MEREKA KEMBALI

MEREKA KEMBALI
part 18


__ADS_3

Manda mengikuti arwah tukang ojeg itu, sampai kelorong lorong gelap kecil dia terus mengikutinya seorang diri sesekali dia terkejut melihat kucing yang tiba tiba muncul,ataupun makhluk lainnya yang tiba tiba saja menampakan diri dihadapan Manda namun tidak menganggu Manda sama sekali.



Sampai Manda melihat rumah kumuh diseberang sana dan tukang ojeg itu berdiri disana lalu melambaikan tangannya.



Manda menghampiri tukang ojeg itu dengan tergesa gesa.



"Ini rumah saya,didalam ada anak dan istri saya." Ucap tukang ojeg itu.



Manda mengangguk dan mengetuk pintu rumah dengan sedikit dag-dig-dug.



Tokkkk tokkk tokk~



Seorang perempuan paruh baya,keluar membukan pintu,wajahnya terlihat lesu pucat dan badannya kurus sekali.



Wanita itu tersenyum kearah Manda tampak sekali kebingungan mendominasi wajahnya.



"Siapa ya?" Tanya wanita paruh baya itu.



"Sayaa Manda Bu,boleh ikut masuk dan menjelaskan maksud kedatangan saya?" Ucap Manda setelah itu wanita itu mengiyakan dan mempersilahkan Manda masuk.



Isi rumah yang seadanya,sangat memperihatinkann, disana ada 2 orang anak kecil sedang menangis entah menangisi apa namun kedua anak kecil itu sangat memperihatinkan.



"Jadi Bu saya ingin memberitahu ibu tentang kematian suami ibu." Ucap Manda dengan hati hati.



Lalu dari sudut mata wanita paruh baya itu keluar cairan bening rupanya dia menangis.



"Pergi!." Ucap wanita paruh baya itu dengan nada kasar.



"Maksud ibu?." Tanya Manda merasa aneh,perasaan omongannya benar tidak menyinggung.



"Saya bilang anda pergi! Saya tidak mau mendengar apapun lagi tentang suami saya! Saya dan anak saya jadi hidup sengsara gara gara suami saya meninggal! Dan saya benci jika ada orang yang menyebut kematian suami saya pergi?." Bentak ibu itu menyeret Manda keluar.



"Tapi Bu dengarkan saya dulu." Ucap Manda mencoba menjelaskan.



Duksssss.



Tanpa aba aba wanita paruh baya itu menutup pintu rumah dengan kasar dan membiarkan Manda diluar sendirian.



Tukang ojeg itu menatap Manda dengan tatapan lesu.



"Istri saya sangat menderita setelah kepergian saya,dan saya ingin meminta maap." Ucap tukang ojeg itu dengan lemah.



"Pa kita coba lagi besok ya." Ucap Manda menenangkan.



Tukang ojeg itu mengangguk dan menghilang.~



Kinan turun dari motor Affi setelah itu menyodorkan helem ke tangan Affi.


AffI tersenyum manis setelah itu mencubit pipi Kinan lembut.


"Langsung tidur ya." Ucap Affi mengusap pipi Kinan .


Kinan mengangguk lembut,Namun tiba tiba dada nya sakit kembali.


"AGH....." Ucap Kinan sembari menyentuh bagian dadanya.


"Kenapa? Sakit?" Ucap Affi hawatir.


Kinan menggeleng setelah itu berusaha tersenyum.


"Gapapa ini biasa ko." Ucap Kinan


"Kamu udah lama sakit dada? Kenapa ga bilang.'' bentak AffI hawatir.


"Engga ko baru hari ini, mungkin kecapean."ucap Kinan sembari mencoba membuat AffI tidak hawatir.


"Besok kerumah sakit ya." Ucap Affi yang langsung di angguki Kinan.

__ADS_1


Setelah itu Arif datang dengan motornya,dia berhenti dan membuka helmnya.


Setelah itu menatap AffI tajam,yang ditatap kembali kembali oleh AffI dengan tatapan yang Tak kalah tajam.


"Bocah tengil itu kenapa?." Ucap Affi sedikit kesal dengan tatapan Arif.


Lalu Arif masuk dengan menghadiahkan bantingan pintu rumahnya.


"Sudahlah dia sedikit tidak waras." Ucap Kinan sembari tersenyum.


"Yaudah kamu masuk ya, istrirahat yang cukup kalau ada apa apa telpon aku." Ujar AffI lalu Kinan mengangguk dan masuk.


Kinan melambaikan tanganya sembari tersenyum dan setelah itu masuk kedalam rumah.


Deg!


Dihadapannya sudah ada Arif sembari melipat dada nya.


"Dari mana aja Lo!." Tanya Arif dengan tatapan dalam.


"Galiat ya? Barusan gue abis jalan jalan sama AffI." Ucap Kinan menantang.


Tanganya masih menyentuh dada nya yang kian sesak dan sakit seperti di tusuk tusuk.


"Masih sakit?."tanya Arif dengan cemas namun wajahnya tampak datar.


"Ga!." Ucap Kinan setelah itu melewati Arif .


Arif mencekal lengan Kinan.


"Hufss.." ucap Kinan kesal.


"Lepas!." Ujar Kinan


Arif menyamai langkahnya dan melirik Kinan setelah itu menyodorkan isi plastik tadi ke hadapan Kinan.


"Minum habiskan,kalau tidak gue akan terus menahan Lo disini." Ucap Arif dengan nada kesal.


"Oke makasih, sekarang lepas." Ujar Kinan menerima obat serta makanan itu,maksudnya agar Arif melepaskan tanganya dia sungguh lelah tidak ada tenaga untuk debat dengan human paling menyebalkan ini.


Arif tersenyum sinis,matanya menatap Kinan penuh puas dan tanganya melepaskan cekalannya dari lengan Kinan.


Setelah itu Arif pergi lebih dulu keatas meninggalkan Kinan dibawah yang mematung sembari membawa plastik putih itu.


"Dasar nyebelin iii!." Ucap Kinan setelah itu melangkahkan kakinya keatas.


Namun setelah Kinan menaiki anak tangga,dada nya semakin sakit dan bahkan seluruh tubuhnya sakit sekali seperti ada yang menusuk nusuk seluruh tubuhnya.


"Aghh..." Ucap Kinan meringgis kesakitan


Sakit yang sungguh hebat ini kini mendominasi semua tubuhnya,bayangan bayangan hitam pun mulai memenuhi otaknya.


Rasa muai dan pusing meremang remang pun mulai menerpa Kinan hingga Kinan pingsan tersungkur.


BRUKSS.


Kinan terguling guling kembali kebawah dan tidak sadarkan diri.


"Astaga Kinan." Teriak Alwi yang langsung melesat kebawah.


Mendengar suara terjatuh Arif langsung keluar dan melihat kearah tangga,Namun tidak ada apa apa hanya saja ada plastik yang tadi dia kasih ke Kinan tergeletak begitu saja.


Arif sangat kesal kenapa Kinan sangat keras kepala,kenapa dia tidak mau menerima obat dari Arif!.


Dia meraih plastik itu dan melemparkanya ke tong Sampah! Bodo amat dengan kinan dia sungguh kesal.


Setelah itu dia masuk kedalam kamarnya dan Menutup pintunya dengan keras.



🕤 21.30 wib.



Sudah sangat larut malam,dan Manda tidak menemukan taksi ataupun kendaraan lewat di jam jam malam seperti ini.



Dia berdecik kesal bagaimana dia pulang Apalagi,rumahnya sangat jauh dari perkampungan ini.



Angin yang menerpa dirinya sangat dingin,dan bulu kuduknya berdiri seketika saat menyadari di jalanan sepi itu hanya dirinya sendiri.



Manda menghelakan nafas,tujuannya untuk menenangkan dirinya sendiri."hufss..."



Dia mencoba menelpon Arif namun tidak diangkat sama sekali ntah sedang apa laki laki itu,lagi lagi mengabaikan ponselnya!



Dia juga mencoba meminta bantuan AffI namun nomor AffI sama sekali tidak aktif.



Dia sangat cemas sekali kenapa semua orang mendadak tidak bisa membantunya.



Lalu dia mencoba sekali lagi menelpon Yusuf abangnya sempat nyambung,Namun ponselnya mati karena kehabisan baterai,membuat manda menghentakan kakinya kesal.



Dia mencoba berjalan kedepan, sembari mengusap ngusap kedua lengannya karena dingin.



Tiba tiba saja suara geresak gerusuk dari balik semak semak membuat Manda ketakutan.


__ADS_1


Manda mempercepat langkahnya, hal yang ia takutkan bukan hantu namun dia sangat takut ada manusia jahat ataupun preman yang akan menganggu dirinya.



"Woy neng..." Tiba tiba saja seorang laki laki menepuk pundak Manda membuat Manda terkejut dan mematung.



"Mau kemana jam segini sendirian? Mau Abang temenin." Ujar laki laki bertubuh besar dengan jengot yang panjang wajahnya sangat menyeramkan kan,dilihat dari penampilannya laki laki itu mirip sekali dengan preman.



Mata Manda seketika melihat laki laki yang satunya lagi,Dia lebih menyeramkan dengan anting dihidungnya dan wajah yang sangat tampak seperti pembunuh.ditanganya dia membawa golok ntah untuk apa,namun Manda sangat takut sekali



"Abang Abang jangan ganggu saya." Ucap Manda sambil terbata bata kakinya sangat mematung kaku.



Mereka berdua tertawa lalu membelai pipi Manda yang langsung ditepis oleh Manda.



"Abang cuma ingin bersenang senang dengan kamu,ayoo ikut Abang." Ucap laki laki itu setelah itu menarik Manda.



"Lepasss bangg." Ucap Manda bergemetar hebat.



Duksssss.



Seorang laki laki menendang preman itu.dan mulai baku hantam dengan kedua pereman itu sampai kedua pereman itu tersungkur.



Preman yang satunya lagi membuka goloknya namun dengan sigap,golok itu di tendang sampai terjatuh.



Laki laki itu menarik Manda,mereka berlari bersama.


Menjauhi kedua pereman itu yang mencoba mengejar mereka.



Manda memperhatikan laki laki bertubuh sispek itu,postur tubuhnya sangat mirip dengan Arif,dia mengenakan Hoodie berwarna putih dengan ciplun Hoodie yang menutup kepalanya.



Manda melihat lengan lentik yang sangat bersih dan putih itu.Hati Manda bertanya tanya,siapa orang di hadapan nya ini? Apakah dia manusia?.



Setelah sudah cukup menjauhi preman itu,laki laki itu berhenti dan melepaskan lengan Manda.



"Makasih." Ucap Manda dengan hati hati dia harus waspada takutnya laki laki ini juga berniat jahat padanya.



Laki laki itu membelakangi Manda sembari mengangguk.



"Lain kali jangan sendirian,disini banyak preman." Ujar laki laki itu,itu bukan suara Arif ataupun Suara AffI melainkan suara asing yang baru saja Manda dengar.



Suaranya sangat bagus dengan serak serak basah,lembut dan memenangkan.



Manda menyodorkan tangannya,dan menunduk.



"Manda.." ucap Manda mengenalkan dirinya,sembari sedikit canggung.



Laki laki itu membalikan badannya.Dia tersenyum melihat keimutan dan keluguan Manda.



"Aidhan Gumilar." Ucap laki laki itu sembari mebalas sodoran lengan Manda.



Manda mendongkrak kan kepalanya,Melihat sosok malaikat yang menolongnya.



Mata Manda membulat sempurna,ada apa dengan matanya,kenapa laki laki ini sangat sempurna?.



Wajah putih dengan alis tebal,matanya sangat indah dihiasi dengan bulu mata yang sangat lentik,hidung mancung seperti prosotan,serta kumis tipis membuat senyumnya semakin manis,bibir tipisnya menutupi gigi gigi putih yang menderet rapih namun laki laki ini memiliki ginsul yang teramat manis.



Mungkin kah ini manusia?



Aghhhhhhhh sepertinya Manda sudah sangat hilap,matanya terlalu mengagumi sosok 'Aidhan Gumilar' kenapa bisa setampan ini? Melebihi ketampanan Arifin Najmi Nadian,Dan Affi Julian.


__ADS_1


Deg!.


__ADS_2