Menyesal Dua Kali.

Menyesal Dua Kali.
menyesal.


__ADS_3

*bughh


Gaesha memukul tembok yang tidak bersalah itu, sehingga membuat tangan nya memerah.


kata kata yang ia lontarkan kepada Aily begitu kasar, sampai sampai gadis itu nekat melakukan hal yang bisa membahayakan nyawa nya sendiri.


Gaesha mengusap wajah nya kasar, hati nya sangat merasa bersalah, rasa cinta yang hampir hilang, kembali lagi, dia mengingat bagaimana lemah nya gadis cantik itu.


Se akan ingin memperbaiki semua nya, Gaesha berencana ingin menemui gadis itu, ia begitu kawatir, dia ingin melihat keadaan Aily.


setelah pulang sekolah, dia langsung menghubungi mama Adell untuk meminta ijin terlebih dahulu.


"t-tante apa benar ya Aily sedang di rawat di rumah sakit?"tanya Gaesha sedikit grogi.


"eh nak Gaesha, iya sha Aily sedang sakit, ada apa tiba tiba menanyakan Aily?"jawab Mama Adell di sebrang sana.


"begini tan, mau nya Gaesha menjenguk Aily, apa boleh?"ucap nya sedikit ragu, karena belum tentu Aily bisa menerima kedatangan nya kembali setelah dia menyakiti nya dengan begitu banyak kata kasar.


"boleh kok Gaesha, tapi kapan mau menjenguk nya?"


"mau nya ntar sore tan, kalo tidak mengganggu "


"ow nanti sore ya... hehe sebenarnya Tante mau meminta bantuan nya nak Gaesha"ucap Mama Adell ragu.


"bantuan apa tan?Gaesha bakal berusaha bantu tante"Jawab Gaesha antusias


"kalah begitu kesini saja ya nanti Tante beri tahu"


"oke Tan "


setelah panggilan terputus, Gaesha segera pergi ke toko bunga, dia ingin memberikan Aily bunga, karena Aily memang sangat menyukai bunga, dan tidak lupa membeli boneka dino berwarna pink soft.


 


...----------------...


Sesampai nya di rumah sakit, Gaesha segera menuju kamar rawat Aily, Gaesha mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh mama Adell.


"ayo disini Gaesha, duduk dulu"Gaesha mengangguk, dia pun mengikuti arahan mama Adel.


"oh iya tan, tadi tante mau meminta bantuan apa?"


" jadi begini sha, anak teman Tante, meninggal kemarin, lalu mau nya sekarang tante ke rumah nya untuk melayat, tapi tante kawatir kalau Aily sendiri, soalnya papa dan adik Aily sedang keluar kota, menjenguk kakek yang sedang sakit"


"tante meminta kamu membantu menjaga Aily sampai nanti malam, kalau bisa saja ya nak"Lanjut mama Adell sambil tersenyum kikuk


"gitu ya tan, Gaesha bersedia tan, kalau boleh tiap hari Gaesha mau"ucap Gaesha sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"hahaha iya nak, Tante sudah lama mengenal kamu, sebagai sahabat dekat Aily dari sekolah dasar, jadi tante percaya kan Aily ke kamu ya nak"Mama Adell hanya mengetahui mereka bersahabat, karena Aily tidak memberi tahu, mereka saling suka, sehingga memutuskan untuk berpacaran, Mama Adell juga sudah lama mengenal Gaesha, sejak kelas 1 SD mereka berdua sudah berteman dekat layak nya adik kakak, dan sekarang Gaesha sudah menduduki bangku kelas 3 SMA begitu juga Aily, umur Gaesha memang lebih tua daripada Aily, oleh karena itu Aily jauh lebih pendek dari nya, hanya sebatas dada Gaesha.


"siap tann"


jawab Gaesha sembari menampilkan senyum nya.


"yasudah tante mau berangkat dulu ya, terimakasih ya Gaesha sudah mau membantu tante"


"iya tan hati hati"


Setelah kepergian mama Adell, pandangan Gaesha menuju ke arah Aily yang masih memejamkan mata, dia pun mendekati Aily, dan menggenggam tangan dingin itu.


"Lily..bangun sayang.."


ucap Gaesha pelan dengan perasaan bersalah.


"ughh"


Aily membuka mata nya, dan yang pertama dia rasa hanyalah haus.


"eh Lily sudah bangun?"

__ADS_1


"a-air, Aily mau air"


"iyaa Lily, ini air nya"


Gaesha mengambil kan Air untuk gadis lemah itu.


"Aily dimana..."


'G-Gaga....kenapa Gaga ada disini"


" Aily udah mati ya?eh ini kok Aily belum mati"


Oceh Aily, yang membuat hati Gaesha berdenyut nyeri mendengar jika gadis itu sangat ingin meninggalkan dirinya.


"shutt sudah Lily, Lily tidak boleh berbicara seperti itu, sudah bagus Lily masih selamat, kalau tidak...Gaga pasti akan merasa sangat bersalah..."


ucap nya lirih, lalu memeluk Aily, di pelukan hangat itu dia terisak, sangat menyesal Gaesha rasa, untung saja tuhan masih memberikan nya kesempatan untuk memperbaiki diri.


Aily yang di peluk secara tiba tiba dan mendengar isakan Gaesha membuat nya bingung apa yang terjadi dengan pria yang sedang memeluk nya itu.


"hiks Lily.....maafkan Gaga, Gaga benar benar menyesal....Gaga telah kasar pada Lily, Gaga tidak bisa tanpa Lily, tolong jangan tinggal kan Gaga....."Lirih nya sambil menangis di pelukan Aily, Gaesha begitu menyesal, dulu dia tidak akan berani berkata kasar kepada Aily, namun sejak hari itu entah apa yang terjadi pada dirinya yang pasti, dia selalu mudah marah dan risih jika berdekatan dengan Aily.


"...."


Aily terdiam, bibir nya terasa kelu, tak ada sepatah kata pun yang mampu dia lontarkan, ia merasa tubuh nya menegang saat ini karena di peluk Gaesha secara tiba tiba.


karena tidak ada jawaban Gaesha pun mendongakkan kepalanya, menatap Aily yang sedang memalingkan wajah nya ke samping, terlihat jelas jika Aily begitu kecewa pada nya.


" Gaga sangat menyesal karena sudah kasar pada Lily..maaf kan Gaga..Gaga menyesal jangan tinggal kan Gaga...Gaga sadar ternyata Gaga masih menyayangi Lily...maaf kan Gaga sayang...Gaga mohon.."


"lepas kan!! Hikss..."ucap Aily dengan air mata yang sudah mengalir deras, kini dia sedang tidak ingin bertemu Gaesha, sakit rasa nya jika kejadian itu di ingat kembali.


Gaesha berdiri dan kini memeluk Aily kedalam dekapan nya, hati nya begitu tidak tega melihat gadis kecil nya ini menangis karena ulah Gaesha sendiri.


"lepas kan! hiks lepas!!"Aily mencoba untuk melepaskan pelukan Gaesha, dia sudah memukul dada Gaesha beberapa kali dengan tangan nya, namun itu tidak ada apa apa nya bagi Gaesha, tenaga Aily kalah jauh dengan Gaesha, sehingga dia pun kelelahan karena sedikit memberontak, apalagi kini kondisi nya masih begitu lemah.


setelah beberapa saat Aily mulai menerima pelukan Gaesha, bahkan dia membalas pelukan itu, masih dengan isak tangis nya yang begitu memilukan.


Beberapa menit berlalu, mereka masih berpelukan, dan suara tangisan Aily semakin mengecil.


dirasa Aily sudah tidak menangis, Gaesha pun melepaskan pelukan itu, dia pun melihat Aily yang sudah tertidur di dalam dekapan Gaesha, pantas saja Gaesha merasakan tubuh Aily berat tidak seperti tadi saat Aily masih menangis, seperti nya gadis itu sangat kelelahan hingga tertidur dengan begitu cepat nya.


Gaesha tersenyum tipis seraya mengusap lembut pucuk kepala Aily, untuk menyalurkan rasa hangat dan ketenangan.


Dia pun menidurkan Aily dengan begitu pelan agar gadis itu tidak terusik, lalu dia menyelimuti kembali Aily, lalu dia pun beralih menatap wajah sembab Aily, dengan air mata yang masih membasahi pipi mulus nya, Gaesha pun menghapus air mata Aily dengan tisu.


tidak lama kemudian, Gaesha juga ikut tertidur dengan posisi duduk, dan kepala yang bersandar di ranjang Aily.


...----------------...


*satu jam berlalu


Aily terbangun karena merasa ada sesuatu yang hangat berada di atas telapak tangan nya, dan ternyata itu tangan Gaesha, terlihat Gaesha masih tertidur di samping nya.


Aily tanpa sadar menyentuh wajah Gaesha dengan tangan kanan nya, karena tangan kiri Aily di pasangkan infus, dia meraba kumis tipis Gaesha dengan sentuhan lembut, sejujur nya Aily begitu mengagumi ketampanan yang di miliki Gaesha.


(apa Gaga benar benar menyesal?)gumam nya di dalam hati, sembari mencerna semua ucapan Gaesha tadi.


Gaesha yang merasa terusik pun membuka mata nya dan melihat Aily yang sedang menyentuh wajah nya, Aily yang menyadari akan hal itu reflek menarik tangan nya dari wajah Gaesha, lalu memalingkannya wajah nya kesamping, pipi nya begitu memerah menahan malu karena telah ketahuan sedang mengagumi wajah Gaesha.


"Lily habis memegangi wajah Gaga ya?"ucap nya dengan suara serak khas orang bangun tidur, Gaesha menggenggam tangan Aily lembut.


"lihat Gaga hmm"ucap nya sekali lagi sambil sesekali mengelus elus rambut Aily.


Aily pun mengembalikan pandangan nya, dan melihat ke arah Gaesha yang menatap wajah nya lekat, pria itu mengulum senyum saat melihat Aily yang sedang malu malu kucing dan pipi nya juga terlihat memerah.


"Lily, apa nya yang masih sakit?"tanya Gaesha.


"hati Lily masih sakit"jawab Aily dengan mata berkaca-kaca, seperti nya Gaesha salah bicara.

__ADS_1


(mampus, aku salah berbicara)gumam Gaesha di dalam hati.


"eh Lily jangan menangis lagi dong, Maaf kan Gaga"ucap Gaesha dengan wajah panik, sungguh dia begitu takut Aily akan menangis kembali.


"Gaga terlalu kasar pada Lily, semua kata kata Gaga tidak ada yang membuat Lily bahagia, semua nya kasar!"


"Lily sangat kecewa ,Lily tidak suka tahu di perlakukan seperti ini.."


"kalau boleh meminta Lily tidak akan mau di kasarin seperti ini, apalagi oleh Gaga"


"hiks... hiks..."Aily kembali menangis.


"maaf.."


hanya itu yang bisa Gaesha katakan, dia sangat menyesali perbuatannya selama ini.


"huwaaaaa"tangis Aily dengan tangan yang terus saja menghapus bulir bening itu Dari pipi nya, tetapi air mata nya terus saja mengalir.


Aily menarik Gaesha kedalam pelukan nya, lalu Aily mengatakan "jangan seperti ini lagi, Lily tersiksa..."ucap nya lirih di sela sela tangis nya, Gaesha pun hanya bisa mengelus kepala Aily agar gadis itu tidak menangis lagi.


...----------------...


Beberapa menit kemudian, kini Aily sudah tidak menangis, dia menatap wajah tampan milik Gaesha, pria yang pernah menyakiti nya, begitu juga Gaesha, dia melihat kesedihan yang mendalam di mata milik gadis itu.


"sudah Lily, jangan menangis terus ntar cantik nya hilang lhoo"ucap Gaesha sembari menghapus air mata Aily dengan kedua ibu jari nya.


"Gaga berjanji tidak akan seperti itu lagi, sudah cukup Gaga membuat Lily sampai se sakit ini, tapi maaf kan Gaga, Untuk sekarang kita bersahabat saja dulu, Gaga mau kita sama sama fokus belajar, tapi kalau ada waktu Gaga temani Lily, nanti kalau sudah waktunya, Lily akan menjadi milik Gaga lagi, memiliki Lily seutuh nya."Gaesha menggenggam tangan Aily, untuk meyakinkan hati gadis itu, dan menumbuh kan kembali rasa percaya Aily terhadap Gaesha


"iya Gaga"


"okay cantik ku!"


ucap Gaesha lalu beranjak dari ranjang Aily dan menuju ke arah sofa untuk mengambil paper bag nya yang berisi hadiah untuk Aily.


"ohh iyaa ini ada hadiah untuk tuan putri Gaga yang cantik iniii, Lily mau??"


"eh hadiah??mauu Gagaaa"ucap Aily excited(bersemangat)seraya menampilkan senyum manis nya kepada Gaesha, perasaan gadis itu begitu cepat berubah.


"bwaaaaa!! Ini hadiah untuk cantik nya Gaga, di terima yaa"Gaesha memberikan bunga beserta boneka dino yang tadi ia beli


"ehh ada boneka dinoo kecil dan bungaa, yeyy terima kasih banyak Gaga"Aily begitu senang karena dia di berikan hadiah oleh Gaesha.


"Lily menyukai itu??"Tanya Gaesha kepada gadis cantik itu.


"sangattt suka, hehehee"jawab nya sambil menampilkan gigi putih nya yang tersusun rapi, di mata Gaesha Aily begitu menggemaskan.


Kini boneka itu sedang berada di dekapan Aily, Aily begitu menyukai dino kecil berwarna pink, senyum yang merekah se akan mengungkapkan kebahagiaan Aily, Aily terlihat begitu bahagia karena Gaesha tidak dingin dan kasar lagi padanya.


"hallo dino kecil yang imut, sekarang kamu milik ku yaa, jangan hilang lagi seperti boneka ku yang lain nya, aku sangat menyayangi mu, muachhh"Kata Aily sambil menciumi boneka kecil itu.


Gaesha yang sedang duduk di sofa terkekeh, ia merasa gemas dengan sikap Aily yang seperti anak kecil ini, bagi nya Aily begitu lucu dan menggemaskan, ingin rasanya Gaesha mencubit pipi itu.


"huwamm"


"Lily mengantuk Gaga"ucap Aily dengan mata yang kian meredup.


"Yasudah Lily tidur dulu ya, lanjut main nya besok saja kalau Lily sudah sembuh, Gaga akan menjaga tuan putri Gaga ini, semalaman"jawab Gaesha lalu menidurkan Aily dengan pelan, dan menyelimuti tubuh Aily, lalu mengelus elus kepala Aily lembut, Aily merasa begitu nyaman di perlakukan seperti ini, dia ingin merasakan nya setiap hari, bahkan setiap detik, menit, dan jam.


Tidak lama kemudian Aily pun benar benar terlelap, lalu Gaesha berniat menyusul Aily ke alam mimpi, dia pun ikut tertidur dengan posisi duduk di samping Aily, dan kepala yang bersandar di ranjang, sembari menggenggam tangan Aily.


......Penyesalan selalu datang di akhir......


...Karena kalau di awal...


...itu namanya pendaftaran....


Seperti sikap Gaesha, author harap tidak di tiru ya!!


Hmmm baik nya kasi hukuman apa nih buat Gaesha? Author yang ngetik aja greget liat sikap nya itu, yang benar aja, Apa semua lelaki seperti itu?sifat Gaesha begitu mirip seperti dia...dia yang telah pergi, dan bahagia tanpa ku, jujur author tidak menyangka alur hidup author akan seperti ini, sesak rasanya jika di ingat, bahkan sampai sekarang author belum bisa mengikhlaskan dia.

__ADS_1


Maaf ya author malah curhat, karena author membuat karya ini agar dapar meluapkan segala kesedihan author, sekaligus mengisi waktu author agar tidak sering melamun.


Jika ada kesalahan, author minta tolong untuk di koreksi ya, karena mungkin ada kekeliruan di setiap bab, yang author tidak tahu atau tidak author sadari.


__ADS_2