
Setelah di perboleh kan pulang oleh pihak rumah sakit, kini kondisi Aily sudah membaik, akan tetapi dokter tetap menyarankan agar Aily ber istirahat di rumah selama beberapa hari, dan tidak lupa Aily masih memiliki jadwal kontrol.
Gaesha yang kini sedang di sibukkan dengan tugas tugas, menyempat kan menghubungi Aily di sela sela kesibukan nya, agar tahu kondisi gadis itu, dia sedikit kawatir karena tidak bisa mengunjungi Aily, tapi hati nya lega saat mendengar suara Aily yang mengatakan kalau dirinya sudah sembuh dan hanya butuh istirahat di rumah, sesuai dengan anjuran dokter.
Aily yang sudah tiga kali di hubungi oleh Gaesha pun merasa di perhatikan, sikap dingin itu entah hilang kemana, Aily cukup bingung dengan perubahan sikap Gaesha, tetapi di satu sisi dia juga senang karena Gaesha nya yang perhatian dan lembut kembali lagi padanya.
...----------------...
Dua hari kemudian
Kini Aily sudah memakai seragam sekolah nya, bersiap untuk kembali ke sekolah untuk belajar.
Sejujur nya dia begitu tidak tenang, semalaman mata nya sangat sulit untuk di pejamkan karena mendengar dari Gaesha jika tugas yang di berikan pak Jeje lumayan banyak dan cukup membuat para murid di kelas itu sedikit kesulitan dalam mengerjakan nya, begitu juga Gaesha.
setelah selesai memakai sepatu nya, Aily bergegas ke meja makan, untuk mengambil kotak bekal yang telah mama nya siap kan.
Disana hanya ada mama nya saja, yang sudah siap dengan pakaian kerja nya.
papa beserta adik Aily masih di luar kota, dan akan kembali nanti sore, karena keadaan kakek belum sepenuhnya sembuh.
Pagi ini Aily tidak berselera untuk sarapan, beberapa hari tidak sekolah membuat dia melewatkan materi pelajaran sehingga dia sudah tertinggal jauh dengan teman teman nya, hal itu yang sedari kemarin membuat hati kecil nya merasa gelisah.
...----------------...
Sesampai nya di depan gerbang sekolah, Aily pun turun dari mobil itu dan bergegas memasuki lingkungan sekolah.
kini Aily sudah berada di depan pintu kelas nya, dia menghela nafas panjang, se akan ragu untuk memasuki kelas itu.
setelah meyakinkan diri nya agar tidak ragu, Aily pun memasuki kelas, yang pertama ia lihat adalah Gaesha yang sedang berbincang dengan teman teman nya.
Merasakan ada kedatangan seseorang, Gaesha menoleh ke arah Aily yang sedang menuju meja nya, begitu juga teman teman Gaesha.
Gaesha yang melihat keberadaan Aily, segera menuju gadis itu, semalam pikiran nya tidak tenang, dia terus menerus memikirkan gadis itu, dan entah kenapa Gaesha merasakan kerinduan yang sudah lama tidak ia rasakan.
"Lily kesini sebentar"Ucap Gaesha, tanpa menunggu persetujuan dari Aily dia menarik tangan Aily, membawa Aily ke taman di belakang sekolah, seperti nya pria itu ingin berbicara empat mata dengan Aily.
Aily pun hanya mengikuti kemauan Gaesha, dia juga cukup di buat bingung dengan tingkah aneh Gaesha itu.
__ADS_1
"kenapa Gaga?kok membawa Lily kesini"ucap Aily yang mulai membuka pembicaraan.
"Lily apa nya masih sakit?Gaga benar benar khawatir kemarin, sampai Gaga tidak bisa tidur"jawab Gaesha sejujurnya.
"Gaga mohon jangan nekat lagi, Lily tidak boleh melakukan hal berbahaya itu, Gaga sangat takut Lily meninggal kan Gaga..."
"Maaf kan Gaga, Gaga menyesal sudah kasar pada Lily waktu itu, Gaga tidak memikir kan resiko dari perbuatan Gaga, Gaga sudah keterlaluan ya Lily?.."
tanya Gaesha, sembari menatap lekat manik mata milik Aily dengan wajah sendu dan merasa bersalah.
Aily masih terdiam dengan segala pemikiran nya.
Gaesha yang melihat nya pun memegang tangan Aily.
"Lily..jawab Gaga"
"jangan diam saja.. Gaga tidak bisa Melihat Lily seperti ini..."
Ucap Gaesha kembali dengan mata sayu, terlihat gurat kegelisahan di mata nya, dan Aily menyadari hal itu.
"Lily tidak apa apa, Lily sudah sembuh, soal yang kemarin Lily tidak ingin mengingat kembali, jangan di bahas lagi!"Jawab Aily seraya memalingkan wajah nya, menghindari kontak mata dengan pria itu, walaupun dia tau Gaesha sudah sadar akan kesalahannya, tapi hati Aily masih mengingat betapa kasar nya perlakuan Gaesha disaat itu, luka itu se akan membekas, dan meninggal kan sejuta kenangan pahit yang tak terlupakan.
Menyesal?tentu, dia begitu menyesal karena telah melakukan hal itu, menorehkan luka di hati Aily, yang bahkan membuat gadis itu bertindak nekat.
Dia pun memeluk tubuh kecil itu, tinggi nya hanya sampai di dada Gaesha, tangan mungil Aily meremas kuat baju Gaesha, seakan sedang menahan sesuatu, Aily sama sekali tidak membalas pelukan Gaesha, dan di saat bersamaan Gaesha merasakan ada cairan hangat di baju nya, di barengi dengan suara isakan kecil Aily, ya gadis itu menangis di pelukan Gaesha.
Gaesha yang menyadari nya semakin memeluk erat Aily, agar menenangkan hati gadis itu, dan menyalurkan kehangatan agar Aily nyaman.
sekuat tenaga Aily manahan tangis nya, namun usaha nya sia sia, hati nya seakan ingin meluapkan segala rasa sakit yang terpendam.
Semakin kuat remasan tangan Aily, hingga tangis Aily pecah, sangat sakit Aily rasa, dia masih mengingat segala perlakuan kasar itu.
Gaesha yang mendengar tangisan Aily semakin merasa bersalah, hati nya berdenyut nyeri mendengar isakan Aily.
"hiks...apa Gaga tidak pernah memikir kan perasaan Lily dulu sebelum melakukan itu?? kenapa? kenapa Gaga tega?? kenapa sedikit pun Gaga tidak ada rasa kasihan! Hiks.. hiks... kenapa...Gaga menyakiti hati Lily, Gaga membuat kepercayaan Lily hancur!!" isak Aily sembari memukul dada Gaesha beberapa kali.
"hiks..apa Lily kurang tulus?"
__ADS_1
ucap nya kembali sembari ingin melepaskan pelukan Gaesha.
"shutt Lily sudah sudah....maaf kan kesalahan Gaga, Gaga menyesal Lily, Gaga menyesal, Gaga memang bersalah, maaf kan Gaga.."ucap Gaesha, dia tidak bisa membela diri lagi, karena memang itu kesalahan dan kecerobohan nya.
"kalau Lily belum siap memaafkan Gaga, tidak apa apa kok, ini memang kesalahan Gaga dari awal, tapi Gaga mohon.. jangan menangis teruss seperti ini, Gaga tidak bisa melihat Lily menangis, Lily boleh memukul Gaga, Lily juga boleh menghukum Gaga, Gaga akan terima apapun itu asalkan jangan tinggal kan Gaga.."
ucap Gaesha dengan mata yang memerah, seperti nya pria itu sedang berusaha menahan air mata nya.
"hiks...kalau memang Gaga menyayangi Lily, bukti kan kasih sayang Gaga, bukti kan ke Lily kalau Gaga bisa merubah diri Gaga agar lebih baik lagi, bukti kan kalau kedepannya Gaga tidak akan kasar kembali pada Lily!"Tegas Aily dengan Air mata yang masih mengalir deras di pipi mulus nya.
"iya Lily, Gaga berjanji akan memperbaiki diri Gaga, Gaga pastii kan jika Gaga tidak akan kasar ke Lily kembali."
Ucap Gaesha sembari mengulur kan kelingking nya, untuk di kait kan dengan kelingking milik Aily.
"janji, Gaga berjanji pada Lily"
"tapi Lily juga harus berjanji pada Gaga"
"janji apa?"
"janji kalau Lily tidak boleh menyakiti diri Lily lagi, Lily membuat Gaga takut, Gaga tidak mau Lily nekat kembali "Gaesha tidak mau hal yang kemarin terjadi kembali, karena mungkin saja dia akan benar benar di tinggalkan oleh Aily.
"iya Gaga...Lily berjanji, tapi kalau Gaga mengulangi kesalahan Gaga lagi, Itu berarti Lily bisa melakukan apapun semau Lily, Lily tidak akan peduli dengan segala bujukan Gaga"ucap Aily yang masih menangis, dan memeluk Gaesha erat.
"iya Lily, Gaga mengerti."ucap nya sembari mengelus rambut Aily dengan lembut untuk menenangkan gadis yang sedang menangis itu, hati nya nyeri mendengar isak tangis Aily, apalagi hal ini di karenakan dirinya sendiri.
setelah suara isakan Aily tak terdengar lagi, Gaesha pun melepaskan pelukan nya, begitu juga Aily, terlihat seragam sekolah yang di pakai Gaesha telah di basahi oleh air mata Aily.
"Sekarang Lily jangan menangis lagi ya?lihat itu mata Lily menjadi sembab, Gaga tidak mau Lily menangis terus menerus, hati Gaga ikut sakit Lily.."ucap nya dengan begitu lembut, sembari menghapus Air mata Aily dengan kedua ibu jari nya.
"humm"
Aily mengangguk kan kepala nya, menuruti perkataan Gaesha.
"nah begini dong, ini baru namanya Kesayangan Gaga, menurut yaaa."Aily yang mendengar itu pun tersenyum kecil, lalu memeluk Gaesha kembali.
"jangan begitu lagi ya?Gaga menyakiti Lily..."
__ADS_1
Ucap gadis cantik itu, sembari mendongakkan kepala nya menatap lekat mata Gaesha.
"iyaaa Lilyy, yasudah sekarang kita masuk kelas ya, jam pelajaran nya sudah mau mulai, ayoo Lilyyy!!"Gaesha menarik tangan Aily lembut, sambil berlari kecil ke arah kelas.