Menyesal Dua Kali.

Menyesal Dua Kali.
semakin benci.


__ADS_3

"Lena, ini sahabat Kakak mu. Dan ganti lah pakaian mu itu, tidak baik berpakaian terbuka seperti ini, apalagi rumah kita sedang ada tamu."ucap tuan Andre memperingati putri angkat nya, yang semakin dewasa semakin berbuat se mena mena dan membangkang.


"tapi aku menyukai pakaian ini pa, dan aku ingin selalu terlihat cantik di mata siapa pun"jawab Lena percaya diri, sembari mengibas kan rambut nya kebelakang dengan gaya angkuh nya.


(astaga, memalukan sekali! Cepat atau lambat aku harus mendidik Lena dengan lebih keras, dia semakin membangkang.)


gumam nyonya Adell di dalam hati, menahan rasa kesal nya terhadap Lena.


"oh iya, om tante, Gaesha pamit dulu ya, tadi papa menyuruh Gaesha untuk mengganti kan nya meeting dengan klien"ucap Gaesha berbohong, karena ingin cepat cepat menjauhi wanita itu, dia begitu risih di perhatikan oleh Lena.


"baik lah kalau begitu, mari tante antar"jawab nyonya Adell.


"ehhh kakak tampan!! Mengapa kamu begitu ter buru buru, apakah kamu tidak ingin berkenalan dengan ku?"tanya Lena yang melihat Gaesha akan beranjak dari duduk nya.


"maaf, aku sibuk."ucap Gaesha datar lalu menyalami tangan tuan Andre, dan melangkah keluar dari pintu rumah besar itu dengan di antar oleh nyonya Adell.


"ehh tunggu ka-"Lena hendak mengejar Gaesha namun tangan nya di cekal oleh tuan Andre "Lena, menurut lah, hari ini kamu sudah cukup membuat mama dan papa malu atas perbuatan mu itu, ikut papa ke ruang kerja papa."ucap tuan Andre yang sudah jengkel dengan kelakuan Lena, dia pun menarik tangan putri angkat nya untuk di bawa ke ruang kerja milik nya.


"Gaesha, maaf kan kelakuan putri angkat kami, dia dari dulu memang sulit di didik, tidak seperti kakak nya Aily, tante benar benar meminta maaf.."ucap nyonya Adell tidak enak hati dengan kelakuan Lena barusan.

__ADS_1


"tidak apa apa tante, tapi saran dari ku, didik lah dia agar bersikap lebih sopan, karena aku dengar dengar dia begitu sering mencaci orang yang tidak bersalah."


"baik lah nak, tante meminta maaf atas ketidak nyamanan nya hari ini, tante harap kamu tidak akan dendam pada putri angkat kami."


"iya Tante. Gaesha pamit dulu, terimakasih."


ucap Gaesha lalu menyalami tangan nyonya Adell, dan melajukan mobil nya, menuju ke rumah nya.


...----------------...


Sementara itu di ruang kerja milik tuan Andre, Lena sedang tertunduk sembari meremas ujung baju seksi nya.


"aku hanya ingin terlihat cantik, mengapa papa tidak pernah mengerti??"tanya Lena dengan wajah memerah, dan mengepalkan tangan nya.


"Lena!jaga bicara mu, apakah ini hasil didikan kami? dimana letak etika mu??"


"hahh!sudah lah, papa hanya menyayangi Aily, gadis sok baik itu, aku sangat membenci nya, aku akan membuat hidup nya menderita!!"ucap Lena tanpa sadar telah mengatakan hal itu pada tuan Andre, lalu keluar dari ruangan itu untuk menuju kamar nya.


tuan Andre yang mendengar nya pun hanya bisa memijit pelipisnya, memikir nya bagaimana nasib putri nya nanti jika dia selalu saja tidak bisa di didik.

__ADS_1


...----------------...


"Gaesha, apa benar kamu dari rumah Aily?" tanya nyonya Abbel pada Gaesha, karena tadi dia mendapatkan kiriman foto Gaesha sedang menggendong Aily, dan pelaku nya adalah nyonya Adell.


"iya ma, mama tahu dari mana?maaf aku tidak mengabari karena keadaan nya sangat genting."jawab Gaesha lalu duduk di samping nyonya Abbel.


"ada dehhh. oh iya ada apa dengan Aily?apa dia sedang sakit sha?"ucap nyonya Abbel penasaran dengan kondisi gadis itu, dia sedikit khawatir melihat Gaesha menggendong Aily, seperti nya Aily memang sedang sakit pikir nya.


"dia mengalami sakit perut ma, karena menstruasi, oleh karena itu dia terpaksa di pulang kan lebih awal karena tubuh nya benar benar lemas, dan aku yang ingin mengantar nya pulang, kebetulan juga tadi pulang sekolah lebih awal, jadi aku di suruh untuk langsung pulang saja oleh wali kelas ku, saat di perjalanan menuju rumah nya, Aily tertidur di mobil, jadi aku mau tidak mau mengangkat tubuh nya, agar tidak menganggu istirahat Aily."


"ohh jadi begitu, lalu apakah dia baik baik saja sekarang?"tanya nyonya Abbel dengan nada cemas.


"sudah membaik ma, hanya saja Aily belum boleh banyak bergerak untuk beberapa jam kedepan agar tidak memicu sakit perut nya kembali."


"oh iya, tadi om Andre dan tante Adell mengundang kita bertiga untuk makan malam bersama di rumah Aily besok, sebagai ucapan terimakasih, dan juga mereka ingin membicarakan sesuatu pada mama dan papa, apakah kalian bisa datang ke rumah Aily?"


"kalau mama sih bisa bisa saja, tapi tidak tahu dengan papa, nanti mama akan tanyakan pada papa."


"baik lah, yasudah aku akan ke kamar ku dulu ma"ucap Gaesha lalu beranjak menaiki tangga nya dan menuju lantai dua untuk ke kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2