Menyesal Dua Kali.

Menyesal Dua Kali.
tersinggung.


__ADS_3

Saat ini adalah hari dimana para murid di kelas Aily mendapat pelajaran menggambar.


Dan di saat bersamaan Aily tersadar jika penghapus nya tertinggal di rumah, ia menoleh kesana kemari mencari keberadaan Ita, namun gadis itu tak terlihat sama sekali, Aily pun menghela nafas panjang menyadari jika Ita sedang tidak sekolah, dan itu berarti mau tak mau dia harus meminjam penghapus kepada Gaesha, karena Aily tidak enak meminjam pada teman teman nya, karena Aily tidak begitu dekat dengan mereka.


(hmm apa aku meminjam di Gaga saja ya, semoga saja dia mau)batin Aily seraya beranjak dari duduk nya dan menuju meja Gaesha.


"ada apa lagi mencari Gaga?"ucap Gaesha tanpa menoleh sedikit pun.


"Lily ingin meminjam penghapus Gaga, sebentar saja, boleh ya?"kata Aily dengan wajah memelas.


"tidak, mengapa meminjam ke Gaga, memang nya Lily tidak punya?"jawab nya sembari menatap Aily dengan wajah yang terlihat kesal.


"Gaga, please?Lily sedang membutuh kan, penghapus Lily ketinggalan di rumah"


"Gaga tidak mau, sana sana"usir Gaesha sembari mengibas ngibaskan tangan nya.


"Gaga kenapa si tidak mau tidak mau terus Lily begitu membutuh kan penghapus, hanya meminjam sebentar saja"


kata Aily dengan wajah yang kesal.


"biarkan, bukan urusan ku"


jawab nya ketus.


Gaesha mengusir Aily, gadis itu sudah kelelahan dengan sikap Gaesha, dia sangat membutuhkan penghapus, tetapi Gaesha tidak memberikan nya.


Aily yang tidak tahan pun langsung mengambil penghapus yang berada di genggaman Gaesha, namun tak sempat ia pegang erat erat, penghapus itu jatuh ke lantai, Gaesha yang melihat nya pun menjadi marah.


"kann!! apa sihh Gaga bilang tidak ya tidak, lihat itu jatuh! ambil cepat!!"


Gaesha meninggikan suara, sehingga membuat Aily terkejut.


"G-Gaga kenapa seperti ini...Lily hanya ingin meminjam sebentar saja..."

__ADS_1


ucap nya seraya menunduk kan kepala, nyali nya se akan ciut melihat tatapan tajam dari sahabat sekaligus mantan kekasih nya itu, sangat tajam bahkan setajam silet, perkataan dari Gaesha terus ber putar di kepala nya, Aily bertanya tanya kepada dirinya sendiri mengapa Gaga seperti ini.


"hahh sudah lah!pergi sana!"usir Gaesha kembali.


"..."


Satu menit Aily diam, tidak ada tanda tanda Aily akan beranjak dari tempat itu, hingga Aily pun membuka suara.


"Lily anak sialan ya Gaga?"entah kenapa tiba tiba pertanyaan ini terlintas di benak Aily.


"iya memang anak sialan"


*degh


begitu terkejut dengan jawaban pria yang ada di samping nya itu, rasa nyeri yang muncul tiba tiba di hati gadis itu, rasa sakit yang membuncah, Aily tidak tahan, dia berlari ke meja nya.


Sungguh sakit, kenapa Gaesha seperti itu?apa Aily memang pantas mati? pikir nya.


Aily menatap sendu ke arah Gaesha, wajah pria itu tanpa rasa bersalah dan kawatir, membuat hati nya semakin sakit..


"ada apa lagi Lily??"


tanya Gaesha yang terdengar di telinga Aily seperti tidak ikhlas.


"Gaga mengatakan Lily anak sialan"Jawab Aily lesu, sambil menghindari kontak mata dengan pria yang sedang menatap nya itu.


"Gaga bercanda Lily"jawab nya dengan santai.


(bercanda? bercanda sampai menyakiti hati Aily. tidak lucu.)gumam Aily di dalam hati.


Karena tak kunjung mendapat jawaban dari gadis itu, Gaesha kembali berbicara.


"yasudah maaf kan Gaga"

__ADS_1


"...."


Hati nya masih sakit, dia tidak tau harus bagaimana lagi.


"maaf kan Gaga ya?"


ulang Gaesha, lalu mengambil tangan Aily.


"iya Gaga.."ucap nya lesu, tanpa melihat Gaesha yang ada di depan nya.


Perlakuan Gaesha memang menghangatkan hati Aily, tapi kehangatan itu sama sekali tidak bisa menyembuhkan luka Aily.


Aily masih tidak percaya dengan kehangatan yang Gaesha berikan suatu saat nanti, se akan trauma dengan hal itu, bagi nya kehangatan itu hanya berlangsung sebentar, dan tidak bertahan lama karena bisa saja akan di lapisi rasa sakit dan kecewa yang selalu Gaesha berikan.


setelah mendengar jawaban Aily, Gaesha pun beranjak pergi untuk bermain bersama teman teman nya.


Aily masih terdiam.


Apa kesalahannya sampai sampai Gaesha dengan tega nya mengatakan Aily anak sialan.


Apakah dia memang benar anak sialan yang tidak Gaesha harapkan kehadiran nya?lantas mengapa dulu Gaesha mengejar nya ketika dia belum memiliki perasaan pada pria itu.


Apa ini yang Gaesha harapkan? kehancuran hidup Aily?


Aily tersenyum kecut, hati nya begitu tidak percaya kalau itu Gaesha yang ia kenal.


Ia merasa percuma Gaesha membuat nya senyaman dan secinta ini pada nya ketika masih pacaran.


perkataan lembut Gaesha dulu kembali Aily ingat, dulu Gaesha begitu lembut padanya, bahkan ia tak pernah membentak nya, namun sekarang begitu sering.


Janji Gaesha yang tidak akan membentak Aily ternyata hanya omong kosong.


Kini Aily sadar "janji hanya kata penenang"

__ADS_1


Merindukan yang sudah berlalu itu sangat lah menyakitkan dan menyiksa nya.


Apalagi yang mustahil kita ulangi, apa dia bisa melihat Gaesha yang lembut kembali?bukan nya melihat Gaesha yang suka membentak dan kasar.


__ADS_2