
tepat jam sembilan malam, nyonya Adell telah sampai di depan pintu ruangan Aily.
Ketika dia masuk, yang pertama nyonya Adell lihat adalah kedua remaja yang sedang tertidur pulas, dan pandangan nya kini tertuju pada Gaesha, dia juga tertidur pulas, seraya menggenggam tangan Aily, seperti memperlihatkan kehangatan masing masing, mama Adell lega, karena mereka tidak apa apa di saat dia pergi.
nyonya adell ragu untuk membangun kan pria itu, karena bagaimana pun ini sudah malam, dan tidak baik berkendara jam segini, apalagi mama Adell harus mengganggu tidur nyenyak Gaesha, jadi mama Adell memutuskan untuk mendiamkan Gaesha dan membiarkan nya tidur disini semalam.
...----------------...
pagi yang cerah serta udara yang begitu sejuk, dan hangat sinar mentari nya membuat Gaesha terbangun, tubuh nya terasa pegal karena semalaman tidur dengan posisi duduk leher nya juga terasa kaku, namun rasa nyeri di badan nya itu hilang seketika karena melihat wajah gadis cantik yang ada di depan nya, tangan mereka masih berpegangan erat se akan tidak ingin jauh, dia memandang dalam wajah Aily, ternyata di saat masih tidur wajah Aily terlihat damai bagi Gaesha, bulu mata lentik, hidung yang tidak pesek dan tidak mancung, serta bibir mungil berwarna pink muda yang menambah kesan manis di wajah nya dan pipi chubby yang Aily miliki.
ingin rasanya Gaesha mencubit pipi chubby milik Aily itu, tapi dia tidak ingin menganggu istirahat Aily.
Gaesha pun beranjak dari tempat itu, dan bertepatan nyonya Adell keluar dari kamar mandi dia pun menghampiri Gaesha.
"eh Gaesha sudah bangun, maaf kan tante ya nak, kemarin tante pulang nya sedikit malam, tante kurang enak mengganggu istirahat kamu jadi tante biar kan saja"Ucap nyonya Adell seraya tersenyum kikuk, takut Gaesha akan marah padanya.
"Tante tidak perlu meminta maaf , Gaesha ikhlas kok tan menjaga Aily, Gaesha juga senang bisa menemani Aily"Jawab Gaesha membuat nyonya Adell merasa lega, dan mengangguk paham.
__ADS_1
"terima kasih banyak ya nak Gaesha, tanpa Gaesha tante pasti akan sedikit kesulitan"
...----------------...
Setelah mengajak Gaesha sarapan di restoran terdekat, nyonya Adell kembali ke rumah sakit bersama Gaesha, sedangkan Aily masih tertidur lelap.
"tan, Gaesha pulang dulu ya, mama sudah telfon"Ucap Gaesha karena nyonya Abbel atau mama nya sudah menelfon nya beberapa kali.
"iya nak hati hati ya"Jawab nyonya Adell.
Gaesha mengangguk, dia pun menyalami tangan nyonya Adell, lalu beralih ke Aily yang masih tertidur, ia mendekati gadis itu dan memegang tangan mungil milik Aily, lalu berkata
Bisik nya pelan di telinga Aily, sementara gadis masih tertidur dengan begitu tenang nya.
"eumm"gumam Aily tanpa sadar, kata itu terlontar dari bibir Aily, seperti sedang meng iyakan perkataan Gaesha.
Gaesha yang mendengarnya pun terkekeh, lalu keluar dari rumah sakit tempat Aily di rawat.
__ADS_1
...----------------...
"Gaesha, ini minum susu nya dulu, agar tidak keburu dingin" ucap nyonya Abbel yang sudah duduk di samping Gaesha, setelah di beri tahu kabar tentang Aily yang sakit, nyonya Abbel begitu khawatir dengan gadis itu, karena dia sudah begitu lama mengenal Aily, sebagai sahabat dekat putra nya sejak kecil.
tentang tuan Maven, atau papa Gaesha, dia sama sekali tidak mengetahui jika kekasih putra nya di saat itu adalah Aily, karena Gaesha ataupun Aily sama sekali tidak memberi tahukan hubungan mereka pada orang tua nya.
"iya ma, terima kasih"Jawab Gaesha yang sedang fokus menjawab chat dari para teman nya yang kemarin belum sempat ia jawab karena ingin fokus dengan Aily.
"oh iya sha, mama ingin bertanya, Aily itu sakit apa?"
"apa dia masih di rumah sakit?"tanya nyonya Abbel kembali.
"Lily Keracunan makanan ma, tapi sudah baikan kok, mungkin sekarang dia sudah pulang "Jawab Gaesha berbohong agar tidak membuat mama nya semakin penasaran dan mencari tahu lebih banyak, karena Gaesha tidak ingin nyonya Abbel marah pada dirinya karena telah menjadi penyebab Aily berbuat nekat.
"hm yasudah deh, mau nya mama menjenguk Aily, tapi lain kali saja kalau dia sudah pulang, mama tidak enak harus mengganggu istirahat sahabat mu itu."ucap nyonya Abbel.
"iya mama benar, biar kan dulu Lily beristirahat, mama juga tidak perlu menjenguk Lily, dia baik baik saja kok, hanya butuh istirahat saja."ucap Gaesha meyakinkan mama nya.
__ADS_1
"iya sha, mama juga belakang ini sedikit sibuk, titip salam pada Aily ya sha" Ucap nyonya Abbel seraya beranjak ke kamar nya, meninggalkan Gaesha yang masih di meja makan.
"siapp maaa!"ucap Gaesha sedikit berteriak saat mama nya sudah menaiki tangga menuju ke atas.