
"Paah maa." Ucap Arif lemas.
"Astaga boy! Kenapa kamu bermain Halusinasi?." Bentak Dimas yang langsung ditatap tajam oleh Risa.
"Anaknya baru bangun,Malah di marah marahin tai." Ujar Risa kesal.
"Syukurlah Abang kembali,Riri rindu abang." Ucap Riri sembari memeluk Arif.
Sontak Arif langsung melihat keempat temannya yang belum membuka matanya.
Arif langsung menatap Manda dan menepuk nepuk pelan bahu Manda.
Namun Manda malah melemas terbaring yang langsung ditangkap oleh Arif.
"Ma Manda sekarat, dia harus segera dibawa kerumah sakit." Ucap Arif hawatir.
Risa dan dimas bingung di vila itu jauh sekali dengan rumah sakit setelah itu Risa membaringkan Manda di sopa.
"Disini ada puskesman, gimana kalau kita bawa si neng nya kesana." Ucap Paustad sembari merapihkan alat ritualnya.
Arif mengangguk cepat setelah itu mengendong Manda ke dalam mobil.
Namun setelah Arif masuk kedalam mobil maksudnya akan mengantarkan Manda ke puskesmas,Rasa hawatir untuk Kinan mulai ada lagi karena sedari tadi Kinan dan kedua temannya belum sadarkan diri.
"Mama bisa tidak mengantar Manda berdua dengan Riri,teman Arif masih belum sadarkan diri." ucap Arif sembari tampak memohon.
"Yaudah nanti nyusul ya Rif." Ucap Risa mengambil alih kunci mobil dan masuk kedalam mobil.
Arif menatap Dimas yang masih diam didalam,kenapa dengan papa nya kenapa papanya tidak mengantar Risa ke puskesman.Namuh seketika teriakan Dimas berhasil membuyarkan rasa penasaran Arif.
"Rifff sini ada hal yang harus kita bicarakan." Ujar Dimas sembari sedikit berteriak.
Arif melangkahkan kakinya kedalam vila,dia melihat AffI dan Alya sudah terbangun hanya Kinan saja yang masih dengan mata yang tertutup.
"Pah kenapa Kinan belum sadarkan diri?." Tanya Arif hawatir.
"Dia pecipta Halusinasi nya,tidak mudah untuk keluar dari Halusinasi yang dia ciptakan sendiri."Jawab Dimas sembari menatap Kinan dengan tatapan iba.
"Jadi maksud om? Kinan terjebak?." Ucap Affi yang baru saja terbangun dan menatap Dimas dengan tatapan cemas.
"Tidakk mas sebentar lagi mba nya akan bangun ko." Jawab seorang ustad itu sembari terus mengelus kening Kinan.
AffI sedikit lega dia sangat takut kehilangan Kinan kembali.
"Hah.. Kita sudah kembali fi? astagaaa terimakasih yatuhannn.." ucap Alya sembari memeluk AffI namun dengan malas AffI menepis pelukan Alya.
Alya memutar bola matanya sebal,setelah itu memengangi kepalanya yang sedikit nyut nyutan,Rasanya sakit di badannya tidak hilang walaupun sudah kembali kedunia nyata.
~
"Haaaa......hh " ucap Kinan sedikit membuka matanya.
Orang yang pertama kali ia lihat adalah pa ustad,sontak membuat Kinan terkejut.
"Hahh astaga." Ucap Kinan sembari sedikit mundur.
"Mba nya sudah bangun." Ucap Paustad setelah itu beranjak pergi.
Dimas mendekati Kinan setelah itu tanganya mengusap lembut rambut Kinan.
"Syukurlah om menemukan mu Kinan." Ucap Dimas sembari menatap Kinan lembut.
__ADS_1
Arif dibuat bingung dengan perkataan Dimas,apalagi AffI dan Kinan dia sangat bingung.Karena Dimas menyebutkan dirinya dengan sebutan 'Om'
Kinan hanya tersenyum sedikit setelah itu menyenderkan tubuhnya yang lelah ke sopa.
"Maksud papa apa?." Tanya Arif Sembari menatap Dimas bingung.
"Lama tidak bertemu Kinan,bagaimana dengan keadaan Gean?." Ucap Dimas berhasil membuat Kinan semakin bingung.
"Om siapa?" Tanya Kinan heran.
" Om Dimas, ayah dan ibu kamu adalah paman dan bibi om,Dulu setelah kejadian kecelakaan yang mengenai Tante mawar,Tante mawar sempat berpesan untuk menitipkan kamu dan gean dirumah om,namun kala itu gean tidak ingin merepotkan dia malah kabur membawa kamu dan om kehilangan jejak kalian." Ucap Dimas dengan santai.
Jleb
Deg.
Kinan menatap Arif dengan tatapan tidak menyangka dan terkejut.
Bibir arif bergemetar,dadanya berdegup cepat Seakan akan ritme jantung nya sudah tidak beraturan.
Jika mereka Adalah sodara dan Dimas adalah om Kinan,Yah Bearti Kinan adalah adik sepupunya Arif.Itulah yang membuat Arif melemas seketika,Padahal Rasa cinta terhadap Kinan sudah semakin melekat dihatinya.
Begitupun Kinan dia tidak pernah menyangka Arif adalah kaka sepupunya,Dan mereka sodara.
Preeeee...
Gelas yang sedari tadi Arif genggam,tiba tiba saja terjatuh dan pecah seketika.
Dimas menatap Arif dengan tatapan curiga ada apa dengan hubungan mereka berdua,kenapa mereka sontak terkejut?.
"Kenapa Rif?" Tanya Dimas heran.
Arif tidak menjawab dimas,Dia malah melangkahkan kakinya keluar dengan ekspresi dingin dan wajah datar.
"kenapaaa? jadi gue selama ini jatuh cinta sama adik gue sendiri!." Teriak Arif sekali lagi benar benar dibuat prustasi.
Dia terus saja berteriak menyalahkan takdir,Lantas lagi lagi melupakan Manda yang jelas adalah tunangannya,Yang tengah sekarat di puskesmas.
•••••
"Kinan ka gean gimana kabar nya?." Ucap Dimas berbicara kepada Kinan yang tengah terus saja melamun.
"Kinan belum bertemu kagean." Ucap Kinan jujur.
"Dulu vila ini adalah vila atas kemauan Gean, dia ingin mendirikan vila bersebelahan dengan vila punya om, katanya biar liburan nya semakin seruu, Gean memang lucu sewaktu kecil dia sangat menyanggi kamu,tidak memberiarkan sedikit pun kamu terluka." Ucap dimas sembari menatap dedaunan di taman vila.
Kinan hanya tersenyum yang sedikit di paksakan. " Bahkan Ka gean masih cerewet sampai Kinan sudah dewasapun dia masih mengekang Kinan." Ucap Kinan sedikit rindu terhadap Kaka nya mulai ada dihatinya,Wajar sudah satu tahun lebih Kinan berpisah dengan Gean.
__ADS_1
Dimas tersenyum mengusap puncak rambut Kinan. " Kamu ternyata mewarisi kelebihan Mama kamu Kinan,dulu Tante mawar juga seorang penulis dan mempunyai kelebihan dalam hal berhalusinasi,bahkan sudah beberapa kali mamah kamu juga sering terjebak di Halusinasi nya sendiri." Ucap Dimas membuat Kinan terkejut, Ternyata kekuatan Halusinasi nya turunan dari mamanya sendiri.
"Tinggal bersama om ya Kinan,kamu akan menjadi Kaka Untuk Riri dan adik Untuk Arif." Ucap Dimas sekali lagi.
Kinan menelan kuat kuat Saliva nya,Dia jadi adik Arif? Oh tuhan hidup memang kadang sebercanda ini.
Bagaimana mungkin dia tinggal satu atap dengan laki laki yang pernah mencuri ciumannya,Dan itu adalah kaka sepupunya sendiri,Astaga memikirkan nya saja membuat Kinan bergidig geli.
"Kamu mau kan menuruti semua permintaan terakhir mama kamu?." Ucap Dimas sekali lagi membuyarkan lamunan Kinan.
Kinan mengangguk ragu setelah itu Dimas memberikan senyuman hangat untuk Kinan.
"Kamu juga boleh manggil om Dengan sebutan papa,Dan Tante Risa dengan sebutan mama,Pokonya semerdeka kamu aja yah." Ucap dimas setelah itu mengacak ngacak rambut Kinan dan pergi.
Kadang tuhan membuat rencana sebegitu menyakitkan ini,Kenapa Kinan dan Arif harus menjadi sodara? tapi asyudahlah jikapun tidak menjadi sodara mereka juga tidak akan pernah bersama, Cinta mereka salah cinta mereka menyakiti hati yang lainnya.
Arif tengah melupakan Manda,dia malah bersantai berlarut dalam kesedihannya,Dia tidak bisa menerima kalau Kinan adalah sodaranya sendiri.
Setelah itu KRINKKKKKKKKKK, suara ponsel berdering dengan nyaring.
Dengan malas Arif meraih ponsel nya dan menggeserkan tombol hijau setelah itu menempelkan ponselnya ketelinganya sendiri.
"Hallo ma.." ucap Arif sembari nada malas.
"Rif Manda, Manda meninggal.." Ucap Risa sembari terdengar isakan tangisnya dan tangis Riri didalam ponsel itu.
Seluruh tubuh Arif melemas dia membantingkan ponselnya,Setelah itu berlari meraih kunci mobil.
Air matanya berlinang dan BRUKS,Dia menubruk Kinan yang baru saja akan masuk kedalam vila.
Kinan menatap Arif kenapa dengan laki laki itu,kenapa air matanya berlinang? Kenapa kepanikan mendominasi wajahnya?.
"Kamu kenapa?." Ucap Kinan sembari berdiri sendiri.
"Ikut gue." Ucap Arif menarik Kinan kedalam mobilnya.
AffI dan Alya yang melihat Arif dan Kinan pergi,Mereka bergegas mengikuti Mereka,Yah Dimas pun tampak dengan tatapan duka terburu buru menghampiri AffI dan Alya yang tengah masuk kedalam mobil.
"Om nebeng ya,mobilnya dipake sama Arif." Ucap dimas sembari masuk kedalam mobil.
AffI dan Alya saling menatap kenapa,Kenap Dimas menebeng dengannya, Seolah olah Dimas tau akan kemana perginya AffI dan Alya.
"Om kita mau.." ucap Affi namun Dimas memotong perkataannya.
"Kalian mau nyusul Arif dan Kinan kan? ke pukesman? Manda meninggal." Ucap Dimas mampu membuat AffI melemas dan terkejut tidak percaya.
__ADS_1
#Bersambung-.
-Maap Kalau banyak typo