
Keesokan harinya sebuah hotel tepatnya di aula yang telah di hias seindah mungkin,aulasudahdi penuhi para undangan dan antara para undangan terlihat sepasang suami istri bicara bersama asistennya.
" Selamat malam tuan Emanuel" Seseorang mendekati Steve Emanuel dan memberi salam.
" Doni, darimana saja kamu sudah lima tahun" kata Steve, terkejut melihat Doni datang ke acaranya.
Ternyata Doni orang kepercayaan dari Zein bekerja sama dalam kejadian lima tahun yang lalu, tanpa mereka sadari ada dua orang menatap mereka dengan tajam apalagi dengan Doni mereka sangat geram.
" Ternyata benar dia yang mengkhianati kak Zein" kata Jeffrod, ia sangat geram melihat Doni tertawa bersama Steve.
" Kali ini dia akan mendapat balasan dariku" kata Jeffrod, tapi langkah Jeff di hentikan oleh Jack.
" Jack, kenapa kau hentikan aku" kata Jeffrod.
" Jeff, saat ini belum waktunya kita beraksi, kita harus memiliki bukti untuk memberinya pelajaran yang setimpal" kata Jack, Jeff menanggukan kepalanya setuju dengan dikatakan Jack.
Sebelumnya Jack sudah memasukan anak buahnya ke dalam acara dengan menyamar pelayan.
Di tempat Steve.
Steve mengajak Doni bicara berdua. " Selama ini kamu kemana saja dan aku bahkan tak bisa menghubungimu" kata Steve.
Doni menghela nafasnya. " Sejak peristiwa itu keluarga istri Zein selalu mengawasiku dan perusahaan di urus oleh orang kepercayaan keluarga istrinya" kata Doni, minum wine di tangannya.
__ADS_1
" Apakah mereka sempat mencurigaimu? " Steve.
" Orangtuanya tidak tapi adiknya tak bisa di remehkan, beruntung orang itu sudah aku habisi" kata Doni, tersenyum smirk.
" Maksudmu? " Steve.
" Orang itu selalu memberitahu kegiatanku pada mereka hingga beberapa waktu aku tak bisa bergerak" kata Doni.
Jeffrod dan Jack yang berdiri tak jauh dari sana terkejut.
" Sial pantas saja Rio tak pernah memberikan kabar dalam dua tahun ini" Jeff, sangat geram mendengarnya begitu juga dengan Jack.
Kembali ke Doni dan Steve.
" Hahaha, tentu saja aku berhasil merebutnya sebelum Rio meninggal aku sempat mencuri stempel jarinya untuk memindahkan perusahaan atas namaku, sekarang aku ingin menjualnya" kata Doni, tertawa.
" Doni, doni aku tak menyangka kalau kamu bisa kejam juga, bukannya kamu orang kepercayaannya " kata Steve, menikmati minuman di tangannya.
" Ya hanya dia bodoh tak menyadari ada orang yang ingin ia mati" kata Doni, tersenyum.
Wakil perusahaan Queny tidak ada yang datang karena Rega juga tak ingin menghadirinya karena ia tak menyukai cara Steve berbisnis.
Tak lama datang seorang wanita cantik berpenampilan **** mendekati Steve sedangkan Doni sudah berpamitan pulang.
__ADS_1
" Malam papi" kata seorang wanita.
" Sayang kok kamu baru datang" kata Steve, memeluknya.
" Maaf papi pesawatnya tadi di tunda keberangkatannya, makanya Silvia baru datang dimana mami? " kata Silvia.
Silvia Emanuel putri Steve Emanuel bersama istrinya berusia dua puluh tujuh, dia seorang model dan baru saja kembali dari Eropa setelah menjalani syuting.
" Jack selidiki wanita itu, ayo kita pulang aku tak ingin berlama disini" kata Jeffrod, meninggalkan pesta diikuti oleh Jack.
Saat ini Silvia berkumpul bersama orangtuanya.
" Papi apakah dia datang? " Silvia.
" Maaf sayang dia tak datang hanya diwakilkan oleh sekretarisnya" kata Steve, mengelus rambut putrinya.
" Siapa yang kalian bicarakan?"istri Steve.
" Mami dia orang yang telah membuat putrimu jatuh cinta" kata Silvia, tersenyum.
" Kok kamu tak pernah mengenalkannya? " Steve.
Silvia tersenyum. " Maaf mami, papi Silvia tak tahu namanya. Silvia sering melihatnya di Televisi, majalah, saat papi mengadakan pesta ulang tahun pernikahan kalian Silvia sangat senang makanya Silvia minta papi mengundangnya, tapi dia tak datang" kata Silvia.
__ADS_1
" Kamu tenang saja sayang lain kali kalian pasti bertemu" kata Steve. Sudah larut acara ulang tahun pernikahan Steve bersama istrinya selesai dan mereka juga para tamu sudah meninggalkan lokasi.