
MEREKA KEMBALI
by : ky
Part 2
------------------------------------------------------------
" Sesuatu yang sudah hilang akan tetap hilang,meskipun kembali dia tidak akan sama lagi."
----------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------
"Mereka juga kembali man,mereka kembali." ucap yoga matanya menatap manda tajam sembari mengeluarkan darah.
mata manda memutar melihat berbagai manusia yang sudah meninggal dihadapannya merangkak kearah manda,manda semakin histeris tubuhnya kaku bahkan suaranya sangat tidak bisa ia lontarkan.
" mereka semua meminta pertanggungjawaban man,mereka semua ingin lo menolong mereka." teriak yoga sembari tatapan sinis.
manda mundur dari yoga, seluruh tubuhnya bergemetar,darah dari hidungnya tidak berhenti mengalir,belum lagi angin malam yang dingin semakin menusuk nusuk kulit manda.
mata manda melihat para arwah itu,hatinya masih tidak percaya mengapa mereka kembali,mengapa kejadian 3 tahun lalu harus terurang lagi.
manda melihat seorang bapak bapak yang sudah ancur parah dengan tubuh yang sudah termutilasi,tubuhnya tak lagi utuh.
" itukan?." batin manda terkejut melihat bapak bapak itu,ternyata bapak bapak itu tukang ojeg yang tewas dibunuh reysa.
"pergiii..." ucap manda sembari lemas,tubuhnya merangkak ke ranjang meraih ponsel yang tadi baru ia matikan.
"Ingat manda,kita kembali dan ini baru awal." ucap yoga setelah itu hilang bersamaan dengan semua arwah yang bergentayangan tadi.
manda menghembuskan nafas kasar,jantungnya sudah mulai kembali normal,lalu ia berdiri mencari tisu.
sembari mengelap hidung yang bercucuran darah,manda menelpon no arif,ia ingin sekali berbicara dengan arif.
tut tut tutt.......( es batu sedang berada dipanggilan orang lain ).
"Hufs,telponan sama siapa sih jam segini." ucap manda menggerutu.
manda mencoba sekali lagi menelpon arif namun masih sama.
manda melempar ponsel nya ke ranjang,lalu dia menjatuhkan dirinya keranjang dengan nafas kasar,rasa trauma dan takut manda kembali menggebu,semua kembali dan manda harus mempersiapkan diri lagi.
" ka affi, manda harus telpon ka affi." ucap manda sembari meraih ponselnya.
**
" Hallo." ucap affi didalam ponsel, berbeda dengan arif,tidak satu detik telpon berdering affi langsung mengangkatnya.
" ka affi." ucap manda lalu terdengar suara isakan tangis.
" kamu kenapa man." ucap affi hawatir.
" ka mereka kembali." ucap manda dengan bibir yang bergemetar.
" hah siapa yang kembali?." ucap affi sembari penasaran menggeluti pikirannya.
" Yoga,dan semua arwah yang pernah mati karena reysa,mereka kembali ka,mereka memburu manda." ucap manda sembari menangis sesegukan.
" tenang kamu jangan panik, aku akan bantu kamu,kamu jangan lupa berdoa ya." ucap affi sembari menenangkan manda.
" kaka akan ngelindungin manda lagi kan? seperti 3 tahun lalu?." tanya manda dengan suara yang penuh harapan.
" iya, kaka akan ngelindungi kamu lagi manda." ucap affi lembut.
manda tersenyum dan hatinya merasa tenang, kenapa harus affi yang menjadi penenang manda, kenapa arif tidak selalu menjadi yang pertama padahal dari dulu arif lah yang manda harapkan menjadi satu satunya orang pertama yang menjadi sandaran untuk manda.Tapi hanya affi lah yang peduli dan menyayangi manda dengan tulus tanpa mengharapkan apapun.
**
manda memejamkan matanya, lalu bibir mungilnya melengkung dan bergerak berbicara '' makasih ka affi." ucap manda ada yang lain dengan prasaannya.
TRINKKKKKK ( satu panggilan dari esbatu).
" hallo.." ucap manda dengan nada cuek.
" heh tadi ada apa nelpon? maap tadi aku lagi telponan sama papa."ucap arif didalam ponsel.
" gapapa ko." ucap manda berbohong.
" lah gajelas banget." ucap arif didalam telpon nampak kesal.
" emang pacar eh tunangan eh calon istri,gaboleh gitu kangen nelpon calon suaminya?.'' tanya manda dengan nada meninggi.
" eh eh nyenyeeeenyeee...'' ucap arif meledek manda.
" dah lah males." ucap manda lalu akan mematikan panggilannya.
'' selamat tidur dan selamat malam sayang." ucap arif yang tidak biasa membuat hati manda dag dig dug kebaperan.
" dah lah tidur sana, jangan ngelamun." ucap arif lagi yang menyadari manda melamun tidak bicara.
" iyaa sayanggg..." ucap manda lalu terdengar suara ketawaan manda.
Tut, arif menutup telponnya dan manda kembali merebahkan dirinya,setelah itu ia tertidur.
-------------------------------------------------------------------
Affi mulai tidak mengurung dirinya, affi mulai kembali kuliah dan melakukan kegiatan kegiatan yang sempat affi tinggalkan, senyum dan gelak tawa affi pun kembali, namun tidak menutup kemungkinan affi masih mengharapkan kinan kembali.
pagi itu affi sudah siap,dia akan berangkat ke kampus,dengan menggunakan sepeda motornya.
" fii minggu depan gue masuk kuliah nya." ucap alya yang sedang duduk disebelah affi.
beberapa hari ini memang alya tidur serumah dengan affi, karena alya belum menemukan apartemen yang cocok, disetiap harinya alya menganggap affi bukan lagi sahabatnya melainkan kekasihnya, iya dia selalu manja,minta ini itu bahkan minta perhatian affi lebih,namun affi tidak mengubah status apapun dengan alya, karena yang mampu mendobrak hati affi hanya lah ketiga perempuan yang sudah tidak lagi dipelukan affi.
**
" baguslah lah al,gue berangkat dulu ya." ucap affi mengacak ngacak rambut alya dan menyalami mama nya.
" affi tunggu..." teriak alya berlari menghampiri halaman rumah.
" apa lagi?." jawab affi malas.
" ini pake sweeter dingin tau, sama ini bekel nya tadi aku siapin ini lo roti panggang enak, sama susu nihh simpenn buruan..." ucap alya berbicara tanpa rem.
" gausah alay deh al." ucap affi lalu pergi meninggalkan alya dengan sweeter dan bekal yang masih ditangan alya.
" lah ko gitu sih." ucap alya matanya berkaca kaca.
---------------------------------------------------------------------
"Dorrrrrrrrrrrr.." ucap seseorang yang bisa disebut hantu ganteng itu mengagetkan perempuan yang tengah melamun di atas puncak bukit.
" asataga ga kaget." ucap seorang Kinanty rahayu yang tengah duduk diantara dedaunan.
" yahh masa ga kaget sihhh." ucap alwi dengan tatapan malas lalu duduk disebelah kinan.
kinan tidak menghiraukan alwi, dia terpokus kepada satu matahari yang mulai menyinari pagi hari.
" lo mau sampe kapan sembunyi kayak gini? lo ga kangen ka gean? affi? sama yang lainnya?." ucap alwi sembari menatap kinan lembut.
'' kadang gue mau sendiri aja al, gue males bertemu mereka, apalagi affi dia sudah mempunyai perempuan yang lebih sempurna, gue juga ga mungkin nunjukin diri gue yang begini." ucap kinan sembari matanya berkaca kaca.
" orang yang menyanyangi lo itu gaakan liat fisik lo, cacat dimuka lo masih bisa sembuh ko, hanya saja perlu waktu."ucap alwi merangkul bahu kinan.
" tapi gue sendiri aja jiji liat wajah gue al, apalagi mereka." ucap kinan kini tangisannya pecah di pelukan alwi.
" gue adalah orang yang tidak akan pernah ninggalin lo dalam kondisi apapun." ucap alwi mengelus rambut kinan lembut.
"tapi lo hantu." ucap kinan lalu bibirnya melengkung menahan tawa.
" tuh kan gue suka lupa kalau gue udah jadi hantu.'' ucap alwi sembari bibirnya tersenyum.
'' dasarrr.." ucap kinan lalu mereka tertawa bersama.
---------------------------------------------------------------------
" Hah astaga ko kamu ada di kamar aku sih." teriak manda matanya melotot melihat arif sudah berdiri disamping manda.
"chek hp kamu.'' ucap arif dengan tatapan dingin.
manda meraih ponselnya dan ada 100 miscall dan 1267ribu chat dari arif.
manda membulatkan matanya lalu menatap arif dengan tatapan bersalah.
" tapi ko mama malah ngijinin kamu masuk ke kamar aku hee." ucap manda sembari memamerkan gigi gigi putihnya.
" tadi mama kamu nyoba buat ngabangunin kamu, tapi kamu ga bangun aku dan mama mengira kamu mati karena ga bangun bangun yaudah aku dobrak aja." ucap arif dengan tatapan dingin.
'' jahat banget sih perkiraannya." ucap manda lalu pergi meraih handuk.
" kamu mau disitu terus? aku mau mandi loh." ucap manda matanya melirik arif tajam.
'' eh engga." ucap arif dengan salting lalu keluar dari kamar manda.
**
manda melangkah kan kakinya kebawah namun bayangan sekilas tentang arwah arwah itu muncul lagi diotak manda membuat bulu pundak manda meremang dan merinding.
"tolongggg." ucap seseorang yang tiba tiba suaranya menggema di telinga manda.
" benarkan? yoga benar semua akan dimulai kembali." ucap manda didalam hati dengan prasaan yang tidak karuan.
" neng manda mau terus diem disana sampe jam berapa tuh? niiiii liat panggeran arif udah nunggu dari matahari belum nongol sampe siang ginii.." ucap yusuf dengan cecengesan sembari disusul ketawanya naya istri yusuf.
manda tersadar dan buru buru kebawah,setelah sarapan dengan melamun manda berangkat kekampus dengan arif.
" kamu kenapa ko kayak yang banyak pikiran " tanya arif sembari menyodorkan helem nya ke manda.
__ADS_1
" hah apa."ucap manda dengan terkejut lalu menatap arif.
" tuhkan melamun, ada apa? ko kamu kayak yang nyembunyiin sesuatu gitu." ucap arif penasaran.
" arif sebenernya...." ucap manda namun naya berteriak dari pintu rumah manda.
" mannn ini ponsel lo ketinggalan." ucap naya lalu manda kembali mengambil ponselnya.
" makasih kaka ipar." ucap manda lalu kembali berjalan menuju arif.
" sebernya apa man?." ucap arif dengan pensaran yang meronta ronta.
"mereka kembali rif." ucap manda dengan tatapan yakin.
" siapa yang kembali?." tanya arif bingung.
" semuanya, tapi aku tidak tau reysa kembali atau tidak ,yang jelas yoga dan semua arwah yang mati kembali menghantui aku." ucap manda dengan tatapan takut.
arif menepuk keningnya sendiri lalu menatap manda.
" serius?.'' tanya arif tidak percaya.
manda mengangguk dan berlinang air mata.
" jangan takut, aku ada aku akan membawamu pergi dulu dari kota ini," ucap arif lalu memengang erat tangan manda.
" hah pergi kemana?." ucap manda terkejut.
" pokoknya kita liburan semester lah, lagian kamu kalau disini kan stres, dihantui mulu." ucap arif sembari menyakinkan.
" bolehh deh." ucap manda sembari tersenyum lebar,karena selama 3 tahun berhubungan dengan arif, arif tidak pernah mengajaknya liburan.
' yeee asikkk liburannnnn.' ucap manda bersorak didalam hatinya.
---------------------------------------------------------------------
Jika daun saja yang gugur dan layu, bisa digantikan dengan daun lainnya,kenapa kamu tidak bisa?
begitulah pertanyaan selama ini yang selalu memenuhi otak affi, tidak peduli secantik dan sedekat apapum alya dihidupnya, dia tetap akan menunggu seorang kinanty Rahayu.
Affi menatap halte bis yang dulu pernah ada gelak tawa disana, gelak tawa bersama kinan, dan itu pertama kalinya affi melihat wanita secantik kinan dengan senyum yang teramat manis.
hati affi menggebu gebu rindu kepada kinan semakin menjadi.
lalu mata affi menangkap seorang perempuan bermasker, berdiri di halte itu.
tubuh dan matanya bahkan rambutnya itu mirip sekali dengan kinan,ya affi menemukan kinan.
dengan terburu buru affi menyebrang ke arah halte bis itu, dan menghampiri wanita itu.
Namun setelah akan menyebrang satu jalan lagi, bis datang membawa wanita itu pergi dari hadapan affi.
affi mengikuti bis itu dengan motornya, dari arah kaca affi melihat mata kinan sedang menatap kedepan.
Jika itu kinan, kenapa dia tidak menemui affi?.
Jika itu kinan kenapa dia bertingkah seperti orang lain?.
begitulah pertanyaan pertanyaan affi membuat affi semakin kencang menyalip bis panjang itu,namun naas dari arah depan ada sebuah mobil avansa menabrak affi sampai affi terpental tergeletak di tengah jalan.
seluruh menumpang bis terkejut ada yang kecelakaan, mereka berbondong bondong melihat kekaca.
namun tidak dengan kinan, kinan masih dengan tatapan acuhnya menatap kedepan.
" Woy bego." teriak alwi yang mengangetkan kinan.
" jadi hantu gapunya sopan santun banget." ucap kinan kesal.
" lo ngapain masih disini bego, turun yang kecelakaan affi,Affi Julian" ucap alwi yang membuat kinan langsung berlari berlari sembari berlinang air mata.
kinan berlari keluar dan melihat darah sangat banyak dijalanan, motor affi rusak parah dan dimana affi?
affi sudah dikerumuni warga, dan kinan menyelinap masuk lalu melihat affi yang kala itu samar samar masih membuka mata dan mengucapkan satu nama " Kinan" itulah yang affi ucapkan.
kinan terduduk disamping affi ia mengenggam tangan affi erat dan memeluk affi.
kinan berbisik ditelinga affi dengan penuh kepanikan " aku sudah kembali, kamu harus kuat." ucap kinan lalu meminta tolong kepada seluruh warga untuk menelpon ambulance.
waktu itu sebelum affi menutup matanya, affi mengelus pipi kinan dengan tangan penuh darah,lalu tersenyum dan affi menutup matanya.
kinan tidak kuat kenapa pertemuan seperti ini yang terjadi, padahal kinan sungguh tidak mengharapkan pertemuan tragis seperti ini dengan affi.
affi dibawa oleh sederet warga kerumah sakit,dan kinan? apa yang dilakukan kinan dia malah pergi lagi, dan menjauhi affi kembali.
" lo mau kemana?." ucap alwi yang melihat kinan menangis sembari berjalan terburu buru.
" gue gabisa nemuin affi sekarang, karena gue kembali affi celaka, ini semua karena gue, mulai detik ini gue akan pergi.gue akan pergi ke tempat yang tidak mungkin affi kunjungi,gue mau affi bahagia,gue gamau affi terluka." ucap kinan lalu menangis dia malah menyalahkan dirinya atas kecelakaan affi.
" terserah lo manusia bodoh, tapi gue ikut.'' ucap alwi yang mengikuti kinan.
kinan menaiki sebuah kereta, ntah mau kemana dia pergi namun sungguh kinan akan benar benar pergi dari kehidupan affi.
----------------------------------------------------------------------
'' siapa kamu,kamu bukan aku." teriak manda di sebuah toilet kampus.
wanita yang menyerupai manda itu tersenyum lebar dan merubah dirinya ke wujud aslinya.
sebuah hantu anak sma, dengan pakaian lusuh dan rambut gimbal berair serta darah yang bercucuran dari kepala dan wajahnya kini menatap manda tajam.
" kaaaamuuuuu...'' ucap manda detak jantungnya semakin cepat.
" Iya aku Reysa indriana, aku juga kembali." ucap hantu perempuan itu lalu tanganya keluar dari cermin tanpa aba aba dia mencekik manda dengan penuh kebencian.
" hahaha aku tidak pernah pergi,aku tidak pernah diterima oleh semesta dan alam ku, makanya aku kembali karena ada yang belum berakhir,ada yang belum aku tuntaskan , yaitu merenggut nyawamu." ucap reysa sembari terus mencekik manda.
manda kesusahan bernafas,namun dari luar ada yang mengetuk pintu toilet.
arif dengan hawatir karena sudah lama manda tidak menyaut suaranya, dia menobrak pintu dan melihat manda sudah pingsan ditoilet dengan darah yang mengalir dari hidungnya.
" astaga manda." ucap arif lalu mengendong manda setelah itu membawa manda kerumah sakit dengan menggunakan taksi.
**
manda ditangani beberapa dokter, dokter aneh karena pasiuen ini pingsan dicekik dan mungkin sudah kesusahan bernafas itulah yang mengakibatkan manda pingsan.
----------------------------------------------------------------------
Affi sudah ditangani dokter,luka dikepala dan tangan serta kakinya sudah dibalut oleh perban, namun affi masih belum sadarkan diri.
tante sonia memeluk alya sembari keduanya menangis hawatir di depan ruangan affi.
dokter keluar diikuti dengan beberapa suster.
"pasiuen didalam kondisinya kritis,namun semoga saja pasiuen bisa melewati masa masa kritisnya." ucap dokter itu lalu pergi.
tante sonia dan alya masuk keruangan affi, alya langsung menggenggam tangan affi erat.
" kenapa kamu menjadi seperti ini." ucap alya lalu tangisannya pecah dihadapan affi.
bibir affi bergerak dan tanganya menggerakan ibu jarinya.
" Kinannnn..." hanya nama kinan yang keluar dari mulut affi.
nama kinan diiucapkan terus menerus oleh affi, dan alya sangat kecewa karena yang dibutuhkan affi hanya sesosok wanita yang sudah lama meninggalkannya.
**
manda sadar dan langsung dipeluk oleh arif.
"reysa kembalii." ucap manda dengan tangisan dan ketakutan yang mengeluti dirinya.
" reysa udah tenang man." ucap arif sembari mengelus rambut manda.
" tidak rif,reysa tidak pernah tenang sebelum merenggut nyawaku." ucap manda sembari terus bergemetar.
" jangan jauh jauh dari aku, aku akan tetap melindungimu kembali." ucap arif lalu mencium kening manda.
" makasih.." ucap manda sembari tersenyum merekah.
arif dan manda pulang,namun di kolidor rumah sakit manda melihat tante sonia sedang berjalan.
" tante.." sapa manda sembari tersenyum.
" eh neng manda ya? kenapa siapa yang sakit neng?." tanya tante sonia dengan senyumann hangatnya.
'' tadi manda kambuh tante ehhe, tante lagi apa disini? siapa yang sakit tan?." ucap manda sembari menyorotkan tatapan penasaran.
" affi kecelakaan." ucap tante sonia sembari raut wajah sedih.
deg, jantung manda kembali berdebar mendengar affi kecelakaan.
" dimana ruangannya tante?.'' tanya manda dengan penuh hawatir.
"ruang cempaka 678." jawab tante sonia.
tanpa menghiraukan apapun manda berlari keruangan affi,disusul dengan arif.
namun setelah sampai didepan ruangan affi,manda melihat alya sedang mencium punggung tangann affi, ada sedikit rasa cemburu dihati manda,namun dia lebih ke sadar diri rasa cemburu itu tidak wajar.
" eh silahkan masuk.." ucap alya menyilahkan manda dan arif masuk.
" kamu kinan bukan?." tanya alya menyorotkan tatapan penasaran.
" saya manda." ucap manda lalu melihat affi sembari berkaca kaca.
" dari tadi affi menyebut nama kinan, saya tidak tau kinan yang mana." ucap alya sembari matanya nampak sedih.
" kinan sudah lama hilang, dan affi begitu terpukul." jawab manda sembari memegang tangan affi lalu mengusap ngusap nya.
__ADS_1
" kasian affi, dia sangat mencintai wanita yang bernama kinan." ucap alya sembari tersenyum kecil.
' dulu seorang affi julian, adalah pelindung aku, dulu hatinya miliku, dulu aku pernah menjadi satu satunya yang ia cintai sampai mengorbankan apapun, namun aku menyakitinya dan aku menyesal.' ucap manda batinnya teruss mengurutu sendiri.
arif meraih tangan manda, lalu melihat manda lembut.
" kamu juga perlu istrirahat, kamu pulang dulu ya,besok kita kesini lagi jenguk affi." ucap arif lalu di angguki oleh manda.
------------------------------------------------------------------------
sepanjang perjalanan yang entah kemana tujuannya,kinan menangis,didalam hatinya ia ingin sekali melihat affi lagi dan memastikan affi baik baik saja,namun egois telah menuntun kinan untuk pergi dari affi,pergi ketempat yang sangat jauh.
Kinan adalah perempuan yang selalu berhalusinasi, dia selalu terjebak didalam halusinasinya, jadi ia takut affi kembali ikut terjebak kedalam dunia halusinasinya kembali, dengan berat hati kinan memilih untuk meninggalkan affi, dan berjalan sendirian tanpa didampingi oleh manusia, dia hanya mempunyai alwi dan alwi akan segera pergi karena keabadiannya didunia akan segera selesai dan habis.
" kenapa si lo pergi dari affi, dengan lo bersikap bodoh ke gini gue jadi ga tenang tau ga." ucap alwi yang berada di samping kinan.
" gue gamau affi celaka lagi." ucap kinan sembari menatap kaca kereta.
" kinan dengan lo kayak gini,gue semakin bingung nitipin lo kesiapa, gue ga bisa lama lama didunia." ucap alwi sembari tatapan sedih.
" lo kalau mau pergi pergi aja." ucap kinan berbohong.
'' kalau gue pergi yang nyari makanan buat lo,terus yang ngambil uang dari kaka lo siapa sok?." ucap alwi membuat kinan tertawa dan memeluknya.
" makanya jangan pergi, hanya elo peliharaan gue satu satunya." ucap kinan sembari tertawa.
penumpang bis lainnya melihat kinan bergidiig ngeri karena berbicara dan tertawa sendiri,namun kinan tidak peduli.
-----------------------------------------------------------------------
"fiii affi bangunnn..." ucap sesosok hantu perempuan yang mengikuti affi sedari kecil.
affi membuka matanya, matanya menangkap seorang arwah bernama marisa.
" kenapa mar?." tanya affi dengan tatapan malas.
"mari kita berjalan jalan, mari keluar dari tubuhmu." ucap marisa sembari merayu affi.
" kamu mau aku meninggal?." ucap affi.
" percuma saja kamu hidup fi, kamu tidak akan pernah bertemu lagi kinan, jika arwahmu melayang layang seperti ku, kamu akan mencari kinan lebih mudah dan aku akan membantumu."ucap marisa merayu.
'' tidak, jika kinan masih hidup bagaimana?." ucap affi yang membuat marisa tidak bisa menjawab dan usahanya untuk merenggut nyawa affi kali ini gagal.
**
Alya setia mendampingi masa keritis affi,meski yang affi selalu sebut adalah kinan,namun alya tidak peduli,alya hanya mencintai affi sedari kecil,sedangkan kinan orang baru yang meninggalkan affi ntah kemana.
sedikit pun alya tidak akan pernah mundur dan usahanya untuk mendapatkan affi tidak akan pernah tumbang,Namun karena tekad itulah yang membuat alya menjadi diteror marisa.
Lampu rumah sakit tiba tiba redup di malam hari,dan bayangan bayangan seorang perempuan menganggu alya.
jantung alya sangat berdebar dan alya menyalakan senter hpnya, malam ini atas kemauan alya dia akan menjaga affi sendirian, tapi kemauannya membuat marisa semakin mempunyai celah untuk meneror nya.
"dokkk dokterr,,," teriak alya namun tidak ada satupun orang yang mendengarkan alya.
bahkan tiba tiba saja gunting kapas dan seluruh barang barang diruangan affi,tiba tiba berjatuhan membuat alya terduduk lemas menekuk kedua kakinya.
keringat dingin bercucuran sehingga alya,hampir saja pingsan karena takut.
alya berdiri melangkahkan kakinya mendekati ranjang affi,namun dari bawah ranjang affi kaki alya ditarik sampai terjatuh dan alya melihat sesosok perempuan dengan darah yang memenuhi wajahnya tersenyum lebar ke arah alya, membuat alya berteriak sekencang kencangnya karena shok.
seluruh dokter menghampiri ruangan affi dan melihat alya sudah pingsan dibawah,kondisi kamar affi acak acakan ntah apa yang terjadi namun dokter membawa alya ke sopa untuk di periksa.
affi masih terkujur kaku dia belum bisa melewati masa kritisnya.
----------------------------------------------------------------------
Malam itu manda sedang menikmati nasi goreng dipinggir jalan dengan arif.
dengan bibir penuh minyak manda tidak berhenti bicara,membicarakan betapa bodohnya affi ke arif.
arif hanya mengangguk ngangguk malass mendengarkan cerita manda yang menyangkut affi.
" iiiiiiiiiiiiii...." ucap manda sembari memanyunkan bibirnya,dengan kaki dihentak hentakan dibawah kolong meja.
" kenapaaaaa iii.." tanya arif terkejut karena tiba tiba manda berteriak seperti itu.
'' dari tadi aku ngomong panjang lebar kamu cuma manggut manggut doangg,kenapa sih gapunya pita suara?." ucap manda dengan kesal.
" yang dibahas affi males." jawab arif dingin.
'' utututuutttt kamuu cemburu yaa yaa.." ucap manda sembari melirik arif dengan gemas.
'' heh mana ada laki laki yang mau ngedengerin,wanitanya membicarakan laki laki lain." ucap arif sembari memakan satu suapan nasi goreng.
" aaaaaaa..." ucap manda membuka mulutnya lebar.
" apa mau disuapin?." tanya arif melirik manda yang mangap menunggu suapan arif.
" ammmm." ucap manda karena arif menyuapi satu sendok nasi goreng..
"gausah cemburu, aku cuma mau kamu ko." ucap manda mengelus ngelus kepala arif.
'' alay.." ucap arif membuat manda memutarkan matanya kesal.
" dasarrr batu." ucap manda dengan gemas.
" batu batu gini kamu suka kan.'' tanya arif masih dengan tatapan dingin.
"Gaaaa." ucap manda dengan sinis.
'' gausah boong deh." ucap arif mendekati manda.
"enggga ihhh jauh jauh sanaa." ucap manda pipinya semakin memerah.
" kalau gasuka aku pulang." ucap arif sembari berdiri.
"ehhh jangan." ucap manda memengangi ujung jaket arif.
arif menoleh manda dengan tatapan dingin.
" aku syukaaa ko syukaaa bangettttt..." ucap manda setelah itu tersenyum lebar.
arif duduk kembali melihat manda dengan tatapan gemas seperti akan memakan manda.
kedua tangan arif mencubit kedua pipi manda dengan gemasss.
" dasarrrrr amanda gustiarrrrrr..." ucap arif sembari mencubit kedua pipi manda.
"awwwww...." ucap manda sembari memonyongkan bibirnya,namun setelah itu mereka tertawa bersama.
-------------------------------------------------------------------
Kinan melangkah kan kakinya keatas ketinggian,ya dia pernah mempunyai vila yang diwariskan oleh kedua orang tuanya, vila yang berada di pengunungan itu begitu indah dengan nuansa alam.
vila itu sudah hampir 5 tahun tidak terurus namun kinan akan tinggal divila itu sampai luka diwajahnya hilang.
Kinan duduk dibalkon vila sembari menatap bintang bintang malam itu.
"akan kah aku bertemu kembali dengan mu fi?." ucap kinan sembari melamun.
" maap fi karena sudah beberapa kali membuatmu kecewa." ucap kinan lalu lagi dan lagi tangisannya pecah.
PREEEEEE, tiba tiba suara berisik dibawah vila kinan membuat kinan terganggu dan melihatnya kebawah.
" ada apa si al?." teriak kinan dari atas.
" nan disini banyak hantu hantu penasarannya liat nih gue udah nyopotin satu kepala hantu paling bandel.'' ucap alwi sembari memegang kepala manusia yang sangat sangat mengerikan.
Rupanya alwi sedang berperang melawan hantu,ntah melawan atau mengusir hantu itu tapi kinan bergidig ngeri dengan tingkah laku sosok hantu didepannya.
" al lepasin mereka,gapapa asal mereka diem ga ganggu gue aja,gue gapapa ko al,sedikit membagi rumah untuk mereka ga ngerugiin ko." ucap kinan lalu alwi melepaskan kepala itu.
alwi menghampiri kinan lalu berbisik di telinga kinan.
" lo mau liat hantu ga?." ucap alwi dengan serius.
" kan gue udah liat lo." ucap kinan dengan tertawa.
'' selain gue taii, tuh kayak mereka." ucap alwi lagi.
" emang bisa gitu al?.'' tanya kinan penasaran.
" bisa siniiii.." ucap alwi menarik kinan.
setelah itu alwi membuka mata batin kinan dan kinan sangat terkejut karena di vila ini banyak banget sosok sosok hantu menyeramkan.
dari sosok hantu paling mengerikan,tua, muda, bahkan sosok ular seperti ira pun ada di villa ini,mereka semua menatap kinan dengan tatapan tajam.
" al gue takut." ucap kinan memeluk alwi.
" udahlah mereka gabakal bisa nyentuh lo,yang bisa nyentuh lo cuma gue,dan mereka akan baik sama lo." ucap alwi sembari membalas pelukan kinan.
Kini hidup kinan didampingi dengan banyak para hantu,hidup seorang diri divila dengan setiap harinya ditemanni berbagai sosok hantu, itu memang merepotkan kinan dan membuat kinan harus menguatkan mentalnya,namun selagi ada alwi disamping kinan,kinan rasa semuanya akan baik baik saja.
" bisa tidak al lo gausah pergi kemana mana." ucap kinan menatap affi lembut.
" jika bisa gue akan tetap memilih disamping lo,jagain lo,tapi kan gue udah beberapa kali meleburkan keabadian gue demi menyelematkan elo.'' ucap alwi sembari merangkul bahu kinan.
" maap ya al." ucap kinan merasa bersalah.
' gue tidak akan pergi kinan sebelum mempersatukan lo dan affi lagi, gue gamungkin ninggalin lo seorang diri.' ucap alwi didalam hatinya sembari tangannya mengelus rambut kinan lembut.
------------------------------------------------------------------------
Manda dan arif berjalan pulang menuju rumah manda,namun dijalan tiba tiba ada yang memanggil mereka.
siapa itu?
__ADS_1
#bersambung-
_ maap kalau feel nya kurang dapet,akhir akhir ini aku terlalu tidak konsen berhalusinasi:v