
dua hari telah berlalu, kini keadaan Aily sudah lebih baik dari sebelumnya.
Dan bertepatan dengan jam istirahat, Aily segera menghampiri Gaesha yang hendak keluar kelas bersama teman teman nya.
"tunggu Gaga!! Lily ingin berbicara sebentar saja"ucap Aily sembari menahan tangan Gaesha yang hampir keluar dari kelas itu.
"ingin berbicara apa?"jawab Gaesha sambil menatap datar ke arah Aily.
"Gaga serius dengan keputusan Gaga itu?"
lirih Aily, berharap jawaban Gaesha tidak akan menyakiti hati nya kembali.
"ya"hanya itu kata yang terlontar dari mulut Gaesha.
Sesak, kini ia sadar, bahwa dia tidak bisa memperbaiki hubungan ini lagi, kecewa itu yang Aily rasakan sekarang.
__ADS_1
lalu Aily menjawab "tapi Lily tidak bisa Gaga, Lily tidak akan kuat..."
"lalu ingin bagaimana lagi!!? ingin di marah papa?"Jawab Gaesha penuh penekanan.
" yasudah terserah Gaga.." jawab nya lesu,
ia benar benar berharap Gaesha kembali lagi padanya.
...----------------...
"iya, tapi biasakan saja Lily"jawab Gaesha tanpa menoleh sedikit pun untuk melihat Aily
"Lily kan masih bisa menjadi tuan putri dan cantik nya Gaga ya?tanya Aily penuh harap, karena dia begitu menyukai panggilan itu dari Gaesha.
"tidak bisa! Sudah Gaga bilang biasakan saja!Lily tidak dengar??!!"ucap Gaesha dengan nada tinggi, bentakan itu berhasil membuat Aily terkejut dan sedikit tersentak.
__ADS_1
hati Aily terasa nyeri mendengar penuturan Gaesha, dia tidak menyangka Gaesha yang ia kenal sangat lembut padanya, sekarang malah membentak nya, padahal seharusnya Gaesha masih memiliki perasaan pada gadis itu, akan tetapi Gaesha seperti ingin Aily menjauh dari nya.
Aily hanya bisa mengangguk pelan, agar tidak memicu pertengkaran kembali.
...----------------...
Di malam hari, Aily terus saja menangis, bertanya tanya kepada Yang Kuasa kenapa dia harus menjalani kehidupan seperti ini, sangat hampa Aily rasa
"hiks... Yatuhan mengapa Gaga segini nya dengan Lily, Lily tidak kuat Yatuhan, Lily masih menyayangi Gaesha, tapi Gaga tidak pernah mau menjaga perasaan Lily, hiks...hiks... Lily lelah, sangat lelah...Lily ingin menyerah.." kata Aily di sela sela tangis nya yang menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
Terpukul. Itu yang kini Aily rasanya, seperti nya penderitaan ini tiada ujung nya, luka yang Gaesha buat terlalu dalam, saking dalam nya sampai Aily terjebak diantara rasa sayang, dan sakit bercampur kecewa, sungguh dalam, Aily merasa dia tidak akan bisa keluar dari lubang itu.
" pria yang paling Aily cintai dan sayangi, rumah ternyaman Aily, pangeran Aily, papa kedua Aily, dunia Aily, kebahagiaan Aily hikss balik Gaesha, Aily masih membutuh kan sosok Gaesha, hanya di Gaesha Aily merasakan rasanya benar benar di sayang, Aily nyaman bersama Gaesha karena Gaesha selalu bersedia memanjakan Aily yang kurang kasih sayang ini, Aily benar benar belum bisa melepaskan Gaesha, Aily tidak rela melihat Gaesha di kemudian hari bersama wanita lain, Aily tidak ikhlas Gaesha.....hiks....Aily tidak akan ikhlas sampai kapan pun, karena Aily masih mencintai Gaesha!"teriak nya sambil menangis histeris, hati nya begitu hancur, hidup nya hancur setelah kepergian Gaesha, walaupun Gaesha tak sepenuhnya pergi, tetapi sifat Gaesha sangat lah berubah, dari dulu yang lembut, tapi sekarang kelembutan itu entah pergi kemana, Aily tidak kuat akan hal itu, ia terus menangis, sambil sesekali menjerit dan memukul kepala nya yang tidak bersalah itu, bagi nya jika Gaesha telah pergi, tidak ada gunanya lagi dia hidup di dunia ini, semua akan terasa sangat menyakitkan jika dia terus hidup menerima kenyataan pahit, yang pahit nya tidak akan bisa di hilangkan.
Dia terus menyiksa dirinya sendiri, dengan tidak makan sama sekali, dan terus menerus menangis sambil memukul kepala dan dada nya terasa begitu sesak dan sakit, dia melakukan itu untuk menyalurkan rasa sakit yang sejujurnya tidak bisa ia tanggung sendiri, Gaesha sudah cukup membuat keadaan gadis itu memburuk, walau dia juga terpaksa melakukan ini karena di desak keadaan dan Aily mengerti tentang hal itu, hanya saja Aily masi tidak bisa menerima sikap Gaesha yang dingin dan mulai cuek, dia merasa sangat kehilangan kasih sayang, gadis itu masi membutuhkan sosok Gaesha yang biasa nya selalu menyayangi nya, memanjakan nya seperti anak kecil, namun kenangan hanya tinggal kenangan, tidak ada yang bisa Aily lakukan, hanya ber pasrah kepada Yang Kuasa akan nasib nya, jika Aily bisa, dia akan terus menerus mengulang kenangan manis nya dengan Gaesha, sampai dia bosan, sungguh gadis malang.
__ADS_1