
Satu Minggu telah berlalu, hari ini ada pembagian kelompok sesuai no absen, Gaesha dan Aily ternyata satu kelompok.
"anak anak hari ini bapak akan memberikan kalian tugas kelompok dan kelompok nya sesuai absen, kelompok 1 yaitu absen 1 sampai 10 dan kelompok 2 absen 11 sampai 20."jelas pak Jeje kepada para murid.
ekspresi wajah Gaesha berubah drastis yang awal nya senang, menjadi murung.
Dia sangat tidak suka berdekatan dengan Aily sekarang, karena sifat bawel dan ambekan Aily yang membuat nya tak ingin dekat dengan gadis itu lagi, dia tidak mau ambil pusing.
Aily yang menyadari kalau Gaesha satu kelompok dengan nya pun menuju ke arah Gaesha, lalu menepuk pelan pundak pria itu, Gaesha pun menoleh kebelakang dan ternyata disana ada Aily gadis yang ingin ia jauhi.
Setelah melihat Gaesha yang menoleh dan memutar badan nya agar berhadapan dengan nya, Aily pun memulai pembicaraan mereka.
"Gagaaa kita satu kelompok yeyyyyyy!!!"kata Aily ber semangat.
"Lilyy senang sekali bisa dekat dengan Gaga terus hihii"lanjut Aily kembali, masih dengan wajah riang gembira.
"hm"
jawab Gaesha singkat, Aily pun bingung, senyum yang begitu merekah dan manis hilang begitu saja, dia melihat wajah Gaesha yang masam dan tak sedap di pandang, Aily pun menghela nafas lelah, dia tau kini pria itu sedang berusaha menjauhi nya dan tidak ingin dekat dengan nya kembali, nyeri, hati Aily nyeri.
dengan perasaan yang tidak karuan, Aily kembali tersenyum, agar menutupi raut sedih di wajah nya.
"Gaga?apa itu saja jawaban Gaga?"
" jangan terlalu dekat! biasakan saja"
Jawab Gaesha ketus, lalu kembali duduk dengan tatapan mengarah ke depan untuk mengindari pembicaraan dengan gadis itu.
Gaesha se akan tidak memperdulikan gadis itu yang masih terdiam, ke beradaan Aily se akan tidak berarti lagi bagi Gaesha.
"humm..yasudah Gaga.."
kata Aily tak berdaya, seraya mengusap dada nya yang semakin sesak, Aily se akan tak bisa menelan ludah nya sendiri karena rasa sakit itu.
__ADS_1
Tidak ada respon dari Gaesha, membuat Aily beranjak dari tempat Gaesha dan kembali duduk di kursi nya, dengan perasaan sedih.
(huhh kenapa sih aku harus lepas kendali tadi, padahal aku tidak mau terlihat terlalu bersemangat di depan Gaga, humm!Aily liat itu karena ulah mu kamu menjadi malu sendiri kann!aishh!Aily menyesallll)Aily merutuki dirinya sendiri di dalam hati, ia begitu menyesal karena sudah terlalu bersemangat padahal sudah pasti Gaesha akan dingin padanya.
"yasudah deh tidak apa apa, Aily kan kuat Aily tidak boleh menangis, Aily ini di sekolah jangan bertingkah memalukan kembali, huftt"Aily menghela nafas panjang, untuk menenangkan rasa sesak di dada nya, ia menguatkan dirinya sendiri, dia tidak mau malu lagi karena menangis di sekolah.
"Aily tidak apa apa kalah Gaga seperti itu, asalkan Aily tidak melihat Gaga dekat dengan wanita lain.."Aily berkata pasrah, selagi tidak merasakan cemburu Aily masih kuat untuk menjalani semua nya, walau Gaesha masih bersikap dingin bahkan lebih dingin dari kemarin, Aily masih mengharapkan Gaesha yang dulu kembali, serta mengenang kenangan mereka dulu, bahkan perasaan nya pun masih tetap sama.
Aily sangat kebingungan, dia bingung memilih mendengar kan kata hati nya atau pikiran nya, jika pikiran nya mengatakan untuk menjauhi Gaesha agar tidak jatuh semakin dalam, tetapi hati nya ingin selalu dekat dengan Gaesha, terbiasa dengan kasih sayang dan kelembutan yang selalu Gaesha berikan, dulu, membuat Aily merasa sangat kehilangan, dari kehilangan sosok kekasih, hilang nya kasih sayang dari pria itu, hilang nya sosok papa kedua bagi Aily, ini menyiksa Aily, sungguh ia tidak menyukai hal ini, sangat menyakitkan, hati nya se akan tak terbentuk, tetapi ia ingin selalu berada di dekat Gaesha, walau Aily tau apa akibat dari perbuatannya.
Aily tersiksa mencintai dalam diam, ia ingin mengungkapkan ke Gaesha, tapi melihat sikap dingin nya saja sudah membuat Aily tak bisa berkutik.
Apa Gaesha tidak menyadari seberapa tulus Aily?apa menjadi orang tulus harus selalu tersiksa seperti ini? dimana keadilan di dunia ini? mengapa ujian yang sedang ia hadapi benar benar membuat hidup nya hancur? kenapa perasaan nya harus di korbankan? kenapa? kesalahan apa yang dia telah lakukan sehingga membuat nya masuk ke dalam lubang gelap yang tiada ujung nya, bahkan batin nya sudah sangat lelah.
tidak boleh kah dia bahagia? kenapa bahagia hanya sebentar, lalu akan pergi dengan cepat dan di ganti dengan rasa sakit yang begitu menghancurkan hati nya.
Aily tidak menginginkan ini, yang ia ingin hanya bahagia bersama orang yang dia cintai, tetapi seperti nya semesta tidak merestui hubungan mereka, sungguh sakit, apa Aily tidak pantas untuk bahagia?2 tahun bukan waktu yang sebentar, begitu banyak kenangan manis dan indah yang berakhir akan menyakiti hati nya ketika dia mengingat hal itu.
apa Gaesha tidak tau seberapa ingin dia kembali di manja dan di sayangi?
kasih sayang yang seharusnya menghangatkan dan melindungi seseorang dari rasa sakit, tapi malah menciptakan lubang yang begitu dalam dan gelap, yang akan membuat siapapun terjebak di dalam nya, sulit untuk menemukan jalan keluar di kegelapan itu.
sulit bahkan sangat sulit bagi Aily untuk keluar dari sana, hati yang remuk tak berbentuk, dan batin yang lelah membuat nya semakin terperosok di lubang penyiksaan itu.
rasa sakit yang begitu menghancurkan hati nya, membuat trauma yang dalam, menyesal, Aily menyesal menjadi gadis tulus, ia sangat menyesal karena sudah terlalu dalam mencintai Gaesha, pria yang bahkan tidak peduli dengan keadaan dan perasaan nya, kecewa itu yang Aily rasakan.
Aily tau Gaesha melakukan ini karena di paksa keadaan, tapi tidak bisakah dia memperlakukan nya dengan baik?tidak bisa kah dia menghargai keberadaan Aily?andai Gaesha juga merasakan yang Aily rasa, pasti Gaesha akan lebih menghargai Aily, bukan malah seperti ini.
kini semua telah berubah, Gaesha yang dulu bukan lah Gaesha yang sekarang, bahkan foto profil Gaesha sudah di ganti, meninggalkan Aily yang masih mengunakan foto profil couple mereka, apa Gaesha memang se tega ini pada nya?tidak kah ada rasa kasihan?
hanya orang terdekat nya yang bisa mengerti bagaimana perasaan nya sekarang ini.
bahkan orang tua nya sekalipun belum tentu mengerti keadaan Aily, dan bagaimana sakit nya menjadi Aily, hanya orang yang pernah merasakan lah yang paling mengerti akan hal itu.
__ADS_1
...ketika sedang jatuh cinta...
...Banyak yang lebih mementingkan...
...kata hati daripada logika...
...Sehingga tanpa mereka sadari...
...Mereka sendiri lah yang telah menggali...
...Lubang penderitaan...
...Yang akhirnya akan melukai mereka sendiri...
...Tidak semua kata hati salah...
...namun tidak semua pula logika benar...
...kita harus mampu mengelola pilihan terbaik...
...akan ada saat nya kita menggunakan kata hati...
...begitu juga logika...
maka bijak bijak lah dalam memilih kata hati
...atau logika...
karena suatu saat nanti hanya dirimu lah yang
akan menanggung dampak dari pilihan mu.
...CMIIW💐✨...
__ADS_1