama kemudian mereka pergi ke mall menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1