
Gaesha yang tengah menatap lekat Aily, tidak menyadari dokter itu akan menyeka tubuh Aily, namun ketika dokter mulai melepaskan baju seragam yang di kenakan oleh Aily, Gaesha tersadar dan terkejut, karena secara tidak sengaja dia melihat dalaman Aily.
(sial! Dokter ini tiba tiba sekali, jadi tidak sengaja melihat liat dalaman Lily, huftt)gumam nya di dalam hati, sembari membalikkan badan nya, menuju ke ruangan dokter agar tidak melihat hal yang tidak seharusnya dia lihat, Gaesha tidak ingin membuat gadis itu kecewa karena dia telah berperilaku tidak senonoh dengan masih berdiam diri di sana, Gaesha tahu akan batasan mereka.
"huhh...untung hanya dalaman, ini kalau sudah telanjang, bagaimana cara nya menjelaskan ke Lily, ahhh sialan! juga mengapa aku menatap Lily sampai tidak sadar dokter akan melakukan itu."Gaesha menyesali kebodohan nya.
Sementara itu dokter sudah melepaskan semua pakaian Aily, hingga Aily polos tanpa sehelai benang pun.
dokter mulai menyeka tubuh Aily perlahan, berlanjut pada bagian bawah Aily yang di penuhi bercak darah karena Aily sama sekali tidak mengingat jika hari ini adalah hari pertama nya menstruasi, biasanya Aily akan memakai pembalut di tanggal dia menstruasi agar ber jaga jaga jika darah nya telah keluar, tidak akan mengotori seragam nya.
air yang jernih, berubah menjadi keruh, berwarna merah muda, darah yang keluar juga tidak terlalu banyak, maklum hari pertama menstruasi.
-Saat pertama kali haid, darah yang keluar biasanya memang ringan dan tidak langsung deras atau banyak. Rata-rata hanya sekitar 20–90 ml atau sekitar 1–5 sendok makan. Setelah beberapa hari, volume darah yang keluar bisa bertambah banyak, kemudian ringan lagi di hari-hari terakhir periode haid.
Lalu dokter beralih memakai kan pembalut di area sensitif Aily, berlanjut untuk memakai kan dress hitam itu, beserta dalaman nya.
*beberapa menit kemudian.
"hahhh... selesai"ucap dokter sembari menyeka keringat di kening nya, lalu memanggil Gaesha yang masih berdiam diri di ruangan dokter itu, wajah pria itu terlihat khawatir, rasa nya tidak tenang jika berada di ruangan dokter tanpa melihat keadaan Aily, namun sebagai seorang pria, tidak seharusnya dia melihat tubuh polos dari sahabat nya sendiri jika belum menikah Aily.
"Gaesha, aku sudah selesai menyeka tubuh Aily, sekarang keluar lah, jangan berdiam diri di ruangan ku terlalu lama, takut nya kamu akan tertidur dengan wajah khawatir di sana" canda dokter itu yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Gaesha yang khawatir dan panik, sedari tadi menahan tawa nya, terlihat jelas jika Gaesha begitu menyayangi Aily.
*ceklek
"degh"jantung Gaesha berdetak kencang saat melihat Aily yang sudah di berganti baju, dan telah menggunakan dress selutut yang Gaesha belikan, warna hitam dress itu begitu cocok dengan kulit putih dan mulus Aily, walau wajah Aily pucat, namun tetap saja di mata Gaesha gadis itu sangat cantik.
Seketika rasa khawatir Gaesha hilang begitu saja, karena telah melihat Aily dengan mata kepala nya sendiri, apalagi penampilan gadis sangat lah cantik di mata nya, ternyata dia tidak salah memilih baju untuk Aily.
"hei hei Gaesha!"ucap dokter itu sembari melambaikan lambai kan tangan nya di depan wajah Gaesha, sehingga membuyarkan lamunan Gaesha.
"ada apa dok?"jawab Gaesha yang kini menatap dokter itu.
"kamu meminta ijin lah terlebih dahulu pada guru kelas mu, karena Aily harus di bawa pulang saat dia sudah sadar, agar bisa beristirahat dengan baik di rumah, jangan lupa belikan minuman pelancar menstruasi agar sakit perut nya per lahan lahan hilang, dan jika mengalami nyeri kembali, usap kan minyak kayu putih pada perut nya, karena itu bisa meringankan rasa sakit di perut Aily, oh iya dan satu lagi, jangan biarkan Aily banyak bergerak untuk beberapa jam kedepan, jika rasa sakit nya sudah sedikit, Aily berarti sudah boleh melakukan aktivitas seperti biasa nya."jelas dokter panjang lebar kepada Gaesha, karena Aily masih belum sadar.
"baik dok"ucap nya, lalu keluar dari ruang uks, menuju ke kelas.
*tok tok tok
__ADS_1
Gaesha mengetuk pintu kelas, dan membuka pintu itu, dia pun menuju meja pak Jeje, untuk meminta ijin.
"permisi pak, saya dan Aily ijin pulang duluan karena Aily sedang sakit, dokter menyaran kan beristirahat di rumah saja disaat Aily sudah sadar, dan saya yang akan mengantar nya pulang"ucap Gaesha sopan saat sudah berada di depan meja pak Jeje.
"Aily sedang sakit?sakit apa dia sha?"tanya pak Jeje pada Gaesha, karena baru kali ini Aily sakit sampai pulang ke rumah nya, karena biasa nya dia begitu menolak untuk pulang, namun sekarang berbeda.
"sakit perut karena menstruasi pak, dan tadi tidak sadarkan diri, mungkin itu sangat menyakitkan sehingga Aily di rujuk pulang oleh dokter di uks"jelas nya pada pak Jeje.
"ohh jadi begitu, dulu istri bapak juga sempat di larikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri dengan keadaan menstruasi, dan dia sendiri yang mengatakan pada bapak, kalau itu begitu menyakitkan, dan membuat nya tidak bertenaga. baik lah, jaga baik baik Aily, dan jangan lupa untuk mengambil tas kalian"
"baik, terimakasih banyak pak, saya pamit."
ucap nya lalu beranjak menuju meja nya dan meja Aily, dia mengambil dua tas dan keluar dari kelas.
Namun, tanpa Gaesha dan pak Jeje sadari, ada dua wanita yang menguping pembicaraan mereka sedari tadi, dua wanita seperti nya sedang merencanakan sesuatu, terlihat jelas gurat kebencian di mata milik wanita itu saat mendengar nama Aily.
Setelah meminta ijin pada guru dan keluar dari kelas, Gaesha kembali ke uks, lalu menuju kasur tempat Aily terbaring lemah, dia pun menggenggam tangan Aily, dan secara tiba tiba Aily membuka mata nya perlahan, lalu sedikit meringis karena bagian sensitif nya berdenyut nyeri, serta ia kembali merasakan sakit di perut, walau tidak se sakit tadi.
"ughh....Gaga.."ucap nya pelan seraya membalas genggaman tangan Gaesha.
"Lily ingin ke kelas"ucap Aily seraya ingin bangun dari kasur itu, namun di tahan oleh Gaesha.
"mengapa lanjut belajar Lily? dokter menyuruh Lily untuk beristirahat di rumah saja, agar perut nya tidak semakin sakit"jawab Gaesha membujuk Aily agar mau pulang ke rumah, dan beristirahat.
"ti-"ucap Aily terpotong karena Gaesha munutup mulut nya dengan jari telunjuk.
"Gaga mengatakan pulang, berarti harus pulang. Mengerti Lily?" ucap Gaesha dengan tatapan tajam, dan suara datar, yang membuat Aily ketakutan melihat pria di depan nya itu.
"me-mengerti Gaga.."jawab Aily, sambil menundukkan kepala nya, dan meremas dress hitam yang ia kenakan, dia tidak berani membantah kembali perkataan Gaesha, melihat tatapan Gaesha saja sudah membuat nya ketakutan.
"gadis pintar, jangan lah membantah Gaga, Gaga tidak menyukai nya, jadi lah kucing liar yang menurut"
" apa Gaga membuat Lily takut?"ucap Gaesha yang menyadari jika Aily tengah ketakutan karena ulah nya sendiri, dia pun tersenyum lembut, seraya mengelus rambut Aily, tatapan tajam serta suara datar itu hilang entah kemana, Aily yang mendengar ucapan lembut Gaesha pun bernafas lega, karena mengira jika Gaesha tidak akan berbicara pada dia, lalu Aily pun mendongakkan kepala nya dan memeluk Gaesha, menenggelamkan wajah nya di dada bidang Gaesha.
Aily melepas pelukan nya begitu juga Gaesha.
dia mulai beranjak turun, namun belum saja menyentuh lantai, area sensitif nya kembali terasa nyeri.
__ADS_1
"ughh...kenapa begitu sakit?"gumam nya pelan, namun masih terdengar di telinga Gaesha, Gaesha yang melihat Aily kesulitan pun, langsung mengangkat tubuh Aily, membuat Aily sedikit tersentak karena terkejut.
Secara bersamaan dokter itu keluar dari ruangan nya.
"dok kami pamit dulu, terima kasih banyak karena telah merawat Aily sampai sadar, dan untuk seprei nya, Gaesha akan laundry"
-Laundry merupakan proses pencucian pakaian biasa menggunakan air dan deterjen. Tentu saja hal ini bisa dilakukan oleh jasa penatu, tapi juga bisa dilakukan di rumah dengan mesin cuci dan deterjen biasa.
"ahh tidak usah sampai di laundry Gaesha, itu sudah tugas ku disini"jawab dokter penjaga uks tidak enak hati.
"aku akan tidak enak jika membiarkan sprei ini di urus oleh mu, meng laundry seprei ini bukan hal yang sulit."
"baiklah jika itu mau mu"jawab dokter pasrah, karena Gaesha tetap bersikeras untuk meng laundry nya sendiri.
"terima kasih dok, Aily pamit, maaf telah merepotkan dokter."ucap Aily tidak enak, karena dokter telah melakukan banyak hal untuk nya.
"tidak apa apa Aily, ini memang tugas ku. Oh iya Jangan beraktivitas yang berat dulu ya Aily, takut nya perut mu semakin sakit dan Gaesha, ingat semua pesan ku, jaga Aily dengan baik selama beberapa hari kedepan!"dokter mengingat kan Aily dan Gaesha.
"baik dok"ucap Aily dan Gaesha secara bersamaan.
Gaesha pun melangkah kan kaki nya menuju parkiran, tempat mobil nya di parkir, dia meminta Aily untuk mengambil kunci mobil nya di kantong baju seragam yang ia kenakan.
"Lily, tolong bukan kan pintu mobil nya"ucap Gaesha karena tidak mungkin dia membuka pintu mobil sementara dirinya sendiri sedang membawa seorang gadis di gendongan nya.
"humm"Aily segera membuka pintu mobil itu, dan Gaesha pun sedikit membungkuk dan menurunkan Aily secara perlahan di jok mobil.
"shtt..."Aily meringis karena area sensitif nya kembali terasa nyeri saat dia duduk.
"Lily disini dulu ya, Gaga akan mengambil tas kita dan sprei nya"ucap Gaesha yang hendak mengambil tas mereka berdua dan sprei, karena guru menyarankan dirinya untuk langsung pulang saja, karena jam pelajaran tinggal beberapa menit saja, jadi jika Gaesha harus mengantar Aily terlebih dahulu, tidak memungkinkan Gaesha bisa mengikuti pelajaran kembali, karena jam pelajaran telah usai, dan kebetulan juga hari ini pulang sekolah lebih awal, karena akan ada rapat para dewan guru nantinya.
Aily menganggukan kepala nya tanda mengerti.
lalu Gaesha pun berlalu dari tempat itu untuk menuju kelas nya mengambil tas nya dan Aily.
Namun di saat Aily akan menutup pintu mobil, tiba tiba ada dua wanita yang menghampiri nya, dan mengatakan sesuatu pada Aily.
Siapa dua wanita itu?
__ADS_1