
Hangat nya sinar matahari, dan udara yang masih sangat sejuk, beserta kicauan burung seolah sedang bernyanyi, kini Aily sudah bersiap untuk ke sekolah, seragam yang terlihat pas di badan ramping milik Aily, dan kepang dua nya beserta pita kecil berwarna peach dan putih, membuat rambut nya semakin terlihat cantik.
keadaan dan pikiran nya sudah lebih membaik karena Ani.
Gadis cantik itu mengambil tas nya dan botol minum nya, lalu keluar dari kamar, dan sedikit meminum susu yang telah mama nya buat kan, disitu juga sudah ada papa adik beserta mama nya, ia meneguk dengan cepat hingga susu itu habis tak tersisa, berbarengan dengan papa nya yang sudah selesai sarapan, Aily dan papa nya pun berangkat, sementara adik nya akan berangkat bersama mama nya.
setelah sampai di sekolah, Aily menarik nafas untuk merasakan udara yang masih sejuk ini, angin sepoi sepoi menerpa kulit mulus nya dan memberikan sentuhan lembut.
(huftt Aily harus bisa Aily tidak boleh terlihat lemah di depan Gaga)batin Aily bersemangat beserta menampilkan senyum manis nya, ia pun bergegas menuju kelas, di perjalanan dia berpapasan dengan Gaesha beserta Anand, teman nya.
"Sha itu Aily, sapa dulu gih, agar bocah itu tidak menangis kembali "bisik nya pelan, sambil berjalan.
"apa sihh!sangat mengatur ku, sudah lah malas"jawab Gaesha ketus, sementara Aily semakin mendekat ke arah mereka.
Aily yang melihat Gaesha, berharap akan di sapa, namun Gaesha cuek dan tidak peduli, kini Aily menoleh arah Anand, Anand terlihat tersenyum kaku tetapi dia tetap saja tidak pandai menyembunyikan kekhawatirannya .
Aily yang melihat Gaesha seperti itu membuat nya lemah tak berdaya, apapun yang dia lakukan tetap saja Gaesha akan selalu dingin padanya.
ia kembali berjalan untuk menuju ke kelas nya, masih dengan perasaan kecewa.
(huft pagi pagi sudah kecewa saja, apalagi di siang bolong nanti)batin nya dengan perasaan kesal bercampur kecewa.
...----------------...
Kini Aily dan Gaesha beserta anggota kelompok yang lain sedang berdiskusi, membagi tugas yang akan mereka buat hari ini.
"nanti Gaesha dengan Aily membantu cat kotak nya ya, kalau aku dengan Ita memotong kertas jilid warna warni nya dan menyiapkan hiasan, kalau yang lain urus kabel nya"
"oh iya nanti cat nya di meja dekat taman, agar bau nya cepat hilang"lanjut Eva kembali.
Gaesha sedikit terkejut, karena bagaimana mungkin dia bersama Aily dan hanya berdua padahal dia ingin menghindari gadis itu.
"tidak bisa seperti itu dong!masa aku hanya berdua dengan Aily??tidak aku tidak mau, ganti saja, aku memasang kabel!"
*Aily dan yang lain nya terkejut mendengar perkataan Gaesha yang jelas jelas menunjukkan raut wajah marah dan tidak terima.
"heh Gaesha apa apaan kamu, hanya karena hal sepele kamu sudah marah seperti ini,, bilang saja secara baik baik pada ku, tidak usah seperti itu bisa tidak?"Jawab Eva kesal.
"memang nya mengapa kalau hanya berdua dengan Aily, mengapa kamu terlihat menghindari Aily sekali?Aily tidak salah apa apa." lanjut nya dengan wajah yang terlihat begitu kesal.
*perkataan Eva membuat Gaesha terdiam.
"sudah sudah jangan bertengkar, tidak apa apa Eva aku mengikuti saja."kata Aily pasrah seraya terpaksa tersenyum untuk menutupi rasa sedih nya.
"ambil kotak dan cat nya, kita ke taman belakang sekarang."ucap Gaesha dingin, seraya berjalan lebih dulu, tanpa menunggu Aily.
Aily pun mengambil kotak dan cat itu lalu bergegas menyusul Gaesha ke taman di belakang sekolah.
"siniii cepatt! jalan saja lambat begitu, tidak bisa di andalkan sekali!"teriak Gaesha kepada Aily yang membawa kotak, dua kuas dan cat, gadis itu terlihat sedikit kesulitan karena tangan nya tidak muat, sehingga sulit bagi nya untuk menggenggam dua kuas dan cat dengan satu telapak tangan.
*Aily pun berusaha berlari, namun kaki kiri nya masih saja sakit, sejak keseleo dua hari yang lalu, kaki kiri Aily memang sering sakit jika di paksaan berlari, bagi Aily itu sangat menggangu, ia berlari dengan sedikit pincang.
sesampainya di tempat Gaesha, Aily meringis, saat kaki kirinya terasa sakit, seperti nya dia terlalu memaksa untuk berlari secara tiba tiba, dengan nafas yang tak beraturan Aily berkata "shtt, Maaf Gaga kaki Aily sakit, jadi Aily berjalan nya sedikit pelan, Gaga kan tahu sendiri kaki Aily yang kiri ini memang sering sakit kalau di bawa berlari..'
"menjadi wanita tidak usah lambat! Lari saja tidak bisa, belajar lari sana, huhh!"ucap Gaesha dengan wajah yang terlihat marah.
"maaf Gaga.."Kata Aily lirih seraya menundukkan kepala nya, tidak berani melihat wajah Gaesha yang bagi nya menyeramkan.
"sudah lah tidak usah di bahas, malas!"ucap nya kembali, lalu mengambil kotak yang Aily peluk di tangan nya dengan kasar.
Aily terdiam sejenak lalu mengangguk kecil tanda mengerti, ia pun membantu Gaesha memotong kotak yang akan mereka berdua cat di taman itu.
di saat akan membuka bungkus cat nya, Aily sedikit kesulitan karena bungkus nya yang keras, ia pun berniat meminta bantuan kepada Gaesha yang sedang mengecat bagian belakang kotak.
"Gaga, tolong bantu Aily membuka tutup cat nya"ucap Aily yang sedang kesulitan membuka tutup cat itu, karena keras.
__ADS_1
"apalagi sihh Lily?Lily tidak bisa membuka sendiri?begini saja loh"Gaesha pun mengambil alih cat yang ada di tangan Aily, dan membuka nya.
"begini saja tidak bisa! gampang sekali padahal"omel nya dengan nada tinggi, dan omelan itu memasuki telinga Aily, yang membuat Aily sakit hati, namun ia tidak bisa berkata apa apa, hati nya terlalu sakit untuk berdebat kembali dan akan menambah luka baru bagi nya jika di perpanjang.
Di saat Aily ingin mengambil cat itu dengan kuas, tidak sengaja kuas Aily jatuh mengenai celana milik Gaesha, karena tangan dan tubuh Aily terasa lemas setelah di marahi Gaesha beberapa kali.
Gaesha yang melihat nya pun menjadi murka, dia sangat marah karena sedari tadi Aily begitu menjengkelkan di tambah lagi celana nya harus terkena cat karena kecerobohan gadis itu.
"Lilyy!!apaa apaan siii!! begitu ceroboh! Lihat ini celana Gaga menjadi kotor karena ulah Lily!huhh dasar wanita tidak tahu diri, sudah di baik kin malah ngelunjak, untung Gaga putuskan kalau tidak, pasti sudah stres sendiri menghadapi Lily!lain kali tidak usah satu kelompok dengan Gaga lagi!Gaga muak melihat wajah Lily! Sangat muakk! !pergi sana!Gaga tidak mau melihat wajah wanita tidak tahu di baikin!"Kata Gaesha penuh penekanan, dan terlihat jelas jika kini Gaesha benar benar marah, Aily yang terkejut mendengar kata kata yang keluar dari mulut Gaesha pun tertegun tak percaya, "wanita tidak tahu diri?" gumam nya begitu pelan, Aily terdiam se akan berusaha mencerna kata katau yang telah Gaesha lontarkan pada nya barusan.
Gaesha yang melihat Aily masih diam, kembali berbicara "dengar tidak sih?Gaga mengatakan pergi ya pergi!"bentak nya sekali lagi yang membuat hati Aily terasa nyeri.
Aily pun bergegas pergi ke kelas, dengan bulir bening yang sudah lolos di pipi mulus nya, sungguh sakit pikir nya, mengingat apa yang Gaesha ucapkan.
Aily memasuki kelas dengan sedikit berlari dan mengahapus air mata di wajah nya, agar tidak ada yang mengetahui, namun air mata itu tetap keluar, pikiran dan air mata nya sungguh tidak sinkron.
-sinkron adalah sesuatu yang terjadi pada waktu yang sama atau secara serentak. Sinkron bisa berarti sejalan, sejajar, sesuai, atau selaras.
Teman teman Aily, terutama teman sekelompok Aily pun kebingungan dengan sikap Aily sekarang, Eva dan Ita pun bergegas menuju Aily yang sedang duduk sambil menundukkan kepala nya, terlihat jelas sekarang, ya Aily sedang manahan suara tangis nya, rasa sakit yang terus menerus bertambah membuat Aily tidak tahan ia begitu tersiksa dengan segala perkataan kasar Gaesha.
"loh Aily kenapa?nangis??"Tanya Eva penasaran.
"Gaesha lagi ya Aily?"pertanyaan itu lolos dari mulut Ita, Ita begitu tahu bagaimana perlakuan Gaesha selama ini.
Aily pun mendongakkan kepala nya, sungguh menyedihkan, sangat sakit ia rasa.
Mereka berdua mengerti, Eva dan Ita menenangkan gadis malang itu.
...----------------...
Di malam hari nya terlihat Aily sedang menatap bulan dari jendela kamar nya, pikiran nya kini sedang menjelajah kesana kemari dengan sejuta rasa sakit dan kecewa.
Menatap sayu ke arah langit, tanpa di sadari Aily kembali mengeluarkan air mata kesedihan nya, hati nya belum bisa menerima setiap kata yang Gaesha lontarkan pada nya, kata kata kasar itu bagaikan ribuan jarum yang kini masih menancab di hati nya,
terluka tapi tak berdarah.
ucap nya lirih di sela sela isakan kecil nya.
Karena tidak tahan Aily ingin mengambil keputusan yang bisa membahayakan nyawa nya, gadis itu terlalu lelah menghadapi segala ujian yang tuhan berikan.
"Aily tidak kuat..Aily...tidak bisa.."Ucap Aily lemah, seraya mengambil sesuatu dari laci di kamar nya.
Setelah mengambil air
Ia menelan beberapa obat yang ada di tangan nya, masih dengan air mata yang terus saja mengalir.
Pasrah Aily sangat pasrah, ia harap setelah kepergian nya, Gaesha bisa hidup lebih tenang tanpa gadis cengeng yang selalu ingin di manja oleh nya.
"hiks hiks maaf ma, pa, maaf kanAily, mungkin dengan ini Aily akan lebih tenang"
"maaf Gaga, sudah menjadi beban Gaga selama ini, tugas Lily sudah selesai, Lily pamit."
ucap Aily kembali, sembari meringkuk, mungkin ini akan menjadi hari dimana dia menangis untuk terakhir kali nya.
-arti kata meringkuk adalah duduk (tidur dan sebagainya) membungkuk. Arti lainnya dari meringkuk adalah meromok.
tidak lama kemudian Aily pun tertidur karena efek obat yang baru saja ia minum.
...----------------...
*jam 1 pagi
"ughh s-sesak"
pada pagi itu Aily merasakan sesak, mual sekaligus sakit kepala dan pusing, tubuh nya juga terasa begitu lemas dan dia mengeluarkan keringat dingin.
__ADS_1
Dia pun berusaha sekuat tenaga bangun dari tempat tidur nya, karena isi perut nya ingin keluar.
Dengan pelan Aily berjalan, pusing yang dia rasa semakin kuat saat dia sudah sampai di kamar mandi nya yang berada di dalam kamar.
"huekk"
Aily memuntah kan semua isi perut nya, dengan keringat yang terus saja bercucuran dia segera mencuci mulut nya di wastafel, dan menekan tombol flush agar muntah nya bisa tersiram bersih.
-Kloset duduk biasanya dilengkapi dengan penyiram otomatis atau yang biasa disebut flush. Caranya, kita hanya perlu menekan tombol flush dan air akan keluar dengan sendirinya untuk menyiram air pipis atau kotoran di dalam kloset.
Dua tombol yang disebut dual flush itu telah tersambung dengan katup keluar air masing-masing. Keduanya tersebut dibuat untuk konservasi air yang sudah tersedia dalam toilet dan pada nantinya akan digunakan untuk menyiram dan membersihkan kotoran.
Setelah bersih, Aily segera keluar dari kamar mandi, dan kembali berbaring lemas di kasur nya, energi di tubuh nya seakan hilang entah kemana, dia terus saja merasa sesak di dada nya serta sakit.
Aily kembali merasakan mual di perut nya, dia hendak bangun dari kasur itu, namun tubuh nya seakan tak bertulang, hingga akhirnya dia terjatuh, sulit bagi nya untuk berbicara, karena begitu lemas.
Tidak lama kemudian Aily pun tidak sadarkan diri, mungkinkah itu efek obat yang Aily minum?
apa yang terjadi pada gadis itu?
Apa Aily akan selamat?
Atau cerita ini akan berakhir karena kepergian nya?
Tidak ada yang tahu kecuali author ^_^
...Selagi kamu di beri kesempatan...
...untuk hidup di dunia ini...
...Jangan lah menyia nyia kan kesempatan ini...
...Atau pun berbuat nekat...
...Yang bisa saja merenggut...
...Nyawa mu sendiri...
...Karena nanti nya kamu sendiri...
...Yang akan...
...Menanggung akibat...
...dari Perbuatan mu...
...Dan orang orang yang menyayangi mu...
...Akan sedih saat melihat mu...
...Gagal dan bertindak bodoh....
...jangan nekat hanya karena...
...perlakuan dan perkataan seseorang...
...berusaha lah untuk terbuka pada...
...Orang yang menurut mu...
...Bisa di percayai...
...niscaya akan ada kebahagiaan...
...Yang menanti mu...
__ADS_1
...Di masa yang akan datang....
...CMIIW💐✨...