
"Andai dulu Gaga tidak suka dengan Lily, pasti Gaga tidak akan pacaran, Gaga menyesal telah menyukai Lily!"ucap Gaesha kepada Aily dengan begitu kasar.
"kenapa ya dulu Gaga harus menyukai Lily, kenapa Gaga tidak menjadi anak polos saja seperti Raka, Raka selalu bisa fokus belajar, tidak ada gangguan, tidak ada beban, huh Gaga benar benar menyesal."ucap nya kembali sambil menghela nafas kasar.
Bagai tersambar petir, itu yang kini Aily rasakan, sungguh nyeri hati nya mendengar kata kata yang terlontar dari mulut pria yang sangat ia sayangi itu. Belum hilang sakit yang ia rasa, tetapi Gaesha sudah menambah dengan menusuk nya kembali, Seketika air mata yang sejak tadi ia tahan, tak bisa tertahan lagi, dan memaksa ingin keluar, ada apa dengan Gaesha yang ia kenal?mengapa dia mengatakan kata kata yang begitu menyakitkan itu?apa Gaesha sama sekali tidak kasihan dengan nya?
"G-Gaga..maaf kan Lily.."
hanya kata itu yang bisa Aily katakan, dia sangat tak percaya dengan apa yang baru saja Gaesha katakan.
"ah sudah lah! pokoknya Gaga tidak mau pacaran pacaran kembali,Gaga sudah malas. Sudah cukup kali ini saja Gaga menyukai wanita!!" jawab Gaesha seraya beranjak dari tempat itu dan meninggal Aily yang masih terdiam dengan bulir bening yang sudah mengalir di pipi mulus nya.
"....."
Melihat kepergian Gaesha, Aily tidak bisa berkata kata lagi, tenggorokan nya terasa tercegat, sehingga tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
kali ini Gaesha benar benar merusak hidup dan kepercayaan nya, hati nya sakit, bahkan sangat sakit, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan luka di hati nya, "kecuali, Gaga kembali lagi pada Aily.'
Seberharap itukah dirinya?pikir Aily.
ia masih belum bisa merelakan mantan kekasih nya itu.
lalu dia mengingat jika dia masih memiliki tempat cerita yang begitu nyaman, yaitu Ani, mantan kakak kelas nya, dan juga sepupu dari Gaesha, dia sudah lama dekat dan Aily sering kali bercerita pada Ani ketika Aily sedang bertengkar dengan Gaesha, dia sangat membutuhkan Ani, yang selalu mendukung dan memberi nya nasihat, Ani selalu mendengar kan cerita nya dari A sampai Z, sangat baik bukan?menjadi sebuah keberuntungan bagi Aily karena bisa mengenal Ani, dan dekat dengan nya, lalu ia pun menghubungi Ani.
__ADS_1
Aily pun menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutup tutupi, dari penyebab hal ini terjadi, hingga dua wanita yang telah membuat hubungan nya menjadi kacau dan berakhir sia sia, lalu Gaesha yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka, beserta perlakuan Gaesha yang berubah drastis.
tidak tega, itu yang Ani rasakan, ia sangat mengerti bagaimana rasanya menjadi Aily, dia tau perasaan Aily, dan sakit yang Aily rasa, dia paham betul bagaimana kondisi gadis itu sekarang, setelah mendengar pengakuan Aily yang mengatakan jika, Gaesha berubah total, dan perkataan nya yang membuat hati Aily sakit, dia sangat sedih dan ingin memeluk Aily agar menenangkan hati gadis itu, dan menjadi kan pundak nya sebagai sandaran sekaligus tempat ternyaman bagi Aily.
"Aily...Gaesha mengapa begitu ya? perkataan nya membuat sakit hati, kaka yang mendengar nya saja ikut sakit.."ucap Ani di sebrang sana dengan nada bicara yang terdengar lesu.
"kamu pasti tidak baik baik saja Aily??"
tanya Ani kembali.
"hehe iya kak, hati ku sangat sakit melihat dia seperti itu, Gaga ku yang dulu kemana...kak rasanya aku ingin m**i, aku tidak kuat kak, bukan ini yang aku mau.."ucap nya sambil terduduk lemas di kursi taman, seperti kehilangan harapan untuk tetap hidup.
"Aily??tidak bolehh seperti itu??kamu tidak boleh menyerah begitu sajaa, masih ada kakak disini, kalau kamu butuh apa apa kamu bisa mengatakan ke kaka, kaka akan luang kan waktu kaka buat kamu, pliss Aily jangan menyakiti diri kamu sendiri.. kaka mohon, Gaesha melakukan itu mungkin karena dia memang tidak bisa melanjutkan hubungan kalian lagi.."bujuk Ani yang berusaha menenangkan hati gadis itu agar tidak melakukan hal hal negatif nantinya.
"kaka juga tidak menyangka dia bisa berbicara seperti itu ke kamu, kaka ikutan sedih Aily.."
Ya..itulah yang sebenarnya Aily butuhkan sekarang, nasihat dan dukungan dari orang terdekat nya, mendengar kata Ani, Aily menjadi ragu.
Pikiran nya mengatakan jangan, dan tidak memperbolehkan Aily melakukan sesuatu yang akan menyakiti diri nya sendiri, namun hati nya berkata lain, sakit yang ia rasa sangat dalam, begitu juga kekecewaan Aily, sungguh lelah batin Aily kini.
...----------------...
*lima hari kemudian
__ADS_1
Terlihat seorang pria yang berhadapan dengan gadis yang tinggi nya hanya sampai di dada nya, gadis itu seperti ingin membicarakan sesuatu.
"Gaga, Lily ingin meminta sesuatu, apa boleh?"tanya Aily.
"kenapa"jawab Gaesha dingin
"Gaga jangan lah dingin terus menerus dengan Lily, Lily sahabat Gaga, Gaga harus menjaga perasaan Lily.."ucap Aily dengan ekspresi wajah yang terlihat lelah.
"Lily mau nya apa sihh?Gaga lelah tahu!Lily selalu mengatur ini itu, atas dasar apa Aily Namira?!"bentak Gaesha, sambil menyebut nama asli Aily, dia begitu muak selalu di atur oleh gadis itu.
*degh
terkejut, Aily sangat terkejut dengan sikap Gaesha, baru pertama kali Gaesha membentak nya dengan menyebut nama asli Aily, bukan panggilan yang Gaesha berikan, hati nya sakit, sekuat tenaga ia tahan air mata nya agar tidak memperburuk keadaan.
"G-Gaga membentak Lily kembali?"ucap Aily tidak percaya.
"iya! memang nya kenapa Lily?tidak suka?pergi sana Gaga muak menghadapi sifat Lily yang kekanak-kanakan itu!"Gaesha mengusir Aily dari tempat itu.
"Gaga, Lily mohon jangan seperti ini...Lily hanya meminta di perlakukan dengan baik..Lily ingin bahagia, Lily tidak bisa seperti ini terus."
jawab nya lesu, Aily lelah menjelaskan lagi dan lagi kepada Gaesha, tenaga nya seakan hilang entah kemana, Aily merasakan pusing kembali.
"terserah, Gaga lelah! jangan mengganggu Gaga!"
__ADS_1
ketus Gaesha, lalu beranjak pergi meninggalkan Aily yang masih terdiam.
kini gadis itu sedang berteriak, seakan tidak percaya dengan apa yang dia alami, hati yang telah hancur, dada sesak beserta rasa kecewa yang mendalam, membuat nya semakin jatuh ke jurang penderitaan, sulit untuk nya menemukan jalan keluar agar terbebas dari penderitaan itu.