
"Lily...maaf Gaga datang terlambat menuju kesini, maaf kan Gaga"
"apa wanita ****** itu melukai Lily?"lanjut Gaesha kembali.
Namun Aily masih terdiam sembari menundukkan kepala nya dan meremas kuat ujung dress yang ia gunakan, dia sedang memikirkan perkataan dua gadis tadi yang memang ada benarnya.
"Lily, lihat Gaga, jangan seperti ini, Gaga begitu khawatir pada Lily"ucap Gaesha sembari menjongkok lalu mengangkat dagu gadis itu, namun sama sekali Aily tidak melihat wajah Gaesha bahkan dia mengalihkan pandangan nya kesamping, terlihat jelas jika Aily sedang menahan emosi nya karena ulah kedua wanita itu, perkataan yang kasar beserta cibiran mereka membuat Aily tidak ingin dekat dengan Gaesha, karena dia tidak mau di kata katai tidak tahu malu kembali.
"apa Lily begitu tidak tahu malu karena masih meminta bantuan kepada Gaga yang hanya mantan kekasih Lily?"tanya Aily tanpa melihat Gaesha yang sedang berjongkok di samping nya.
(suara Lily berbeda, apakah dia akan menangis?)gumam Gaesha di dalam hati, lalu mengatakan "tidak sama sekali sayang. jangan dengarkan kata kata mereka, mereka hanya wanita ****** yang ingin Lily selalu menderita, apakah Lily tidak melihat tatapan kebencian Lita dan Elina pada Lily tadi?jika mereka tidak berlari, maka sudah Gaga lakban mulut pedas nya agar tidak mencibir milik Gaga kembali!'ucap Gaesha yang geram terhadap perilaku kedua wanita itu yang sempat menghancurkan hubungan nya dengan Aily.
"Lalu apakah Lily masih pantas berada di samping Gaga walau hanya sebatas bersahabat?"tanya Aily kembali, lalu menatap Gaesha yang sedang menggenggam tangan nya.
"tentu sayang, Gaga bahkan selalu ingin berada di samping Lily"jawab Gaesha lalu memeluk Aily, dan menenggelamkan wajah nya di perut Aily yang di lapisi dress hitam, Aily yang di peluk pun sedikit terkejut, dan akhirnya membalas pelukan Gaesha, hati nya merasa lega karena apa yang Gaesha katakan seperti nya memang benar, dan mata Gaesha terlihat tidak berbohong.
setelah beberapa saat, mereka berdua pun melepas pelukannya, lalu Gaesha ber kata "Lily, dengar kan Gaga baik baik, jika mereka mengatakan hal yang tidak tidak dan lebih terkesan menghasut Aily, jangan hiraukan mereka, dan jika mereka menindas Lily kembali, panggil saja Gaga, Gaga akan memberikan mereka pelajaran, agar tidak berbuat semena mena pada Lily, apa Lily mengerti? hm?"ucap Gaesha, mencoba untuk meyakinkan Aily, agar tidak terlalu memikirkan perkataan kasar kedua wanita tadi, karena bagaimana pun, mereka hanya membenci Aily, dan yang pasti nya ada niatan buruk di antara mereka kepada Aily.
"Lily mengerti Gaga, terima kasih telah menerima Lily masih disini, tetap lah seperti sekarang, dan jangan berubah kembali seperti kemarin kemarin lagi, karena Lily pasti nya tidak akan bisa melihat Gaga seperti itu..."lirih Aily dengan wajah sendu sembari menatap lekat Gaesha yang berada di depan nya.
__ADS_1
"jangan khawatir Lily, Gaga pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk Lily, Gaga akan berubah agar lebih baik lagi, Gaga berjanji."
"iya Gaga, Lily akan percaya."ucap Aily sembari mengangguk kan kepala nya.
"yasudah Gaga ayo masuk, Lily ingin segera pulang dan beristirahat"ucap Aily memecah keheningan di antara mereka karena sempat terdiam sejenak.
"iya Lily."jawab Gaesha lalu menutup pintu mobil, dan menuju jok pengemudi, Gaesha pun menghidupkan mobil nya dan keluar dari area sekolah itu, namun dia tidak langsung mengantar Aily ke rumah nya, tetapi dia menghampiri mall yang dia datangi tadi saat membeli kan Aily pembalut dan dress, karena mungkin saja di sana ada minuman pelancar menstruasi, selain tempat nya yang tak terlalu jauh dari sekolah, dan se arah dengan rumah Aily, maka dia memilih mall besar itu untuk membeli segala keperluan Aily.
Aily yang menyadari mobil Gaesha berhenti pun sedikit kebingungan.
"Gaga, kita akan kemana? kenapa mobil Gaga berhenti di mall ini?"tanya Aily pada Gaesha yang seperti nya akan membuka pintu mobil nya untuk keluar.
"Gaga akan membeli minuman pelancar menstruasi dan minyak kayu putih untuk Lily, Gaga tidak tega harus membiarkan Lily kesakitan seperti tadi, Gaga benar benar khawatir"
"shutt jangan berkata seperti itu, Lily sama sekali tidak merepotkan Gaga, ini sudah kewajiban Gaga merawat dan menjaga Lily, jangan lah berpikir jika Aily merepotkan Gaga, tidak sama sekali, Gaga melakukan ini dengan tulus, karena menyayangi Lily."
"dan untuk uang nya Aily tidak perlu mengganti nya, ini tidak ada apa apa nya, bagi Gaga kesehatan Lily lah yang terpenting, karena mau bagaimana pun, Lily tidak akan pernah ternilai dengan sejumlah uang."
"baik lah Gaga..."jawab Aily pasrah, tidak ingin membantah perkataan Gaesha, karena dia tahu Gaesha begitu tidak suka di bantah.
__ADS_1
"Lily tunggu di mobil saja ya, Gaga tidak akan lama kok, secepatnya Gaga akan kembali, dan ingat jangan keluar dari mobil ini sebelum Gaga datang, Gaga tidak mau terjadi sesuatu pada Lily."ucap Gaesha sembari mengelus rambut Aily perlahan.
"humm"Aily tersenyum manis kepada Gaesha, lalu menganggukan kepala nya, tanda mengerti.
Gaesha yang melihat itu pun tersenyum tipis, seraya beranjak keluar dari mobil itu, dan memasuki bangunan besar dan kokoh, yang akan dia tuju untuk membeli keperluan Aily.
"oh jadi itu yang bernama Gaesha dan Aily"gumam seorang pria yang sedari tadi telah memperhatikan mereka berdua dari pohon beringin yang lumayan besar, sehingga Aily dan Gaesha tidak menyadari nya.
...Saat ada seseorang yang mencibir mu...
...Dengan kata kata yang menyakitkan...
...dan selalu saja mencoba mengusik...
...Kehidupan mu, ketahui lah jika mereka...
...Sedang iri dengan kehidupan yang kamu...
...Miliki sehingga mereka tidak memberi...
__ADS_1
...Celah untuk mu agar hidup tenang....
...CMIIW💐✨...