Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 26


__ADS_3

Avi terkejut mendengar kalau ia koma selama itu bagaimana dengan suami dan kedua anaknya.


" Aw" Avi kembali merasakan kepalanya sakit.


" Nak tenanglah jangan berfikir terlalu keras " kata tuan Alfred, nyonya Devira dan Jeff menanggukan kepalanya.


" Tapi dad, Avi melihat mas tertembak dan" Avi menangis mengingat suaminya telah meninggalkannya nyonya Devira memeluknya era, ia tak sanggup untuk mengatakannya.


" Kak" panggil Jeff. Ia harus mengetahui dimana keberadaan kedua keponankannya sudah bertahun lamanya anak buahnya belum juga menemukannya.


Avi menghapus air matanya dan menghadap ke arah adiknya.


" Kamu ingin mengatakan apa, Jef? " Avi. Jef tersenyum duduk di samping dan memegang erat tangan kakaknya.


" Kak, dimana Andrean dan Fina, Jef sudah melihat di rekaman CCTV terakhir Jef lihat mereka di bawa oleh seorang dan kakak tersenyum. Kak mengenalnya dan dimana alamatnya kami akan menjemputnya" kata Jefford, dengan tak sabarnya.


Avi senyum walau sudah lima tahun ia takkan melupakan gadis muda yang menyelamatkan kedua anaknya walau wajahnya tak terlalu jelas olehnya.


" Dia telah menyelamatkan mereka kalau gadis itu tak ada mungkin kakak juga kehilangan mereka seperti kehilangan mas Zen" kata Avi, menangis tapi ada senyum di wajahnya.

__ADS_1


" Dad, mom Avi minta maaf" Avi, mengingat ia meninggalkan kedua anaknya di jembatan ketika ia melarikan diri.


" Nak, kenapa kamu harus minta maaf?" Nyonya Devira.


Avi melihat keluarganya. " Avi tak ada pilihan lain meninggalkan mereka di sana waktu itu dan hanya itu Avi fikirkan demi menyelamatkan mereka, ayo kita ke Indonesia mencari mereka pasti tak jauh dari sana" semangat Avi mencari mereka.


" Kak, Jefford sudah lima tahun mencarinya tapi tak menemukan mereka dan siapa gadis yang kak maksud " kata Jef.


" Lima tahun itu tak mungkin" Avi, menggelengkan kepalanya ia tak percaya ia koma dalam kurun waktu lima tahun.


Nyonya Devira mendekati sang putri dan memeluknya dan menenangkannya.


" Kita akan menemukan mereka kamu jangan cemas sayang" kata nyonya Devira.


Avi menggelengkan kepalanya. " Jangan Jef kakak yakin ia akan merawat mereka dengan baik, mom ayo kita ke sana Avi ingin mencari mereka " kata Avi, mendesak mereka.


Jefford menghela nafasnya." Baik kita ke Indonesia" kata Jefford, Avi merasa bahagia.


" Tapi Jef keadaan kakakmu" kata tuan Alfred.

__ADS_1


" Dad tenang saja kebetulan Jef ada keperluan ke sana dan Jef akan meminta dokter untuk mengaturnya" kata Jeff, Avi bahagia sambil memeluk nyonya Avi, tuan Alfred mengelus kepala putrinya.


Dokter tulang yang diminta oleh dokter yang merawat Avi sudah datang dan merawat kaki Avi.


" Nona harus melakukan terapi dikarenakan susah bertahun tidak di gerakan" kata dokter.


Dengan kekuasaan keluarga Hugo dokter memperbolehkan Avi melakukan perjalanan tapi ditemani oleh dokter, selama delapan belas jam jet pribadi milik keluarga Hugo sudah sampai di bandara dan ambulans sudah menunggu kedatangan mereka.


Dibantu oleh dokter mereka membawa Avi ke rumah sakit dan dokter sebelumnya sudah kembali ke Amerika.


Rumah sakit


Mereka disambut oleh dokter dan membawa Avi ke ruang rawatnya.


Rumah Queny.


Queny baru kembali dari rumah sakit di sambut oleh kedua anaknya.


"Mama tadi Fina mendapat bintang banyak " kata Fina, dengan semangat menunjukkannya pada Queny.

__ADS_1


" Uh putri mama pintar " Queny mencium putrinya.


Mbak Ila mengajak mereka bermain di ruang tengah karena Quen ingin membersihkan dirinya.


__ADS_2