MEREKA KEMBALI

MEREKA KEMBALI
part 13


__ADS_3

"Seperti Senja yang tidak pernah menetap dilangit Jingga,Seperti Aku yang tidak akan pernah bisa menetap dihatimu,Namun Kamu harus paham bahwa Senja,Tidak pernah benar benar pergi,Dia selalu berjanji untuk kembali."~


Risa menyorotkan tatapan tidak bersahabat kepada Dimas Yang tengah dilanda kecemasan.



Risa mendekati suaminya kedua tanganya menyentuh lembut pundak Dimas,Setelah itu wanita itu mengusap ngusap pundaknya,dengan menatap Dimas lembut Namun penuh dengan pertanyaan.



"Jelaskan Dim,Apa itu Dunia Halusinasi? darimana kamu mengetahui nya?." Tanya Risa dengan serius.



Dimas menatap istrinya,Yang kala itu diapun tidak tau harus menjelaskan apa kepada istrinya itu,Lalu tangan Dimas meraih lengan Riri seraya ikut mendekatinya.



"Halusinasi itu adalah dunia fiksi,Hanya seseorang yang mempunyai kelebihan lebih lah yang mampu membawa Roh manusia kedalam dunia itu,Namun hanya kecil kemungkinan Roh mereka akan bisa kembali dari dunia fiksi itu." Ujar Dimas membuat Risa sontak melemas.



Lututnya tiba tiba saja bergemetar hebat, Matanya menatap anak laki lakinya yang tengah memejam kan mata.Dia sangat takut Arif terjebak dan tidak bisa kembali,Dia tidak ingin kehilangan satu Anak lagi,Cukup kehilangan Reysa,Hal itu pun sudah membuat ibu ketiga anak itu merasakan keterpurukan hebat.



Dimas merangkul Risa yang tengah melemas,Dan memeluknya seraya menguatkan wanita cantik yang sudah menjadi istrinya itu.



Riri yang tidak paham apa maksud Dimas,Dia mencoba memutarkan otaknya mencerna semua perkataan dimas namun tetap saja dia tidak paham.



"Maksud papah apa sih,Riri ga paham!.'' ucap Riri sembari mengerutkan dahinya.



"Bang Arif terjebak ri." Jawab Dimas sembari menatap anak gadisnya lembut.



"Jadi.. bang Arif? Tidak pahh selamatkan bang Arif." Ucap Riri bergemetar,Gadis itu sudah paham apa maksud perkataan papah nya dan Dia mulai menangis sangat takut kehilangan sosok Kaka nya lagi.



"Papa tau cara menghentikan semua ini." Ucap Dimas,yang langsung diberi tatapan lesu oleh kedua wanita dihadapannya.



Ciuman yang Arif berikan untuk kinan,terus saja terbayang bayang di pikiran Arif,Meskipun itu semua adalah ketidak sengajaan,Namun bagi Arif ciuman itu mampu membuat hatinya meleleh.


Manda yang sedari tadi melihat Arif menyentuh bibirnya,Dia menghelakan nafas kasar.Begitu sakit rasanya melihat bibir manis Arif menempel dibibir wanita lain,Bahkan dengan dirinya pun belum pernah.


'sabar,aku gaboleh merusak mood Arif,sudah tidak apa apa dia hanya menolong Kinan.' ucap Manda didalam hatinya Sembari memejamkan matanya.


Lalu beberapa menit kemudian Manda melihat Arif terpejam,Wajahnya kelihatan lebih tampan saat tertidur,Bibir Manda tersenyum kecil ternyata orang yang selama bertahun tahun dengannya adalah benar benar laki laki tampan, Wajar saja jika dirinya dan Kinan menyukai Laki laki disamping nya ini.


Tangan Manda membelai lembut rambut Arif, setelah itu dia lagi lagi tersenyum.


"Raga mu memang mendekap ku,Tapi hatimu sudah berpihak dan berpijak di hati wanita lain." Ucap Manda sembari satu dua tetes butiran bening lolos dari sudut matanya.


"Maaf jika aku merepotkan,Jika saja aku tidak pernah ikut serta dalam menabrakkan adikmu,mungkin nasib kita tidak akan seperti ini,mungkin juga kamu tidak akan mencintai wanita lainnya,Jujur Rif aku sakit,Bahkan melihat kamu dengan wanita lain itu lebih sakit dari semua penyakit yang menyerang fisikku." Ucap Manda sekali lagi sembari menyeka air matanya.


"Kamu tidak pernah sadar Rif,Rasanya harus berpura pura tidak tahu,padahal aku tau itu sakit,Berpura pura tidak melihat padahal melihat itu rumit,Dan andai kamu merasakan jadi aku sebentar saja pasti kamu tidak akan kuat." Ucap nya lagi diiringi dengan Isak tangis.


Manda menutup wajahnya dengan kedua tangannya,Dia menangis tidak kuat dengan apa yang menimpa dirinya,Kenapa Tuhan memberikan ujian sehebat ini,Bahkan Manda sampai saat ini belum menemui ibunya yang terbaring kaku dirumah sakit.


"Manda kangen Mama,kangen badak Afrika juga."Ucap Manda sembari terus menenggelamkan wajah nya di sela sela telapak tangannya.


Seseorang menepuk Manda dengan lembut.Membuat Manda sangat terkejut.


"Ka Manda maafin Kinan." Ucap Kinan yang mendengarkan semua rintihan Manda pun merasa bersalah karena Arif berpaling,itu semua gara gara dirinya yang terlalu baperan.


Sontak Manda membuka wajahnya,dan menatap Kinan lesu.


Manda melengkung kan senyuman terbaikk nya untuk Kinan setelah itu meraih tubuh Kinan,Dia memeluk Kinan.


"Kamu tidak salah nan,Tidak ada yang perlu disalahkan didalam cinta segitiga ini,jika pun ada itu salah ku,mungkin aku belum cukup membuat Arif bahagia sehingga Arif berpaling,Jika nantinya hubungan ku dengan Arif harus berakhir,Tolong kamu harus menjadi wanita pertama yang ada untuk Arif,aku tau Arif sangat menyukai kamu nan." Ucap Manda menahan segala perih dan sesak di dadanya.


"Ka Manda gaboleh ngomong gitu,Kinan ga mungkin ngerebut ka Arif dari ka manda." Ucap Kinan sembari tidak kuat menahan tangisnya,sungguh wanita dihadapannya adalah seorang malaikat,Manda sungguh baik bahkan dia rela mengorbankan kebahagiaanya untuk orang lain.


Manda terseyum setelah itu melepaskan pelukan nya kepada Kinan.


"Kamu diam ya nan,jangan kasih tau siapa siapa kalau aku udah tau semuanya." Ucap Manda sembari tersenyum.


Kinan mengangguk setelah itu Kinan kembali kesamping affi yang tengah tertidur.


"Ijin kan saya kembali,Saya belum siap keatas urusan didunia manusia belum usai." Ucap roh yang meminta negosiasi kepada semesta.



"Urusan apa lagi yang belum selesai?."jawabnya dingin.



"Saya masih belum bisa meninggalkan perempuan yang saya cintai dibumi,dan saya harus kembali apapun konsekuensinya saya tanggung." Ucap roh itu sembari tampak memohon.



"Batas waktumu dibumi sudah habis! Jika kamu kembali kesana,kamu tidak akan pernah bisa kembali ke alam ini kealam mu!.", Bentak nya kepada Roh itu.



"Saya terima konsekuensinya." Jawab roh itu dengan mantap lalu Diangguki oleh para penjaga semesta.



~



"Seperti senja,Dia selalu berjanji untuk kembali,Seperti aku yang berjanji akan menemani mu sampai usai,Aku kembali Dan semuanya aku lakukan demi kamu,Meski harus meleburkan beberapa keabadian ku lagi,Aku tidak apa apa,Melihat senyummu itu lebih berarti dan senyum mu adalah kedamaian yang sesungguhnya bagiku." ucap Alwi sembari tersenyum hangat.



~



Halusinasi kinan mulai semakin berubah, menjadi menyeramkan,Bahkan Kinan tidak pernah mengenali semua yang terjadi didalam halusinasinya.



Dari mulai banyak ular yang menganggu mereka,sampai munculnya Reysa yang mencoba membunuh mereka,Dan sampai saat ini belum juga terbit matahari,membuat kelima manusia itu diguncang ketakutan.



Ditengah gelapnya malam,Tidak ada penerangan bagi mereka,Hanya saja ada cahaya redup dari satu dua Kunang kunang yang mampu sedikit menerangi jalan mereka.



Mereka mulai membiasakan diri dengan keadaan sekitar,Dari mulai Rintihan hewan buas sampai dengan Rintihan seperti Manusia manusia yang mungkin adalah Jin,mereka terus saja menggema meminta tolong.



Halusinasi kinan berubah menjadi Teror,Reysa atau yoga memang tidak menampakan dirinya lagi setelah AffI mengusir Rey dengan kalung nya,Namun teror dihutan itu semakin menjadi.



Tiba tiba saja Kepala manusia tanpa tubuh yang dilumuri banyak darah itu menggelinding, menghampiri Kinan dan yang lainnya.



Sontak Kinan membulatkan matanya terkejut,Manda dan Arif juga tidak kalah terkejutnya melihat apa yang mereka lihat.



"Aaaaaaaaaa.." Teriak Alya membuat semuanya menatap gadis yang tengah histeris itu.



AffI membekam mulut Alya, yang langsung diberi gigitan oleh Alya karena terkejut.



"Awwww..." Ucap Affi mengibas ngibas kan tangannya.



"Ehhh yayangg ku maap,Aku kaget." Ujar Alya sembari mengigit bibir bawah nya merasa bersalah.



"Diam makanya! Kayak yang baru liat ginian aja." Ucap Affi dengan tatapan malas.



"Emmmm abiss nya kan aku kaget,yayang ko ga faham sih." Ujar Alya sembari mengerucutkan bibirnya sebal.



Kinan menatap Alya dengan tatapan tidak bersahabat,Bisa bisa nya Alya memanggil AffI dengan sebutan 'yayang' membuat Kinan sontak jiji dan bergidig ngeri.



"Ini kepala siapa?." Tanya Manda memperhatikan kepala tanpa tubuh itu.



"Jangan disentuh." Bentak Arif kepada Manda.

__ADS_1



"Yeeee lagian siapa yang mau nyentuh Bambang." Jawab Manda sembari memutar bola matanya sebal.



Kinan mengamati dengan detail Kepala itu,Kepala itu tampak hancur dengan otak yang mengambai keluar,Percis sekali seperti korban kecelakaan yang terlindas ban mobil.



Lalu dia berjongkok,tanganya menjulur maksudnya akan merapihkan rambut panjang milik kepalanya itu yang menghalangi wajah nya.



Namun seketika tangan Kinan di raih oleh AffI,Sontak membuat kinan terkejut.



"Jangan sentuh kepala itu nan." Ujar AffI Sembari menarik Kinan.



"Bentar fi aku penasaran." Ucap Kinan sembari melepaskan genggaman AffI,dan kembali menatap kepala itu.



Kinan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah kepala itu,Sontak dia terkejut karena wajah yang dilumuri darah itu adalah kepala milik Seorang Reysa.



Bibir nya tersenyum lebar,bahkan saking lebar nya bibir itu hampir merobek menyentuh telinga,Seperti biasa ulat dan hewan hewan kecil melambal lambai disana membuat semuanya bergidig ngeri.



Kepala itu seketika terbang dan tertawa dengan sangat nyaring membuat bulu pundak semuanya meremang dan merinding.



"Sudah cukup Rey! Kenapa kamu tidak pernah melepaskan kami."Teriak Arif dengan nada tinggi karena jengkel dengan hantu yang menyerupai adiknya itu.



"Apa bang? Lepas? bukanya kalian sendiri yang masuk kealam ini? Kenapa meminta aku melepaskan kalian?." Jawab Reysa sembari melotot kearah Arif.



Duksss....



Tiba tiba saja Alya terjatuh,Dan lengannya ditarik oleh tubuh tanpa kepala yang tak lain adalah Reysa.



Alya menatap keatas dia penasaran siapa orang yang menariknya,Sontak Alya terkejut dan membulatkan matanya sempurna setelah melihat leher itu tidak mempunyai kepala hanya ada darah yang mengalir disana.



"Aaaaaaaaaa lepasss.. tolonggg..affi...," Teriak Alya sembari bergemetar hebat.



AffI dan Kinan membalikan badannya,Kinan terkejut dan berlari menghampiri Alya.



Kinan menahan lengan Alya dengan cara menggenggamnya.



"Hentikan Rey!." Bentak Kinan dengan susah payah karena tubuh itu terus menarik Alya.



"Hello,,gue disini.." ucap kepala Reysa sembari tertawa.



"Jangan ganggu temen temen gue Rey!." Teriak Manda kali ini dia tidak tahan melihat Alya di tarik dengan kasar.



Duksss...



Kali ini sebuah tangan hitam berhasil mendarat di pipi Arif,Ya yoga datang dengan tanpa aba aba menampar Arif.



"AGH..." Ucap Arif memengangi bibir nya yang berdarah.




"Gue sudah puas menyiksa kalian, Gue ingin kalian mati sekarang juga." Ucap Yoga sembari tersenyum sinis.



Kinan dan yang lainnya sontak terkejut,Kedua hantu itu berkumpul dihandapan mereka, dan siap untuk membunuh Mereka malam ini juga.



Alya mengigit tangan buruk Reysa,Dia terpaksa melakukan itu karena dia ingin lepas dari tarikannya.



"Gigit aja terusss." Teriak kepala Reysa sembari tertawa.



Alya melepaskan gigitannya dan dia tampak semakin takut.



PLAKSSSSS..



tangan itu kini melepaskan Alya, Namun berdarat sempurna di pipi Alya.



"AGH......" Ucap Alya meringgis kesakitan setelah ditampar oleh Reysa.



Kinan mengigit bibir bawahnya seraya ngeri dengan tamparan keras yang mendarat di pipi putih milik Alya,Itu pasti sangat menyakitkan.



Kini tangan milik Reysa menjulur panjang meraih Kinan,setelah itu ditarik dan BRUKSSS Kinan di banting lagi dan lagi kearah bebatuan.



"AGH..."Ucap Kinan meringgis kesakitan.



Arif sontak terkejut dia langsung melepaskan genggaman Manda di lengannya langsung berlari menghampiri Kinan.



Manda lagi lagi diacuhkan oleh Arif,Bahkan dihadapannya ada Reysa namun Arif lebih mencemaskan Kinan,Sudahlah Hati Manda memang sudah benar benar hancur,Dia memang memiliki Raga Arif namun hati Arif sudah benar benar tertuju untuk wanita lain.



AffI menatap kepala Reysa yang melayang.Dia menyorot kan tatapan tajam.



AffI mengeluarkan kalung itu dan mengarahkannya kepada Kepala Reysa,Namun sebelum terarah yoga dengan tanpa aba aba menendang AffI sehingga AffI jatuh dan melemparkan kalung itu ntah kemana.



"Aghhh sialll!." Rintih affi sembari menahan sakit nya,Dia terus meraba raba tanah mencari kalung yang terlempar.



"Heh AffI neraka, Lo cari ini." Teriak Reysa sembari menunjuk kan kalung batu milik AffI.



"Bangsat! KEMBALIKAN." Titah AffI dengan gemas.



"Oh ya? Harus gue kembali kan? hahaha..." Tawa Reysa sembari mempermainkan kalung itu.



"Anjin\*\*."Ucap affi gemas sembari mengepalkan kedua tangannya.



"kamu tidak apa apa?." Tanya Arif kepada Kinan yang terkujur lemas.



Kinan sontak terkejut kenapa dengan laki laki dihadapannya,Kenapa dia mengubah gaya bahasanya menjadi begitu lembut.

__ADS_1



"Sudah lah hati,kamu harus sadar diri jangan baper,Dia hanya milik Manda." Ucap Kinan didalam hatinya sembari melamun.



"Hei Kinan apa yang sakit?." Tanya Arif kembali tampak kecemasan didalam wajahnya.



Kinan mengengelengkan kepalanya, dia tersenyum sinis.



"Lepas! Jangan so baik sama kinan." Ucap Kinan sembari berusaha bangkit, Dia tidak mungkin menyakiti Manda lagi.



Kinan berjalan lemas meninggalkan Arif,Kinan berjalan menuju affi.



Reysa menepuk nepuk tangannya,seraya memberi isyarat kepada yoga bahwa permainan akan segera dimulai,Ya permainan pembunuhan ke lima manusia dihadapannya.



Kepala melayang itu,Kini menyatu dengan tubuhnya ditangannya Reysa sudah mengenggam Kaca tajam.



SREKKKKK, yang pertama kali Reysa tusuk adalah Manda yang tengah membelakanginya.



Bruksss,,Manda terkujur berbaring dia tidak kuasa menahan kesekian kalinya luka tusukan di bagian lengannya.



"Astaga Manda." Arif berteriak sontak menghampiri Manda.



"GILA LO IBLIS." Teriak Arif murka dengan wajah dinginnya ia pasang badan untuk melindungi Manda.



AffI menarik Alya yang melemas dan mendekap Kinan yang sama sama sedang menahan segala rasa sakit.



AffI melindungi kedua perempuan itu,bagaimanapun Kinan adalah Wanita yang ia cintai dan Alya adalah sahabat kecilnya.



"Jangan jauh jauh dari gue,gue akan melindungi kalian." Ujar AffI kepada Kinan dan Alya.



Mata Alya membinar saat AffI mengatakan akan melindungi nya,Dengan sigap ia meraih tangan Affi dan memeluknya.



"Jaga sikap Lo Al!.jangan Baperan." Ucap Affi sembari menekan kata 'baperan' dan melirik Kinan maksudnya sedikit menyindir Kinan.



Kinan memutar bola matanya tegas,dia tidak suka dengan kalimat yang AffI lontarkan barusan.



SREKKKKK ... Kaca tajam itu sekarang mendarat sempurna di perut Arif,Meski tidak terlalu dalam namun Reysa sudah tega melukai abangnya.



"AGH.. Rey.." Rintih Arif tidak percaya Adiknya akan melukai dirinya.



"Rey marah sama Abang! Kenapa Abang melindungi dia." Teriak Reysa Sembari menatap Manda tajam.



"Jadi Lo mau bunuh gue Rey?." Tanya Arif sembari menatap Rey penuh jiji.



"Iya Rey akan membunuh semuanya." Ucap Reysa sembari semakin mendekati Arif.



Kaca tajam itu terus saja diarah ke perut Arif.



Kinan dan manda menatap Rey dengan penuh ketakutan, Kinan melepaskan dekapan AffI,tidak tidak Arif tidak boleh mati duluan,begitulah kata pikirannya.



"REY BENCI SAMA ABANG,(SREKKKKK)."Ucap Rey sembari menyayat kembali tangan Arif.



Kini kaos putih yang melekat ditubuh Arif berubah menjadi merah karena darah nya bercucuran.



Rey semakin mendekati Arif,Kaca nya semakin akan menusuk perut Arif,Rey geram kepada Arif sudah beberapa kali ia memperingatkan jangan dekati Manda tapi Arif malah tidak mendengar perkataannya.



"Rey tidak pernah main main sama omongan Rey bang,Rey akan bunuh Abang sama manda dan siapapun yang mencampuri urusan Rey!." Teriak Reysa sembari murka.



SREKKK ..



Kali ini Kaca tajam itu berhasil menusuk punggung milik seorang Wanita,Wanita itu adalah Manda,Dia merangkak dan memeluk Arif,Sehingga kaca tajam itu malah menusuk punggungnya dengan dalam.



Manda terus memeluk Arif,dia membisikan sesuatu ketelinga Arif.



"Terimakasih Rif selama 3 tahun denganmu,aku bahagia meskipun pada akhirnya kamu mencintai wanita lain aku tidak apa apa aku sudah cukup bahagia dengan mencintaimu walaupun tanpa dicintai kembali oleh mu." Ucapan Manda berhasil membuat Arif meneteskan air matanya,Tanganya menjulur memeluk tubuh Manda yang semakin mendingin.



Bagaimana mungkin dia menyakiti hati setulus Manda,Bagaimana mungkin dia menghianati janjinya untuk manda,Bahkan Manda kali ini mempertaruhkan nyawanya untuk dirinya,itu membuat hati Arif seperti tercabik cabik penyesalan.



"Kamu harus kuat man." Ucap Arif lirih sembari memeluk Manda.



Manda melemas dan berbaring di pangkuan Arif,tanganya mengelus lembut pipi Arif dengan tatapan sendu.



"Bukanya kamu ingin aku menjadi dewasa? aku sudah melakukannya Rif,aku bahkan sudah memendam beberapa kali kekesalan ku untuk mempertahankan hubungan kita,Tapi maap jika kali ini aku sudah tidak sanggup,aku bahagia Rif aku bahagia pernah menjadi bagian dari kisah hidupmu." Ucap Manda setelah itu Manda menutup matanya.



Arif mengepalkan tanganya,dia sangat membenci hatinya yang telah melukai gadis sebaik Manda.Dia menyesal kenapa harus terjadi cinta seperti ini.



Matanya menatap Reysa yang tertawa puas,dia sungguh membenci adiknya itu,kenapa dia begitu kejam dan tidak punyai hati,sekarang bagaimana dengan nasib Manda?.



~



Hening seketika,Hanya keheningan dan gelak tawa Reysa yang tendengar dihutan ini,namun tiba tiba suara Dimas mampu membuyarkan rasa takut mereka.


Samar samar matahari mulai menyinari malam malam gelap di dunia itu, diiringi dengan jalan,Yah jalan keluar yang sengaja Dimas buka untuk menjemput kelima orang yang tersesat itu.



"Keluarlah .. cepat sebelum Reysa kembali." Ucap Dimas suaranya menggema ditelinga kelima manusia itu.



Arif merekahkan senyuman nya, setelah itu dia langsung mengendong Manda yang belum sadarkan diri keluar dari Halusinasi milik Kinan,disusul dengan Kinan dan affi serta Alya.



Reysa dan yoga serta nyidenok ikut keluar dari Halusinasi Kinan.



"Baiklah kita teruskan didunia nyata." Ucap Reysa sembari tersenyum sinis kearah yoga.Dan yoga mengangguk mantap.



Dimas yang kala itu memanggil ustad setempat untuk meminta bantuan berhasil meleburkan semua Halusinasi Kinan dan mengeluarkan kelima remaja yang tengah terjebak itu.

__ADS_1


Satu jam sudah Dimas dan Risa serta Riri menunggu Kaka dan keempat temannya bangun dan akhirnya Arif membuka matanya dengan samar.


Samar samar Arif melihat kedua orang tuanya dan Adiknya menatapnya cemas.


__ADS_2