
"wah... ternyata memang benar kata Elina, jika Aily itu gadis yang sangat cantik, manis, dan juga dari penampilan nya dia terlihat seperti masih perawan, sungguh aku begitu tidak sabar untuk mendengar nya berteriak memanggil namaku di bawah kungkungan ku, dan tubuh nya juga sangat bohay, walau tertutup dress hitam itu namun aku masih bisa membedakan mana yang bertubuh bohay dan tidak, aku benar benar bersemangat jika bercinta dengan Aily, berbeda jauh jika bercinta dengan Elina dan Lita, milik mereka itu begitu membosankan dan sudah longgar, tubuh mereka juga tidak se bohay Aily, sungguh tidak memuaskan!"
ya pria misterius itu adalah teman berbagi peluh Lita dan Elina, yang bernama Dody.
Dody menelan saliva nya kasar saat melihat tubuh bohay yang Aily miliki, sehingga dia ingin cepat cepat untuk memiliki gadis itu dan menjadi kan Aily budak ranjang nya.
dia memang belum menikah tapi umur nya sudah memasuki 38 tahun, dia sengaja tidak menikah sampai sekarang karena belum menemukan gadis yang memiliki tubuh bohay dan wajah yang cantik, tentu saja dia bisa di sebut mata keranjang karena memilih milih wanita dari bentuk tubuh dan kecantikan nya saja.
Lita dan Elina memang sering menjual tubuh mereka secara gratis pada Dody demi memenuhi kebutuhan biologis mereka, sungguh wanita murahan.
Tak hanya dengan Dody, tetapi sudah banyak om om yang mereka ajak berbagi peluh di ranjang, hanya demi kepuasan semalam.
Sementara itu Aily tidak menyadari jika saat ini sedang ada yang mengintai nya, dia tengah asyik membenarkan rambut nya yang berantakan, dan memperbaiki riasan nya dengan makeup yang dia bawa di tas nya, melihat Aily yang mengikat rambut nya, dan memperlihatkan leher mulus milik Aily, membuat sesuatu milik Dody yang di bawah menegang, dan ingin segera di puaskan,Dody semakin tidak tahan, sehingga dia berusaha menyusun rencana untuk mendekati Aily, selagi Gaesha belum datang.
(bagaimana jika aku ber pura pura berjatuh, mungkin saja dengan cara itu aku bisa mengalihkan perhatian nya dan segera mendekati Aily itu)gumam Dody di dalam hati.
"bruk"
"aduh..."
Aily yang sedang fokus menggunakan make up pun sedikit tersentak karena mendengar suara orang terjatuh di samping pintu mobil nya, lalu dia pun menengok ke arah jendela dan melihat seorang pria sedang terduduk.
(seperti nya dia terjatuh...apa aku harus membantu nya?tapi Gaga tidak memperbolehkan ku keluar dari mobil sebelum dia datang, dan juga perut ku masih sakit...)
(tapi dia terlihat begitu kesakitan dan seperti nya dia terluka, huft aku harus membantu nya)ucap Aily yang tidak mengetahui rencana buruk Dody, namun baru saja dia mencoba membuka pintu mobil itu, tiba tiba terlihat Gaesha yang sedang menuju ke arah nya, melihat hal itu Aily diam terpaku, dia sedikit takut jika tetap menolong pria yang tidak ia kenali itu, karena Gaesha sudah sempat memperingati nya tadi, dan pada akhirnya Aily pun mengurungkan niat nya, karena tidak ingin membuat Gaesha marah.
(ada apa dengan gadis ini, kenapa dia tidak jadi menolong ku?)gumam nya di dalam hati, lalu pandangan nya beralih pada Gaesha yang menuju ke mobil nya.
(sial! rencana ku gagal hanya karena pria itu, padahal hampir saja Aily turun untuk membantu ku, tapi malah tidak jadi, huh! Seperti nya dia begitu menurut pada pria sialan itu, benar benar!! Aku harus mencari cara lain untuk mendekati Aily, tetapi aku harus menyingkirkan pria itu terlebih dahulu, hah memalukan sekali aku harus ber pura pura terjatuh di tempat umum seperti ini!)ucap Dody kesal seraya beranjak dari tempat itu.
Aily yang melihat kepergian pria tak di kenal itu pun sedikit merasa bersalah karena tidak sempat membantu nya.
"apa yang sedang Lily lihat?"tanya Gaesha yang sudah berada di dalam mobil entah sejak kapan dia memperhatikan Aily yang sedang menatap ke arah luar jendela.
__ADS_1
"eh Gaga...tidak ada Gaga, Lily hanya melihat pemandangan di luar"jawab Aily sedikit tersentak karena terkejut, dia sama sekali tidak menyadari kedatangan Gaesha, karena terlalu memperhatikan pria tadi.
"hmmm...yasudah kita pulang sekarang atau masih ada yang ingin Lily beli lagi?"
"tidak ada Gaga, Lily hanya ingin pulang" jawab Aily sembari menatap Gaesha dan menampilkan senyum nya.
"baik lah." ucap Gaesha lalu melajukan mobil mereka ke arah rumah Aily.
...----------------...
*Beberapa menit kemudian
"Lily kita sudah sampai"ucap Gaesha namun tidak ada jawaban dari gadis itu, bahkan dia hanya diam.
"Lily?apakah Lily tertidur?"tanya Gaesha kembali seraya menarik sedikit bahu Aily agar dia bisa melihat wajah gadis itu, dan benar saja, Aily tertidur di mobil Gaesha.
"lucu sekali, dia terlihat sangat tenang saat tertidur seperti ini."gumam Gaesha pelan, seraya mengelus wajah Aily.
"ahhh apa yang aku lakukan, mengapa aku malah lepas kendali"ucap Gaesha sembari menarik tangan nya.
"bik Nina, tolong kesini sebentar"
mendengar ada yang memanggil nya, bik Nina pun membalikkan tubuh nya dan dia melihat Gaesha, pria yang ia kenali sebagai sahabat dari anak majikan nya itu.
"eh tuan muda Gaesha"
"sebentar bik Nin akan buka kan gerbang nya'
ucap bik Nina yang sudah di beri tahu Mama Adell jika Gaesha akan datang ke rumah nya mengantar Aily, karena tadi Gaesha sempat mengabari Mama Adell jika dirinya yang akan mengantar Aily pulang.
"baik, terimakasih bik Nina."
"sudah tuan muda, lalu di mana nona kecil? apakah di mobil tuan muda?"tanya bik Nina pada Gaesha karena tidak melihat Aily.
__ADS_1
"bik, Aily sedang tertidur, jadi mau tidak mau Gaesha harus menggendong nya menuju ke kamar Aily, jadi bibik membantu membawakan barang barang Aily saja ya bik"
"baik tuan muda."
Gaesha pun membuka pintu, dan mengangkat tubuh Aily perlahan agar tidak mengusik tidur nyenyak nya, dan di susul oleh bik Nina yang mengambil barang barang milik Aily.
Dan bertepatan saat Gaesha akan memasuki pintu besar itu, Mama Adell membuka pintu nya, dan sedikit terkejut karena melihat Aily tertidur di gendongan Gaesha.
"eh nak Gaesha, silahkan masuk"ucap nyonya Adell seraya tersenyum.
"iya tante, Gaesha akan menaruh Aily di kamar nya dulu ya"
"oh iya iya, sebentar tante akan ke dapur dulu ya"
"baik tan"
jawab Gaesha lalu melangkah kan kaki nya ke lantai dua, dimana kamar Aily berada, bik Nina pun membantu membuka kamar Aily, dan Gaesha segera membawa Aily ke arah kasur nya, dan merebah kan secara perlahan.
Setelah menyelimuti tubuh Aily, Gaesha pun membelai rambut Aily.
"oh iya bik, Gaesha ingin meminta tolong pada bik Nina. ini ada minuman pelancar menstruasi untuk Aily, dan juga minyak kayu putih, nanti jika Aily sudah bangun, tolong bibik buat kan minuman ini ya, dan jangan biar kan Aily banyak bergerak dulu selama beberapa jam kedepan, karena kondisi tubuh nya masih lemah, jika perut nya sakit kembali, usap kan saja minyak kayu putih ini di perut dan dada Aily, agar rasa sakit nya berkurang, Gaesha percayakan Aily pada bibik ya."
jelas Gaesha panjang lebar kepada bik Nina agar tidak ada satupun yang terlewat, karena dia tidak tega melihat Aily seperti itu.
"baiklah tuan muda, bik Nin akan berusaha merawat Aily dengan baik"
ucap wanita paruh baya itu dengan ikhlas.
(Tuan muda Gaesha begitu peduli pada nona kecil, nona kecil sangat lah beruntung, semoga saja mereka bisa berjodoh, karena aku yakin tuan muda mampu membahagiakan nona kecil.) gumam bik Nina di dalam hati, dirinya akan bahagia jika nona kecil nya bahagia, karena bagaimana Aily adalah gadis yang baik dan sangat menghormati nya walau bik Nina hanya seorang kepala pelayan di rumah itu, berbeda dengan adik angkat atau anak angkat dari majikan nya itu, selain memiliki sifat pemarah, wanita itu juga begitu tidak sopan terhadap bik Nina, sehingga bik Nina kurang nyaman dengan perlakuan Lena, adik angkat Aily.
"terimakasih banyak bik Nina, aku tidak akan melupakan segala kebaikan mu"ucap Gaesha.
"sama sama Gaesha, jangan sungkan, ini sudah menjadi tugas bibik."
__ADS_1
"baik lah, kalau begitu ayo kita keluar, agar tidak menggangu istirahat Aily"
bik Nina pun mengangguk dan menutup pintu kamar itu perlahan, namun tanpa mereka sadari, ada seorang wanita yang menguping pembicaraan mereka karena pintu kamar Aily tak sepenuhnya tertutup.