Menjadi seorang ibu

Menjadi seorang ibu
Episode 51


__ADS_3

Awalnya Jeffrod tak ingin mengikuti kakaknya tapi mengingat Doni pasti berada di perusahaan membuatnya khawatir jika orang itu melakukan hal yang tak diinginkan.


Ketika ia dan Jack datang ternyata dugaannya benar ia melihat Doni mengarahkan pistol ke Avi.


Dor


seketika Doni jatuh dan dadanya mengeluarkan darah yang banyak benar Jeffrod menembaknya tepat di jantungnya, karyawan berteriak melihat Doni terjatuh dan darah mengalir membasahi lantai.


" Kalian tenangkan mereka " kata Jeffrod, Wilona bersama anak buahnya segera menenangkan karyawan dan minta agar tak membuka mulut pada publik jika tidak nyawa taruhannya.


" Kami janji takkan bercerita termasuk pada keluarga kami" seru mereka, Wilona meminta mereka mengosongkan lobi dan kembali ke ruangan masing- masing.


" Kakak tidak apa, maaf aku membuatmu terkejut" Jeffrod, langsung memeluk kakaknya yang sejak tadi diam.


" Tidak apa Jeff kakak hanya terkejut, kenapa kamu malah menembaknya kakak bisa melindungi diri kakak " kata Avi, mengeluarkan bubuk cabe dalam tasnya.


" Kakak, ini pasti mommy" kata Jeffrod, tersenyum dan mengambil bubuk cabe dari tangan kakaknya.


' Kamu tahu sendiri mommy seperti apa. sudahlah bagaimana dengannya? " Avi, melihat Jack memeriksa Doni.

__ADS_1


" Dia meninggal nona" kata Jack, berdiri.


" Dia sangat beruntung meninggal sebelum mendapat hukuman, Jack ambil tas itu" kata Jeffrod, melihat tas terletak di dekat Doni.


" Jeffrod, apa yang kamu lakukan padanya?" Avi, Jack memberikan tas milik Doni pada Jeffrod.


" Sepertinya kita mengembalikan pada keluarganya, Jack buatlah seolah ia mengalami kecelakaan. Kita akan melihat bagaimana tanggapan dari seorang Steve Emanuel setelah mengetahui hal ini" kata Jeffrod, senyum smirk.


Jack segera memerintahkan anak buahnya seperti yang dikatakan Jeffrod.


" Kakak sekarang terus masuk atau pulang biar Wilona yang mengurus disini" Jeffrod, masih mengkhawatirkan kakaknya .


Melihat kakaknya baik saja Jeffrod pamit ke perusahaannya sedangkan mayat Doni sudah di bawa oleh anak buahnya.


" Wilona, sepertinya kita harus lembur " kata Avi.


" Ya nona, perusahaan ini membutuhkan perbaikan besar-besaran" kata Wilona, mereka menuju ruangan dimana dulu di pakai oleh Zen Felix.


Avi dan Wilona sudah sampai di ruangan kerja milik Zen, Avi sedih melihatnya sudah ada perubahan pada ruangan ini.

__ADS_1


" Wilona panggil orang untuk mengganti dekorasi ruangan ini, aku ingin ruangan ini sama seperti mas Zen masih hidup" kata Avi.


" Baik nona" seru Wilona, keluar dari ruangan ia menghubungi Jack meminta bantuannya karena ia belum mengenal siapa pun disini.


Avi melihat ruangannya dengan tatapan sedih. " Mas aku akan mengembalikan perusahaan ini seperti kamu pimpin dan aku janji akan menemukan kedua anak kita" guman Avi, menatap jalanan dari jendela.


Jeffrod segera menghubungi orang untuk memperbaiki kantor kakaknya setelah diberitahu oleh Jack kalau kakaknya ingin kantornya di rubah.


Wefina dan Rega memutuskan menyusul Queny ke rumah sakit untuk memberitahunya kejadian kemaren.


Mereka saat ini berada di ruangan Queny tak ingin membuang waktu Rega menceritakan semuanya termasuk Jeffrod CEO perusahaan Hugo Group datang.


" Apa orang itu juga datang tapi anehnya ia tak berniat untuk membelinya hanya memperhatikan" kata Wefina, merasa bingung.


" Kak pernah berkata kalau tuan Zen menikahi nona dari keluarga Hugo jangan-jangan " ucapan Queny terpotong


"Jeffrod dari perusahaan Hugo itu dan pernah bekerja sama dengan perusahaanmu adalah keluarga dari istri tuan Zen, tapi kenapa ia tak membelinya bukannya itu hak dari saudarinya" kata Wefina.


" Nona, saya duga ia menyuruh orang untuk melakukannya supaya tak ada yang menyadari kalau perusahaan Felix Group di beli olehnya" kata Rega.

__ADS_1


Queny hanya mendengar keduanya bicara entah kenapa ia memikirkan kedua anak yang sangat ia cintai.


__ADS_2