Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 78


__ADS_3

Keluarga Hugo


Jeffrod bersama keluarganya membawa Andrean dan Fina ke kediaman keluarga Hugo, selama perjalanan Andrean dan Fina diam padahal Avi berusaha mengajak mereka untuk bicara sedangkan mbak Ila tak berani bicara walau ia bahagia karena Andrean dan Fina dapat bersama keluarga asli mereka tapi rasa sedih itu ada mengingat Quenny.


Avi menjadi sedih karena kedua anaknya tak mau bicara padanya nyonya Devira menenangkan putrinya.


Taklama mereka sampai di kediaman keluarga Hugo mereka di sambut oleh Pak Yu dan pelayan lainnya.


" Selamat siang tuan, nyonya besar. Tuan muda" seru pak Yu.Tapi mata mereka tertuju pada dua anak dan seorang gadis muda di tengahnya.


Mbak Ila terkejut melihat keadaan kediaman keluarga Hugo sangat mewah apalagi banyak pajangan yang terlihat mahal.


" Baguslah kalian berkumpul semuanya aku takkan membuang waktu kalian, kalian pasti bertanya siapa kedua anak ini dan gadis itu?" Tuan Alfred.Diangguk oleh pak Yu dan pelayan lainnya.


" Mereka cucu kami anak Avi dan Zen , gadis ini pengasuhnya sekarang mereka tinggal disini, kalian harus melayani mereka seperti kami" kata tuan Alfred.


Pak Yu dan lainnya menanggukan kepalanya mereka bahagia mengetahui kedua anak Avi sudah kembali.


" Avi sebaiknya antar mereka ke kamar untuk istirahat" kata nyonya Devira, melihat Fina mengantuk di gendongan mbak Ila.


" Sayang ayo bersama mami kita ke kamar kalian" kata Avi, naik lantai dua mbak Ila mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


" Kamu tahu sayang kamar ini mami siapkan untuk kalian berdua" kata Avi. Senyum membuka pintu kamarnya.


Terlihat suasana kamar yang tenang warnanya putih dan biru.


" Mbak letakan Fina di atas kasur" kata Andrean.


" Baik tuan muda" kata mbak Ila.


" Nak apa kamu suka desain kamarnya jika ada yang ingin rubah katakan nanti mami ganti" kata Avi.


" Nggk Andrean suka kamar di rumah bunda juga seperti ini ,mbak nanti siapkan susu nanti Fina bangun" kata Andrean.


" Baik nyonya saya akan ke bawah dulu, tuan muda sebaiknya istirahat nanti mbak bangunkan" kata mbak Ila. Andrean menanggukan kepalanya dan baringkan tubuhnya di samping Fina.


" Nyonya saya ke dapur dulu persiapkan susu untuk Fina sebelum dia bangun" kata Mbak Ila. Avi menanggukan kepalanya.


Di ruang tengah Jeffrod bicara dengan lainnya.


" Mommy rasa Andrean dan Fina belum dapat menerima kita terutama Avi" kata nyonya Devira, sedih mengingat kejadian di dalam mobil.


" Mom mereka terpisah dari kita sudah lima tahun lama beri mereka waktu semuanya butuh penyesuaian lagi ,daddy yakin Avi pasti bisa merebut hati mereka" kata tuan Jeffrod.

__ADS_1


Nyonya Devira menanggukan kepalanya apa yang dikatakan suaminya benar saat mereka asyik dengan bicara Avi mendekat.


" Kak tidak menemani mereka?" Jeffrod, mereka melihat Avi duduk di samping nyonya Devira.


Avi menghela nafasnya." Sepertinya mereka tak mau menerima Avi sebagai ibu kandung mereka" kata Avi, tertunduk sedih.


" Sayang" kata nyonya Devira, menenangkan putrinya.


Sementara di dapur mbak Ila ingin membuat susu untuk Fina mendekati pelayan di sana.


" permisi" kata mbak Ila, dengan sopan. Pak Yu melihatnya mendekati Mbak Ila.


" Ya nona" kata pak Yu.


" Aduh pak jangan panggil nona saya hanya pengasuh Andrean dan Fina, panggil saya Ila" kata mbak Ila, merasa tak enak.


Pak Yu tersenyum." Baiklah saya panggil nak Ila" kata pak Yu, mbak Ila tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Nak Ila butuh sesuatu?" Pak Yu.


" Iya pak saya ingin membuat susu untuk nona muda biasanya saat bangun ia minun susu" kata Mbak Ila.Pak Yu mempersilahkannya membuat susu untuk Fina.

__ADS_1


__ADS_2