
Beberapa hari kemudian sesuai janji Quenny akan bertemu dengan keluarga Hugo di salah satu restoran dia sudah membrokrir restoran hingga tak ada seorang pun mendatangi restoran X.
" Mama kenapa tak ada orang disini?" Fina, ketika masuk tak ada orang di dalam kecuali pelayan.
" Karena hanya yang ada di sini ,Fina" kata Andrean, memegang tangan Quenny dengan erat.
Quenny melihat ekspresi putranya yang dingin ia hanya bisa berdoa agar putranya baik saja, pelayan membawa mereka ke ruang VIP yang telah di pesan oleh Wefina.
Masalah perusahaan di urus oleh Rega sampai Quenny kembali ke kantor, Wefina memberitahunya mengenai pertemuan ini makanya Rega meminta Quenny untuk cuti beberapa hari soal perusahaan biar ia urus.
Di kediaman keluarga Hugo.
Avi tak sabar untuk menemui kedua anaknya dan membawa mereka ke dalam pelukannya, tak hanya ia ikut tuan dan nyonya Hugo juga ikut mereka tak sabar menemui kedua cucunya.
" Mom" seru Avi, terharu.Nyonya Devira senyum mengambil kedua tangannya dan mengelusnya sambil menatapnya penuh keharuan.
" Sayang akhirnya penantianmu yang panjang terwujud kedua anakmu kembali ke pangkuanmu, ingat nanti jika kalian di pertemukan jangan terburu biar adik dan daddy yang urus" kata nyonya Devira, nyonya Avi menanggukkan kepalanya.
Tuan Alfred dan Jeffrod mendekati arah mereka.
__ADS_1
" Mari kita berangkat Jack sudah menunggu di luar" kata Jeffrod, mendapat pesan dari Jack kalau ia sudah menunggu di luar.
Mereka segera menuju ke restoran dimana Quenny dan lainnya menunggu.
Restoran.
Andrean tak mau jauh dari Quenny seakan ia tahu mereka akan pergi jauh dari wanita ini sedangkan Fina asyik bercanda dengan Wefina.
" Kalian tak ingin pesan sesuatu ini sudah waktunya makan siang" kata Quenny, melihat kedua anaknya.
Kedua anaknya menanggukan kepalanya Wefina memanggil pelayan dan mencatat pesanannya.
" Selamat siang tuan, nyonya silahkan duduk" kata Quenny.
Deg
Jantung Avi berdetak dengan cepat air matanya berjatuhan melihat gadis kecil yang cantik rambutnya di ikat ekor kuda berpakaian pink sedang menikmati makanannya sedangkan di sampingnya anak laki-laki berusia 8 tahun ia sangat mirip dengan alm suaminya sedang memegang tablet.
Sedangkan tuan dan nyonya Hugo menatap kedua cucu yang telah berada di hadapannya penuh keharuan rasanya ingin memeluk mereka ,mereka mencoba untuk menahannya mereka tak ingin kedua cucu mereka terkejut.
__ADS_1
Wefina mempersilahkan mereka duduk dengan posisi dihadapan Quenny, Quenny duduk di antara Fina dan Andrean sedangkan Wefina di samping Andrean.Nyonya Devira sangat ingin memeluk Fina duduk di sebelahnya.
" Sayang mari beri salam" kata Quenny.
" Mereka siapa ma?" Fina.Pertanyaan Fina membuat Avi sakit hati karena putrinya memanggil orang lain sebagai mama tapi ia mencoba menenangkan diri,nyonya Devira tahu hati putrinya merasa sakit tapi ia tak tahu kata apa.
Andrean menatap ke arah Quenny yang tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Kamu masih mengingat mereka kan" kata Quenny.
Andrean menanggukan dan mencium tangan semua orang.
" Sayang ini mami nak,kamu masih ingatkan" kata Avi, memeluk erat putranya.
Andrean senyum dan menanggukan kepalanya ,Fina melihat Avi menangis karena memeluk kakaknya menjadi heran.
" Kakak sini , jangan peluk kak Andrean seperti itu" kata Fina, cemberut.
Mereka terkejut mendengarnya termasuk Quenny dan Wefina.
__ADS_1